Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 89 : Dinner


__ADS_3

Malam spesial pun tiba, sebuah resto telah Reygen booking untuk makan malam berdua dengan Ayas. Pacaran setelah menikah memang mengasyikkan bisa melewati setiap malam bersama pasangan halal tak perlu pusing memikirkan sekitar karena tak akan ada fitnah atau terjerumus pergaulan bebas.


Sebenarnya Reygen ingin sekali makan malam romantis di pinggir pantai dengan lilin-lilin yang mengelilingi mereka di bawah pohon kelapa juga ditemani angin sepoy-sepoy dari lautan lepas, tetapi karena Ayas sedang hamil, jadi Reygen urungkan keinginannya demi kebaikan Ayas takutnya kurang baik terkena angin malam terlalu lama.


Ayas memakai gaun panjang warna biru navy dipadukan dengan jilbab modern berwarna senada dengan warna gaunnya, membuat penampilan Ayas begitu terlihat elegant dan berkelas.


Dengan tubuh semampai dan perut yang masih datar meskipun sedang mengandung dan memasuki usia 3 bulan kehamilan, membuat aura kecantikan Ayas semakin terpancar dari wajah beningnya.


Pun dengan Reygen yang terlihat sangat berwibawa juga tak meninggalkan kesan tampan dan juga keren dengan setelan tuksedo mewah yang membalut tubuhnya.


Pasangan yang serasi, mereka berdua duduk saling berhadapan. Lilin-lilin putih membuat suasana makan malam kali ini begitu terasa romantis, apalagi penerangan di dalam restoran tersebut memang di desain khusus untuk para penikmat makan malam dengan suasana khidmat.


Tatapan mereka selalu saling beradu dan menyiratkan kekaguman satu sama lain. Getar-getar asmara seolah belum beranjak dari pusat pikiran, sehingga desiran rasa yang campur aduk membuat Reygen selalu merasa jatuh cinta setiap saat.


Rasa ini memang gila dan tak dapat di kontrol oleh logika, tetapi Reygen dan Ayas menikmatinya dan hampir sangat sering mereka larut dalam buaian kenikmatan surga dunia.


Tak apalah! memang itu nikmatnya menikah, sesuatu yang diharamkan ketika masih berpacaran justru menjadi nilai ibadah ketika sudah di halalkan, untuk itu menikah memang bisa menyempurnakan ibadah.


Reygen tak henti menatap Ayas penuh rasa, membuat wanita itu merasa tersipu meskipun mereka setiap hari bertemu, tetapi entah kenapa hari ini tatapan Reygen sangat berbeda.


Tidak salah bukan, jika seorang suami mengagumi kecantikan istrinya sendiri? harmoni yang sedang di rasakan oleh Reygen. Bucin! kata yang tepat untuk Reygen saat ini.


Beberapa hidangan spesial dari restoran pun sudah tersedia di atas meja, Reygen membooking tempat tersebut untuk dua jam saja, karena dirasa dua jam cukup hanya untuk sekedar makan malam berdua dan sisanya berlanjut di hotel saja.


"Yank! kok, perut kamu masih datar, ya? kan kamu udah lama hamil!" ucap Reygen memecah keheningan, karena sedari tadi mereka hanya saling melempar pandang satu sama lain.


"Gak tahu? kan baru tiga bulan juga, Bii! soalnya aku sering lihat kalau wanita yang hamil tiga bulan biasanya masih datar gitu perutnya," tutur Ayas sepengetahuannya.


"Tapi kamu kelihatan tambah berisi, jadi tambah seksi!" goda Reygen.


Ayas memang terlihat lebih berisi saat ini, mungkin karena sedang hamil dan nafsu makannya pun bertambah pesat saat memasuki usia kandungan tiga bulan.


Tidak apalah mau seperti apapun bentukan Ayas nanti yang penting Reygen memang mencintai Ayas apa adanya dan sudah terlanjur sayang bahkan terlalu sayang.

__ADS_1


Reygen berpikir, toh, karena dia juga jika suatu saat nanti Ayas akan berubah bentuk menjadi bergelambir atau bahkan berbody bulat. Tidak mengapa yang penting sikap hangat dan kasih sayang Ayas tidak berubah untuk Reygen.


"Bii, kalau nanti setelah melahirkan body aku gak karu-karuan, apa kamu masih akan seperti ini kepadaku?" tanya Ayas sedikit cemas.


Reygen tersenyum,


"Kamu ini ngomong apa, sih, Yank! emangnya kenapa kalau body kamu berubah? yang penting hati kamu tetap sama," jawab Reygen membuat Ayas lega.


Ayas tersenyum dan mulai mneyendokkan makan ke dalam mulutnya, pun dengan Reygen yang menyuapkan makanan sambil tersenyum menatap Ayas.


Satu jam tiga puluh menit cukup membuat Reygen dan Ayas puas dinner malam ini, mereka pun kembali ke hotel dengan perut yang sudah terisi.


***


Ayas masuk ke dalam kamar mandi untuk bertukar pakaian, tetapi sudah hampir setengah jam Reygen menunggu Ayas yang masih belum keluar dari dalam sana.


Takut ada apa-apa dengan istri tercintanya, Reygen pun berjalan menuju kamar mandi untuk mengecek keadaan Ayas.


Diketuknya pintu kamar mandi oleh Reygen,


"Bentar!" Aya menjawab singkat.


Penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh istrinya, akhirnya Reygen mencoba membuka pintu kamar mandi yang kebetulan tidak terkunci.


CEKLEK!


Betapa terkejutnya Reygen ketika melihat Ayas yang hanya memakai lingerie warna hitam yang pernah ia beli waktu itu, sangat kontras dengan warna kulit Ayas yang putih mulus. Ayas terlihat sangat malu ketika Reygen tiba-tiba masuk ke dalam kamar mandi, lalu Ayas segera mengambil kimono yang tergantung di kamar mandi dan segera menutupi tubuhnya.


Melihat Ayas sudah menutupi tubuhnya dengan handuk, Reygen baru bisa menelan salivanya yang hampir menetes di sudut bibirnya. Laki-laki jangankan melihat wanita pakai lingerie, terkadang bahkan saat wanita hanya memakai pakaian sedikit ketat saja pikiran mereka menjelajah kemana-mana.


"Kenapa di tutupin lagi?" tanya Reygen yang kini berada tepat di depan Ayas.


"Malu!" jawab Atas sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Kenapa malu?" tanya Reygen kembali.


Ayas tak menjawab dan hanya *******-***** tangannya sendiri karena merasa sangat canggung menggunakan lingerie seperti itu.


"Kalau malu, jangan di pakai! aku juga gak maksa, kok!" Reygen menggenggam kedua tangan Ayas.


"Tadinya aku mau kasih kamu hadiah spesial, ya ini! hadiah spesial dari aku!" Ayas terlihat malu-malu.


"Kalo gitu, bolehkan aku bawa dan aku buka hadiahku?" tanya Reygen menggoda.


Ayas hanya diam ketika tangan Reygen sudah mulai menyibak handuk yang menutupi bahu Ayas, tangannya tak henti sampai handuk itu jatuh ke lantai.


Terlihat tubuh Ayas yang sangat seksi dengan lingerie warna hitam, Ayas menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, membuat Reygen semakin gemas dan segera membawa Ayas ala bridal style ke luar dari kamar mandi menuju tempat tidur yang empuk.


Reygen membaringkan tubuh Ayas yang hanya berbalut lingerie tipis, matanya menscan tubuh Ayas dari ujung rambut sampai ujung kaki membuat wanita itu memalingkan wajahnya karena malu.


"Yank! boleh, kan?" tanya Reygen.


"Dengan segenap jiwa dan raga, Bii!" Ayas tersenyum.


Reygen mulai mendekati wajah Ayas sampai hidung bangir mereka saling menyapa, hangatnya nafas Reygen menyapu kulit wajah Ayas, membuat wanita itu bergidik.


Bibir Reygen pun tak bisa bertahan di satu tempat saja, ia mulai mengusap setiap titik wajah Ayas sampai kupingnya membuat wanita itu kegelian dan menggeliat.


Lingerie ternyata bisa menambah hasrat seorang lelaki, hal itu yang dirasakan oleh Reygen saat ini. Sensasi yang berbeda membuat Reygen tambah bersemangat dan semakin bergairah.


Hanyut dalam kenikmatan surga dunia, sepasang insan memadu asmara sampai tak menghiraukan apapun selain menikmatinya.


Selanjutnya terserah anda, imaginasikan sendiri ya... hehe



__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2