Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 70 : Pengakuan Cakra


__ADS_3

Suasana hening seketika, saat Reygen dan Evelyn menatap tajam wajah penuh lebam milik Cakra. Bahkan beberapa gigi Cakra sudah tanggal karena amukan Reygen.


Mungkin yang dirasakan oleh pemuda yang sedang terbaring sakit di atas bangsal rumah sakit itu sedang ketakuatan atau bahkan bersorak puas karena Reygen sudah mendapat surat panggilan untuk pemeriksaan mengenai kasus kekerasan yang menimpa dirinya.


Tanpa kata, ketiga pasang mata itu saling bertemu tatap. Dua pasang mata setajam elang menatap ke arah yang sama yaitu kepada pemuda yang sedang terbaring di atas bangsal rumah sakit, sedangkan sepasang mata sedang menatap ke arah pria tampan bertubuh tinggi yang kini tengah berdiri di samping Evelyn.


Reygen tidak ingin berbasa-basi lagi, ia ingin segera memberondong Cakra dengan banyak pertanyaan mengenai kejadian yang melibatkannya selama ini.


Reygen mengeluarkan tiga lembar foto yang di berikan Evelyn saat sarapan tadi. Tanpa berkata, Reygen langsung memajang foto ke hadapan wajah Cakra dengan tangan kekarnya.


Seketika tubuh Cakra gemetar, keringat dingin mulai menyembul dari pori-pori kulitnya, bahkan menelan ludah saja sepertinya sangat sulit bagi dirinya saat ini, karena memang ia merasa bersalah sudah mengedit foto tersebut.


"Ck! bagaimana foto itu bisa ada ditangannya?" dalam benak Cakra bertanya. dengan susah payah ia hanya menelan salivanya. Tatapannya berpaling dari foto yang sedang di pajang oleh tangan Reygen tepat di depan wajahnya.


"Apa itu?" tanya Cakra berpura-pura tidak mengerti. Namun, ekspresinya tergambar jelas bahwa dia sedang dalam keadaan panik luar biasa.


Evelyn hanya berdiri menatap tajam kedua pria yang sedang berusaha membuktikan perkataannya masing-masing. Jika saat ini Cakra adalah pinokio, mungkin hidungnya sudah mencapai satu meter karena selalu berkata dusta.


"Cakra, apa perlu tanganku yang berbicara?" tanya Reygen seraya memainkan tangan kanannya dengan mengepal keras tepat di depan wajah Cakra, tatapan membunuh dari Reygen membuat Cakra semakin gemetar.


Ia tidak akan segan-segan menghabisi Cakra jika saat ini pemuda berkacamata itu kembali berdusta. Dengan masa lalu Reygen yang sering berbuat semena-mena, maka bukan hal yang mustahil jika ia akan melakukan hal yang nekat saat ini.


Terlebih yang sedang ia perjuangkan adalah kebenaran dan ketenangan rumah tangganya bersama keluarga kecil yang sedang ia bina untuk merajut masa depan.


"A, Aku tidak mengerti maksudmu!" Cakra memalingkan wajahnya dari Reygen.


Perkataan Cakra membuat Reygen semakin geram, ia mencengkeram baju Cakra dengan kuat.


"Masih tidak mau mengaku juga rupanya!" Reygen membuat wajah Cakra menoleh kepadanya menggunakan tangannya secara kasar, sampai bibir Cakra mirip seperti ikan mas koki yang sedang mangap.


Cakra berusaha menelan salivanya dengan susah payah, "glek" jakunnya naik turun perlahan.


Ditambah tatapan Evelyn yang sangat mengintimidasi dirinya, membuat Cakra semakin takut. Ia tidak menyangka kalau Reygen akan mengetahui hal ini, bahkan mengenai foto yang sudah ia edit tersebut.


Evelyn mendekat dan berdiri di samping Reygen yang masih mencengkeram baju yang di gunakan oleh Cakra.

__ADS_1


"Rey, lepaskan tanganmu darinya. Biarkan Cakra menjawab semuanya." Evelyn menatap Reygen, kemudian tatapannya beralih kepada Cakra. Reygen pun menuruti perkataan Evelyn untuk melepaskan cengkeraman tangannya di baju Cakra.


"Cakra, tante harap kamu menjawab dengan jujur semua pertanyaan Reygen. Jangan takut, apapun faktanya, tante tidak akan melaporkanmu ke pihak yang berwajib." Evelyn berkata dengan wajah datar.


Mendengar perkataan Evelyn yang tidak akan menuntut Cakra atas semua yang telah ia lakukan kepada Ayas dan rumah tangganya, Reygen hanya mengernyitkan keningnya.


Tidak ingin berbuat gegabah, Reygen hanya diam mendengar perkataan Evelyn, meskipun apa yang dikatakan oleh Evyn membuatnya semakin panas, dan ingin segera mengirim Cakra ke surga.


"Bagaimana mungkin, Momy membiarkan Cakra tanpa hukuman setelah apa yang ia lakukan terhadap istriku?" tanya Reygen dalam benaknya.


"Maaf, foto itu memang sudah aku edit." jawab Cakra singkat.


"Lalu, kenapa kau menuduh kalau janin yang ada dalam kandungan istriku, yang dulu kau bunuh itu adalah bukan anakku? Bajing*n, kau Cakra." Reygen menunjuk wajah Cakra dengan jari telunjuknya.


Reygen hendak kembali membuat Cakra babak belur, tetapi hanya dengan mengangkat tangan kanan Evelyn bisa menghentikan tindakan yang akan di lakukan oleh putranya.


Wanita paruh baya itu memang penuh tanda tanya, ia bisa bersikap dingin disaat seperti ini. Disaat api sudah membakar dada putranya, tetapi Evelyn masih bisa menunjukkan ketenangannya menghadapi situasi yang sudah mendidih.


Tatapan Evelyn mengintimidasi Cakra, membuat pemuda itu berkeringat dingin.


Cakra masih terdiam, ia hanya bermain dengan jarinya sendiri berusaha menghilangkan kegugupan sekaligus ketakutan dari kedua orang yang seperti sudah siap menerkamnya hidup-hidup.


Melihat Cakra begitu terintimidasi, Evelyn kembali berusaha meyakinkan pemuda itu.


"Cakra, kenapa kau masih diam? tenang saja, Aku tidak pernah menjilat ludahku sendiri. Tentu kau tahu itu. Aku tidak pernah mengingkari perkataanku sendiri." ucap Evelyn kembali.


Seperti buah simalakama, jika ia masih berbohong, maka tidak mustahil nyawanya pasti terancam oleh Reygen, tetapi jika mengaku Cakra juga takut menghadapi masalah hukum.


Dengan perkataan Evelyn yang tidak akan memperkarakan masalah ini ke hukum, Cakra akhirnya memberanikan diri mengakui kesalahannya. Cakra yakin Evelyn tidak pernah mengingkari ucapannya sendiri


Akhirnya setelah merasa sangat tersudutkan, Cakra menjawab semua pertanyaan dari Reygen, dari pada Reygen menghabisi nyawanya.


"Maaf, Tante, ucapanku waktu itu memang tidak benar. Sebenarnya janin yang ada di dalam perut Ayas dan gugur saat itu, adalah anak Reygen, bukan anakku." ucap Cakra dengan sedikit gemetar.


Mendengar perkataan dari Cakra, Evelyn memejamkan kedua matanya dan menarik napas dalam-dalam mencoba menenangkan dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia tidak menyangka bahwa Cakra sudah melakukan hal yang begitu keji kepada putra dan menantunya. Bahkan ia telah membunuh calon cucu yang masih ada dalam perut menantunya.


Evelyn menyesali tindakannya sendiri, karena ia tidak mempercayai putra dan menantunya sendiri. Ia menyesal karena telah membenci menantunya dengan alasan yang sama sekali tidak ia lakukan.


Tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini dada Evelyn di penuhi sesak yang seperti membakar dadanya. Namun, ia berusaha menjaga kestabilan emosinya.


Evelyn adalah wanita yang sangat tinggi gengsi dan sangat menjaga image nya sebagai wanita kelas atas.


"Baiklah, Rey! selesaikan urusanmu dengan Cakra. Mulai saat ini aku serahkan semua perkara ini padamu. Aku akan memanggil Rendra untuk mencabut tuntutan hukum terhadapmu. Dan mengenai perkara ini, aku sudah berkata tidak akan membawanya ke meja hukum, tapi tentu saja tidak menjadi alasan untukmu membiarkan Cakra tidak mendapat hukuman." Evelyn menatap sinis kepada Cakra.


Mendengar perkataan Evelyn, wajah Cakra langsung berubah. Betapa tidak, ia sangat takut kalau Reygen memperkarakannya ke meja hijau.


Tapi mungkin jeruji besi lebih baik daripada Cakra harus kehilangan nyawanya.


Ingin lari dan bersembunyi rasanya saat mendengar ucapan Evelyn, tetapi apa daya Cakra saat ini sedang tidak berdaya dengan keadaan patah tulang di beberapa titik sendi kakinya. Mungkin kalau Cakra seorang wanita, ia pasti sudah menangis meratap dan memohon pengampunan dari Reygen.


Dengan bukti editan foto dan saksi dari Evelyn, tidak lupa Reygen juga sudah merekam perkataan Cakra pada ponsel pintarnya.


"Pulanglah, ajak istrimu untuk tinggal di kediaman kita." Evelyn berkata kepada Reygen untuk membawa Ayas tinggal bersamanya di kediaman mewah milik mereka. Ia meninggalkan Reygen dan Cakra.


Perkataan Evelyn sungguh membuat hati Reygen merasa gembira, akhirnya Evelyn merestui pernikahan mereka setelah melalui beberapa ujian dalam rumah tangga mereka.


Lalu bagaimana dengan Cakra?




Bersambung...



jangan lupa Vote, like dan dukungannya ya...


Love u...💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2