Badboy Insaf

Badboy Insaf
sakit


__ADS_3

Reygen mengalihkan wajahnya ke samping wajah Ayas dan berbisik di telinga sang gadis, "Jangan takut, aku akan melakukannya pelan-pelan!" Reygen meniup telinga Ayas pelan namun cukup lama, sampai Ayas bergidik panas dingin.


"Tunggu! aku pengen pipis dulu!" Ayas tidak berani menatap Reygen. Ia langsung beringsut menuruni ranjang. Namun, tangan Reygen segera melingkar di tubuh Ayas dengan cepat. Reygen memeluknya dari belakang.


"Aku, antar!" ucap Reygen datar.


Seketika mata Ayas membulat sempurna, nafasnya tersengal-sengal seperti habis lari maraton. Jantungnya ser-ser-an seperti sedang terkena setrum tegangan tinggi.


Dia memang hanya mencari alasan untuk menghindari Reygen.


"Gak jadi deh!" Ayas cengar-cengir gak karuan.


Reygen mengeratkan lingkaran lengannya pada tubuh Ayas dari belakang. Ia mulai menjelajahi tengkuk leher wanitanya dengan lembut, hembusan napas hangat yang menyapu kulit leher belakang Ayas membuat wanita itu merinding disko.


Tubuhnya menegang bahkan hampir mengejang, baru kali ini ia melakukan hal tersebut.


Reygen mulai menyibak baju yang menutupi pundak Ayas dan tak melewatkan sedikitpun kulit Ayas untuk ia sapu.


Merasa kurang puas dari belakang, Reyge pun segera turun dari ranjang, kini Ayas dan Reygen sudah saling berhadapan. Reygen berdiri di dekat ranjang sedangkan Ayas duduk di tepi ranjang.


"A, aku takut!" ucap Ayas terbata, tubuhnya gemetaran, tangannya meremas-remas seprai di tepi ranjang.


"Tenang, Sayang! aku akan melakukannya dengan lembut." Reygen mendorong pelan tubuh Ayas untuk berbaring, kini tibuh Reygen sudah mengungkung Ayas dari atas.


'ya, Tuhan ... semenegangkan inikah malam pertama? aku takut!' rajuk Ayas dalam hati.


Reygen memulai peregangan dari kening Ayas, turun kebawah mengecup kedua bola mata sang istri.


Bibir seksi Reygen terus merayap sampai ... (sampai mana ya?😁) ... sampai ia tiba di tengah dua buah apel mengkal yang kenyal dan membuat Reygen meremas kenikmatan. Menghirup aroma yang memabukkan dari tubuh sang istri.


Perlahan tapi pasti, mereka sudah tidak mengenakan sehelai benangpun di atas peraduannya. Reygen sangat lihai dalam hal melepas kancing baju. Ups!


Meskipun sudah sekuat tenaga menahan suara, tapi akhirnya Ayas tidak tahan juga untuk mendesah.


"Ah ... " desahan Ayas, ia hanya pasrah dan memejamkan matanya, mencoba menikmati pemanasan yang suaminya berikan.


Tangan Reygen sangat nakal, ia merayap kemana-mana tanpa kendali.

__ADS_1


Hampir seluruh pori yang ada di kulit mulus Ayas sudah tersapu oleh bibir seksi milik suaminya. Hingga ia sampai pada sebuah benda pusaka milik sang istri.


Ayas memejamkan matanya rapat-rapat ketika Reygen mulai meraba daerah sekitar pusakanya.


Setelah hampir satu jam pemanasan, habislah tubuh Ayas oleh rakusnya bibir Reygen yang telah meninggalkan lukisan merah dari bibirnya.


Reygen siap meluncur menembus pusaka pertahanan sang istri dengan pelan, karena ia tidak mau memberikan rasa sakit yang teramat kepada sang istri yang masih virgin.


"Aaaaa" teriak Ayas dengan keras, saat ia merasa ada benda tumpul yang hendak menerobos benda pusakanya.


Ayas mendorong dada Reygen refleks membuat tubuh suaminya sedikit merenggang darinya.


"Kenapa?" tanya Reygen terkejut.


"Sakit! tau!" Ayas merajuk.


"Tahan, ya! aku juga pelan-pelan!" rayu Reygen yang kembali merapatkan tubuhnya dengan Ayas.


Ia mencoba lagi meskipun Ayas mengerang kesakitan. "Aaaa ... " Ayas menjerit saat tusukan benda pusaka Reygen meleset, "sudah, sudah! aku gak mau lanjutin! hiks, hiks." Ayas menangis kesakitan, nafasnya sudah terengah-engah dengan keringat yang mengucur membasahi tubuh.


Meskipun Reygen sudah pernah melakukannya dengan Michelle, tapi tetap saja ini pengalaman pertamanya berhubungan suami istri bukan hanya dengan nafsu melainkan menggunakan hati dan perasaannya juga, dan pastinya dalam keadaan 💯% sadar.


Saat ia melakukannya dengan Michelle, kala itu Reygen sedang dalam pengaruh alkohol dan obat perangsang yang di berikan kawan luknutnya. Teman ke neraka memang!


"Aaaaaaaaa" Ayas kembali menjerit saat pusaka Reygen berhasil menerobos masuk kedalam pusakanya. kukunya menancap pada punggung lebar Reygen sampai ia tak terasa menggigit pundak suaminya.


"Aargghh" Reygen kaget ketika mendapat gigitan dari Ayas yang sangat keras.


Reygen diam sebentar untuk memberi jeda pada sang istri yang masih merasakan sakit yang luar biasa.


Wanita itu sebelum di beri nikmat, disakitin dulu, dan setelah dikasih nikmat harus merasakan sakit lagi karena berjuang mengeluarkan hasil kenikmatannya bersama suami. Hah, wanita ... begitulah adanya...


"Sakit banget, Biii!" air mata Ayas menetes dari sudut netra indahnya.


Melihat Ayas meneteskan air mata, Reygen merasa tidak tega dan bertanya kepada Ayas.


"Sayang, apakah sangat sakit? apa aku hentikan saja?" tanya Reygen yang masih menancapkan pusakanya pada pusaka sang istri.

__ADS_1


"Tidak perlu! lanjutkan saja, aku akan menahannya." Ayas kembali berpegangan pada lengan kekar Reygen.


Perlahan Reygen mulai memompa bokongnya, desahan demi desahan dan erangan yang keluar dari mulut Ayas membuat Reygen semakin berhasrat. Ia mulai menaikkan tempo permainan setelah Ayas terlihat lebih rileks, membuat ranjang kekar yang berukuran king size tersebut bergetar seperti terkena gempa bumi yang sangat dahsyat.


Dua jam berlalu, akhirnya mereka selesai berolah raga malam.


Ayas sudah beberapa kali pelepasan, tapi Reygen baru sekali pelepasan, karena stamina Reygen yang sangat prima sehingga bisa bermain lama di dalam pusaka sang istri.


"Sayang, terima kasih!" Reygen mengecup kening sang istri setelah ia menggeser tubuhnya yang menindih tubuh sintal milik sang istri yang kini sudah tidak perawan lagi.


Ayas tersenyum dan mengecup bibir Reygen dengan singkat.


Reygen memeluk tubuh Ayas yang masih polos, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka yang sama-sama polos tanpa sehelai benangpun.


"Kamu istirahat dulu! sebentar lagi kita akan mulai kembali." Reygen berbisik di telinga Ayas, membuat gadisnya tersebut melotot seketika. Ups! bukan gadis lagi deh, wanitanya. hehe.


"Hubby ... nakal kamu ya!" Ayas memukul tangan Reygen yang melingkar di tubuh polosnya. "apa kamu gak capek? aku juga masih sangat sakit." Ayas memanyunkan bibir seksinya. Matanya mendelik pada Reygen.


"Makanya biar gak sakit lagi, kita harus sering latihan! hm." Reygen terkekeh menahan tawa.


"Iihhh... Abii nakal!" Ayas mencubiti perut sixpack Reygen, membuat si tampan tersebut kegelian dan balik menggelitiki Ayas.


Dari cubitan mesra tersebut, membuat Reygen kembali menegang. Ia kembali melancarkan serangan bibir seksinya ke lapisan mulus sang istri.


Ayas sudah tidak bisa menolak lagi, meskipun masih terasa perih pada pusaka miliknya. Namun, Ia berusaha sekuat tenaga untuk menahannya demi kepuasan sang suami tampannya tercinta.


Sampai waktu menjelang subuh, sudah tiga ronde mereka bertarung.


***


***Capek juga ya nulis kek gini.


Gimana masih gantung gak?


Udah gak pinisirin kan?


😅😅😅***

__ADS_1


__ADS_2