Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 91 : Mencairkan suasana


__ADS_3

Selesai sarapan, Reygen tidak mau membuang waktu lagi. Dia langsung menarik Ayas untuk segera pergi dari hotel sekaligus restoran milik Wildan, mereka memasuki mobil dan lekas meninggalkan area parkir hotel.


"Bii, tau gak? Wildan itu setahu aku orangnya rame! tapi, kok! tadi dia banyak diem, ya?" tanya Ayas pada Reygen yang sedang fokus dengan setir.


Tidak ada jawaban ataupun tanggapan dari Reygen, dia hanya memasang ekspresi wajah es selama di perjalanan.


"Bii, kenapa sih, kamu diem aja dari tadi?" tanya Ayas kembali.


"Lagi gak mood!" jawab Reygen dingin membuat Ayas melirik heran.


"Kenapa?" tanya Ayas manja.


Reygen hanya mendengus kesal, dalam hatinya berkata, "Ya ampun, istriku! kamu ini polos atau stupid, sih? masih nanya juga! gak lihat apa kalau aku tuh kesel sama si Wildan!"


"Kok, gak jawab!" desak Ayas.


"Kamu tahu gak? tatapan Wildan sama kamu tuh tadi beda! bukan tatapan seorang teman biasa!" gerutu Reygen.


"Ah, masa, sih? biasa aja!" Ayas berkilah.


"Yank! aku tuh laki-laki, aku tahu tatapan seorang pria yang suka sama wanita!" dengan sedikit kesal.


"Kamu tuh, berlebihan, Bii! dia itu temen kuliah aku! cuma temen, gak lebih!"


"Ya, kamu yang anggap dia temen, tapi apa Wildan menganggap sama ke kamu?"


"Kamu ini kenapa sih, Bii! semenjak sarapan tadi, kok sikap kamu berubah banget!" Ayas mulai kesal.


"Aku gak suka aja, kamu akrab sama pria lain!"


"Cemburu?"


"Gak!"


"Lah, terus apa masalahnya?"


Reygen hanya diam, tak ingin memperpanjang masalah dan lebih baik mengalah saja dari pada malah tambah runyam urusannya.

__ADS_1


'Ya, sudahlah! cuma temen, bukan siapa-siapa!' ucapnya meyakinkan hati sendiri.


Tapi tetap saja dia masih kesal, ternyata Reygen cukup posesif terhadap Ayas. Mungkin karena sangat takut kehilangan jadi Reygen over protectif pada Ayas, wajar saja! karena masa lalu Reygen yang telah banyak kehilangan kasih sayang dalam hidupnya. Mulai dari kasih sayang orang tua, bahkan kasih sayang seorang kakak yang harus meninggalkannya untuk selamanya.


Oleh sebab itu, Reygen tidak ingin lagi kehilangan seseorang yang sudah sangat berarti dalam hidupnya. Jika sampai itu terjadi entah akan sehancur apa hidup Reygen nanti.


"Hubby, kita mau kemana? kok, lewat sini?" tanya Ayas.


"Apart Ronald!" jawabnya singkat.


"Mau ngapain?" tanya Ayas kembali.


"Nanti juga tahu!" sahut Reygen tanpa menoleh, Ayas hanya senyum tipis karena sikap Reygen yang seperti anak-anak.


"Oke!" Ayas tersenyum menggoda Reygen.


Ayas terus saja menggoda Reygen sampai akhirnya pria itu gak sanggup lagi menahan bibirnya yang mulai terangkat.


"Nah, gitu donk, senyum! kan ganteng!" goda Ayas.


"Jadi, kalau aku gak senyum, gak ganteng?" tanya Reygen.


"Kamu, tuh, ya! paling bisa jadi air, kalau aku lagi kepanasan!" ujar Reygen seraya menarik hidung bangir Ayas.


Suasana beku pun kembali mencair, sifat Ayas yang ceria dan kadang bawel bisa membuat Reygen selalu meleleh. Bukankah memang pasangan itu harus bisa saling melengkapi? jika yang satu sedang dingin, maka satunya lagi harus bisa menjadi sinar mentari yang menghangatkan.


Memang tidak ada yang sempurna di dunia ini, tapi justru ketidak sempurnaan itu yang akan menjadi lem perekat untuk saling melengkapi.


***


Hari mulai senja, Reygen dan Ayas telah tiba di apartemen Ronald.


"Sakit apa, lo?" tanya Reygen setelah melihat penampilan Ronald yang berantakan.


"Gak, tau! pusing, gua!" jawab Ronald.


"Kak, Ronald! kalau aku panggil, Kak Sarah, pusingnya bisa hilang ga?" tanya Ayas bercanda.

__ADS_1


"Tambah pusing, malah!" jawab Ronald.


"Loh, kok bisa?" Ayas kembali bertanya.


"Yank! Ronald itu pusing, gara-gara di jodohin!" ucap Reygen sambil menoleh kepada Ayas, lalu kembali menatap Ronald "coba, lo ngomong lagi sama orang tua, Lo! siapa tahu mereka mau berubah pikiran!" sambung Reygen.


"Hm!" Ayas mengangguk tanda setuju dengan ucapan Reygen.


"Gue, udah ngomong sama nyokap, tapi dia tetep kekeh jodohin gua sama anak temennya itu!" jawab Ronald kalut.


"Buat masalah ini, gua gak bisa bantu, lo! coz ini urusan keluarga, lo! gua gak berhak ikut campur!" ucap Reygen.


"Rey, gua minta tolong lah sama lu, bantuin gua ngomong sama nyokap! kalo bokap gua udah gak masalah, tinggal nyokap gua yang masih kekeh!" dengus Ronald.


"Bukannya gua gak mau bantuin, Lo! nanti takutnya nyokap lo, malah benci ke gua. Lo kan tau sendiri Sarah itu kakak ipar gua! nanti disangkanya malah gua yang ngomporin, lu!" jelas Reygen.


"Terus, gua kudu gimana?" tanya Ronald putus asa.


"Lo, coba Kenalin Sarah sama nyokap, lo! siapa tahu kalau mereka udah saling kenal, nyokap lu suka sama Sarah dan Batalin Perjodohan, lu." saran Reygen.


"Ya udah, nanti gue coba!" Ronald akan mempertimbangkan saran dari sahabatnya tersebut.


Setelah dirasa cukup berbincang dan menengok keadaan sahabatnya, Reygen pun segera melanjutkan perjalanan menuju rumah. Badan yang sedikit lelah karena seharian beraktivitas tak membuat hilang semangat.


Begitu juga dengan Ayas, dia langsung membersihkan diri dan gegas pergi ke dapur untuk memasak hidangan makan malam. Dibantu bi Ipah, Ayas memasak steak daging sapi ala rumahan berbekal tutorial chef yang ada di link aplikasi youtube.


Sambil menunggu bidadarinya selesai memasak, Reygen langsung mengecek laporan dari perusahaan yang sudah beberapa hari ini absen dari pantauannya.


Ruangan kerja yang berada di sebelah kamar tidurnya, tidak ada yang boleh masuk kesana selain sang empunya kekuasaan penuh dirumah ini yaitu Reygen dan juga Ayas tentunya.


Satu persatu dokumen kantor ia buka melalui laptop, laporan mengenai salah satu proyek membuat matanya menyipit. Proyek kerjasama dengan hotel bintang lima untuk acara promosi produk baru dari Perusahaannya yang ternyata akan di adakan di hotel milik Wildan.


"Sial! kenapa di hotel ini, sih!" desah Reygen.


Reygen pun segera mengambil ponsel yang ada di samping laptop, asisten pribadinya langsung ia beri perintah untuk segera mengganti lokasi. Namun, sayangnya acara tersebut sudah tinggal menghitung hari, tidak ada waktu lagi untuk mengubah lokasi apalagi persiapan sudah sampai 90 persen.


Bukannya apa-apa, Reygen hanya malas jika harus kembali bertemu dengan Wildan yang menurutnya suka kepada Ayas. Bikin keki saja!

__ADS_1


Tak ingin membahas hal itu, akhirnya Reygen pun hanya bisa menerima rencana proyek kerjasama dengan hotel Wildan. Mengenai perencanaan acara memang sudah Reygen serahkan kepada manajer perusahaannya dan sebenarnya manager tersebut sudah memberi laporan kepada Reygen, tetapi saat itu Reygen tidak tahu bahwa pemilik hotel itu adalah pria yang akan menjadi objek yang di cemburui oleh Reygen.


Dari pada pusing memikirkan hal ini, Reygen putuskan untuk sejenak rehat dan menyusul Ayas di dapur.


__ADS_2