Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 72 : Pasar


__ADS_3

Remon tidak ingin ditinggal sendiri dirumah, akhirnya mereka ber empat pergi kepasar untuk mengantar Ayas belanja.


***


Sedangkan di tempat lain, saat ini Reygen sudah berada di kediaman mewah orang tuanya. Evelyn akan membicarakan mengenai tuntutan Rendra yang tidak bisa di cabut olehnya.


"Rey, aku sudah bicara kepada Rendra. Dia bilang tidak bisa mencabut tuntutan terhadapmu, karena saat ini kasus yersebut sudah di tangani oleh kakak iparnya. Bagaimana menurutmu?" tanya Evelyn setelah ia menjelaskan alasan Rendra tidak bisa mencabut tuntutannya.


"Apa aku harus bicara kepada, Papi?" Reygen balik bertanya kepada Evelyn.


"Jangan, Papi--mu sedang ada urusan penting, jika kau bersedia, lebih baik kita datangi saja Rendra bersama-sama. Aku yakin kalau kita mendatanginya, ia akan menyerah dan mecabut tuntutannya." jawab Evelyn datar.


"Bagaimana jika om Rendra tidak mau menuruti perkataan, Momy?" tanya Reygen kembali.


"Maka kita akan bertarung di meja hijau. Aku akan memeinta pengacara keluarga kita untuk mengurusnya." jawab Evelyn santai.


"Baiklah, kapan kita akan menemui, om Rendra?" Reygen tidak ingin berbasa-basi.


"Secepatnya! tetapi saat ini tidak mungkin, karena Rendra sedang berada di luar kota." jawab Evelyn.


"Baiklah, sekarang aku harus pulang. Istriku sudah menunggu." Reygen hendak berbaik badan, tetapi Evelyn menghentikannya.


"Rey, tunggu!" Evelyn menahan Reygen. "Bawa istrimu kerumah ini, aku tidak ingin kehilangan cucu untuk kedua kallinya." ucap Evelyn datar. Evelyn meninggalkan Reygen di ruang tamu.


Meskipun sikap Evelyn selalu terlihat dingin, tetapi kali ini perkataannya sungguh membuat Reygen merasa lega. Ternyata ia peduli terhadap istri dan calon buah hatinya.


Mendengar ucapan Evelyn yang mulai memperhatikan Ayas, membuat Reygen tersenyum dan merasa bahagia. Akhirnya perjuangan bersama sang istri membuahkan hasil seperti yang mereka harapkan.


Reygen berjalan dengan penuh kemantapan, ia mulai meninggalkan ruang tamu mewah bergaya eropa tersebut dan segera masuk kedalam mobil yang masih terparkir di depan pintu rumahnya.

__ADS_1


Reygen menghidupkan mesin kendaraannya, ia mulai membelah jalanan dan tak henti bibirnya menyunggingkan senyuman, betapa bahagia hatinya saat ini karena telah mendapat restu dari Evelyn. Bahkan, sebentar lagi kebahagiaannya akan segera di lengkapi oleh kehadiran sang buah hati dengan istri tercinta.


***


Berbelanja adalah hobi para wanita, meskipun hanya sekadar belanja keperluan dapur, tapi apa kalian tahu jika itu adalah merupakan kebahagiaan hakiki untuk kaum hawa(terutama aku sih! hehe.).


Ayas dan Sarah masih saja memilah dan memilih apa saja yang hendak ia beli, gang demi gang yang sempit di dalam pasar tradisional tersebut tak menyurutkan semangat mereka untuk berburu bahan masakan yang masih segar.


Sekalian Sarah pun ingin belanja untuk keperluannya di kostan, secara para wanita itu kebutuhannya seabreg. Mulai dari kebutuhan wajib tamu bulanan sampai skin care harus tersedia stok untuk beberapa pekan kedepan. Jadi, membutuhkan waktu cukup lama untuk berada di pusat perbelanjaan seperti ini.


Kali ini giliran membeli bumbu dapur untuk stok beberapa hari kedepan. Ayas segera memilih cabe, bawang putih, bawang merah dan bumbu lainnya seperti garam dan kawan-kawannya.


Setelah dirasa cukup, Ayas dan Sarah beralih ke lokasi perdagingan dan perikanan segar. Mereka membeli ikan segar beberapa kilogram untuk acara baka-bakar ikan nanti.


Di dalam pasar, kedua wanita tersebut masih asik berkutat dengan belanjaan mereka. Sedangkan Remon dan Ronald hampir mati kutu menunggu kedua wanita itu di dalam mobil.


"Nald. coba lu susul deh mereka ke dalem. Gue pengen ngopi nih!" Remon berucap sambil membuka segel air mineral yang di berikan oleh Ronald.


Glek, glek, glek.


Remon menenggak setengahnya air mineral dalam kemasan botol 600ml tersebut.


"Males, gue. Lu aja gih! gue kan gak tahu pasar ginian. Nanti malah gue kesasar ribet urusannya." Ronald tidak menerima saran dari Remon.


"Ih, ogah! mana bau banget lagi pasarnya. Lu liat tuh becek banget lagi!" Remon dengan manja menunjuk halaman pasar tradisional itu yang memang terlihat kumuh dengan sampah sayuran dan sampah lainnya yang berserakan, ditambah tanah yang sedikit becek entah air dari mana padahal tidak ada hujan tadi malam ataupun pagi.


***


Setelah hampir dua jam perjalanan, akhirnya Reygen sampai di halaman rumahnya. Ia merasa heran karena mobil Ronald tidak ada di sana.

__ADS_1


Dengan sedikit tanya yang masih ada di benaknya, Reygen segera memasukkan mata kunci pada lubang kunci pintu rumahnya.


Ceklek,


Pintu rumah pun terbuka, Reygen segera menghubungi ponsel istrinya. Beruntung Ayas tidak pernah lupa membawa ponselnya kemanapun ia pergi, karena khawatir ketika berada di luar rumah ia membutuhkan seseorang maka akan membuatnya lebih mudah dengan ponselnya tersebut.


Reygen mendapat kabar bahwa saat ini Ayas sedang ke pasae tradisional dekat dengan kampung dimana ia tinggal. Reygen pun berpesan untuk tidak berlama-lama karena Ayas sedang hamil muda dan tidak boleh terlalu lelah.


Dengan senang hati, Ayas pun mematihi pesan dari suaminya. Ia tidak mau membuang waktu lagi untuk berada di pasar tersebut.


Ayas pun mengajak Sarah untuk segera menyelesaikan kegiatan belanja mereka, Sarah mengangguk dan membantu Ayas membawa belanjaannya yang cukup banyak.


Beberapa kantong keresek besar mereka jinjing. Sampai di halaman pasar, Ronald yang mwlihat Sarah keluar dari gang pasar segera membuka pintu mobilnya dan menghampiri Sarah juga Ayas yang sedang kesusahan membawa belanjaan mereka yang begitu banyak.


"Sini, aku bawain!" Ronald memegangi dua keresek besar yang sedang di pegang oleh Sarah, tetapi Sarah tidak memberikannya kepada Ronald karena yang lebih membutuhkan bantuan adalah Ayas yang kondisinya sedang hamil.


"Aku bisa bwa sendiri, kok! kalua mau bantu, bawain belanjaan Ayas aja tuh! kasian dia lagi hamil." ucap Sarah menunjuk Ayas dengan wajahnya.


"Gak usah, ga apa-apa, Kak!" Ayas tidak mau merepotkan Ronald, tetapi Ronald akhirnya memaksa untuk membawa belanjaan Ayas.


Tidak bisa berbuat apa-apa lagi terlebih saat itu Reygen juga menelpon Ayas agar tidak terlalu capek dan membawa barang-barang terlalu berat. Akhirnya Ayas memberikan belanjaannya kepada Ronald, mereka berjalan menuju mobil yang sedang terparkir di bahu jalan depan pasar.


Ronald memasukkan belanjaan kedua wanita tersebut ke dalam bagasi mobilnya, ia segera membukakan pintu mobil untuk Sarah dan Ayas di barisan kedua. Disusul oleh Ronald yang masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah kursi yang di duduki oleh Remon.


"Udah semua nih?" tanya Remon yang sudah siap di belakang kemudi


"Jalan, Bang!" ucap Ronald kepada Remon yang kini dia anggap sebagai sopir pribadinya.


Kurang asem emang si Ronald ini! haha

__ADS_1


__ADS_2