Badboy Insaf

Badboy Insaf
Bab 52 : Teh Aneh


__ADS_3

Pagi yang cerah, sedikit cahaya mentari menelusup masuk ke dalam celah kaca jendela.


Ayas sudah membasuh seluruh tubuhnya, membersihkan hajat besar setelah semalam bergumul dengan suaminya. Namun, Reygen masih terlelap dengan peluhnya karena pertarungan semalam.


Reygen mengerjapkan matanya setelah ia meraba tempat tidur disampingnya sudah tidak berpenghuni.


"Sayang!" Reygen memanggil Ayas.


Setelah beberapa menit tak mendapati sahutan dari Ayas, Reygen berpakaian dan mulai bangkit lalu duduk di atas ranjang.


Ia membawa tubuhnya yang masih sedikit limbung karena baru saja kesadarannya berkumpul setelah lelap dari tidur.


Mendengar gemericik air yang mengalir dari kamar mandi, Reygen mencoba mengetuk dan memanggil Ayas dari depan pintu kamar mandi.


tok! tok! tok!


"Sayang!" suara Reygen terdengar lantang.


tok! tok! tok!


Untuk kedua kalinya Reygen mengetuk pintu, pun masih tidak mendapat sahutan dari sang istri, ia terlihat panik dan berteriak memanggil nama istrinya.


"Ayas!" suaranya setengah berteriak.


Karena tidak ada sahutan juga, akhirnya Reygen mendobrak pintu kamar mandi karena khawatir terjadi hal yang tidak di inginkan pada Ayas.


BRAKK!


Suara pintu kamar mandi terbuka dengan kasar. Ia melihat Ayas tengah meringkuk di dalam kamar mandi. Tubuhnya dingin dan wajahnya mulai membiru.


Reygen segera merengkuh tubuh istrinya yang setengah telanjang, ia segera menggendong Ayas dan membawanya keluar dari kamar mandi.


Reygen melepas baju yang basah dan hampir terlepas dari raga istrinya. Ia menempelkan punggung tangannya di kening Ayas, tapi tidak merasakan hawa panas dari tubuh sang istri.


"Sayang, kenapa bisa seperti ini?" Reygen meremas tangan Ayas, agar sedikit memberinya rasa hangat.


Reygen berlari keluar kamar mencari minyak angin atau apa saja yang bisa membuat istrinya sadar.


"Nak Rey, lagi ngapain?" tanya Meta yang kebetulan sedang beberes di ruang tengah.


"Cari minyak angin, Bun!" jawab Reygen sedikit panik.


"Oh, itu ada di kotak P3K." Meta menunjuk kotak yang menempel di dinding ruang tengah.


"Makasih, Bun!" Reygen segera berlari dan membuka kotak P3K yang ditunjuk oleh Meta.

__ADS_1


Ia mengambil sebotol kecil minyak angin aromaterapi, Reygen kembali berlari menuju kamar tidurnya.


Meta melihat keheranan dengan sikap Reygen, sehingga mengundang tanya di benaknya. "Kenapa sih, nak Rey? kelihatannya panik banget!" ucap Meta dalam benaknya.


***


Reygen mengoleskan minyak angin aromatherapi di depan lubang hidung Ayas yang bangir, tiga oles minyak angin membuat Ayas tersadar.


"Eum..." Ayas tersadar dan mengendus sesuatu yang menyengat dari hidungnya. Ia mengerjap-ngerjapkan matanya hendak terbuka.


Perlahan kedua kelopak matanya mulai naik, yang ia lihat saat ini adalah wajah tampan milik suami.


"Bii." Ayas menyebut Reygen dengan panggilan sayangnya (hubby, hanya ujungnya saja/Bii).


"Ya, syukurlah kamu sudah sadar." Rey mengusap pipi mulus Ayas.


Ayas hendak bangkit untuk duduk, tapi Reygen menahannya. "Sayang, jangan duduk dulu. Kamu tidur saja, sebentar aku buatkan teh manis hangat supaya kamu bisa lebih bertenaga." Rey meninggalkan Ayas ke dapur untuk membuatkannya segelas teh manis hangat.


***


Sesampainya di dapur, Reygen bingung ketika akan memasukkan gula ke dalam gelas yang sudah ia isi dengan satu kantong kecil teh kemasan yang terdapat benang putih menggantung.


Kemarin Rey memang pernah membuatkan teh hangat untuk Ayas, tapi itu hanya teh tawar tanpa gula. Kali ini ia ingin membuatkan teh manis hangat untuk istrinya.


"Warnanya sama, ini garam apa gula ya?" Rey memandangi kedua toples kecil yang ada di tangan kanan dan kirinya.


"Asin! ternyata garam." Rey menutup kembali toples yang berisi garam tersebut dan meletakkannya di tempat semula.


Ia yakin bahwa yang ada di toples satunya lagi itu pasti adalah gula, tanpa ragu lagi Reygen memasukkan butiran kecil berwarna putih itu ke dalam gelas yang sudah berisi air panas dan teh celup.


Dua sendok makan, Rey memasukkan butiran putih yang ia anggap gula itu ke dalam gelas. Dirasa terlalu panas, Rey menambahkan sedikit air dingin dari sebuah poci.


"Sudah tidak terlalu panas." gumamnya kemudian langsung membawa gelas ke dalam kamar tidurnya.


Ia meletakkan gelas di atas nakas tempat tidur dan membantu Ayas untuk duduk.


"Sayang minum teh manisnya, supaya kamu lebih segar." Rey menggapai gelas dari atas nakas dan membantu Ayas mengangkat gelasnya untuk minum.


BRUUSS


Ayas menyeburkan teh hangat yang di buatkan oleh Reygen.


Uhuk! uhuk!


Ayas malah terbatuk setelah meminum teh manis hangat dari Reygen.

__ADS_1


"Kamu kenapa, Sayang?" raut wajah yang sangat khawatir terpasang dari Reygen.


Ayas mengelap mulutnya dengan tangan.


"Bii, kamu bikin teh pake apa?" tanya Ayas sambil bibirnya melet-melet merasakan keanehan dari teh yang dibuat oleh suaminya.


"Teh, gula, sama air panas. Udah!" jawab Reygen polos.


"Kok, rasanya aneh?" tanya Ayas kembali.


"Masa sih?" Reygen malah balik bertanya


"Coba aja!" Ayas menunjuk gelas yang masih dipegangi oleh Reygen.


Reygen menempelkan bibirnya di gelas dan menyeruput teh buatannya sendiri.


BRUUSS


Reygen melakukan hal yang sama dengan Ayas ketika air teh tersebut sudah menempel dilidahnya.


"Kok, rasanya gini, Ay?" Reygen mengecap beberapa kali bibirnya merasakan keanehan dari teh buatannya sendiri.


"Kamu salah masukin gula, Bii!" Ayas merengut.


"Ah, enggak kok! tadi ada dua toples, warnanya putih semua. Pas aku cobain toples yang pertama itu rasanya asin, tentunya toples yang kedua itu pasti gula kan, Ay? meskipun tadi aku gak nyobain rasa dari isi toples keduanya, he," Reygen nyengir kikuk.


"Bii, kamu tahu gak isi toples kedua itu apa?" tanya Ayas menguji suaminya.


"Emangnya apa?" tanya Rey dengan wajah polos.


"Itu micin, Bii...." Ayas mencubit kedua pipi Reygen gemas.


Mereka tertawa bersama dan Reygen, meminta bunda Meta membuatkan teh manis hangat untuk Ayas, karena ia takut gagal lagi.


Seorang Reygen yang tidak pernah pergi ke dapur akhirnya mau bersusah payah membuatkan segelas teh manis hangat untuk istri tercinta, meskipun gagal total, tapi Ayas bahagia karena suaminya mau berubah lebih baik dan lebih rajin.


Setelah Meta mengantarkan teh manis hangat untuk Ayas, ia pun segera meninggalkan kamar mereka berdua.


"Sayang, tadi kamu kenapa? kok bisa pingsan di dalam kamar mandi?" tanya Reygen sambil meremas jari tangan Ayas.


"Gak tahu, aku merasa sangat lelah setelah kamu mengerjaiku semalaman. Pas mau mandi aku merasa pusing dan langsung gak tahu apa yang terjadi, tahu-tahu aku sudah terbaring disini!" jawab Ayas dengan wajah polosnya.


"Apa perlu kita ke dokter?" tanya Reygen.


"Tidak usah, paling kecapean ditambah 'kan semalam kita habis hujan-hujanan setelah dari makam bunda. Aku pasti masuk angin." jawab Ayas menolak saran dari Reygen.

__ADS_1


"Baiklah, yang penting kamu sudah baik-baik saja sekarang." Reygen tersenyum dan mengecup kening Ayas penuh kemesraan.


__ADS_2