BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Jangan Ikut Campur Sam!


__ADS_3

Jack hanya diam karena, ia juga belum mengetahui dimana Sung menyekap Tin.


“Anggota Dewan Jack. Kamu mengerti apa yang baru saja kamu lakukan?” ucap Sung.


“Belum terlambat untuk meminta maaf kepada….,” saut Sam.


“Jangan ikut campur, Sam!” potong Jack.


“Biar ku perjelas pada kalian. Bebaskan Bu Tin, atau kalian akan menerima resikonya. Sampai jumpa” lanjut Jack, lalu pergi bersama para polisi dan asistennya.


Saat Jack dan para polisi telah pergi dari sana, Sung kembali menuju ruang basement untuk memukuli Rosa dan menyuruh Sam untuk mengamankan mayat Tin.


Sung membawa sebuah balok sebelum menuju basement yang akan ia gunakan untuk memukul Rosa.


*PRAAK


*PRAAK


*PRAAK


Sung yang baru masuk ke ruangan itu, langsung memukul punggung Rosa, hingga Rosa mengerang kesakitan.


“Aduhh. Ayah. Maafkan aku, Ayah. Ampuni aku!” Rosa berlutut dan menahan Rasa sakit untuk memohon pada ayahnya.


“Kamu tidak berpikir? Jika kamu membebaskan Tin, Jack pasti melihatnya. Bayangkan, apa yang akan terjadi pada ayah. Setelah semua yang ayah lakukan untukmu, beraninya kamu meyusahkan ayah!”


*PRAAK

__ADS_1


“Sama seperti ibumu. Kamu tidak layak untuk hidup,” ucap Sung yang kembali memukul Rosa.


John yang berdiri di belakang Sung pun hanya bisa diam dan tak berani menolong Rosa.


“Matilah kamu sekarang!!”


*PRAAK


Sung kembali memukul anaknya hingga pingsan.


“Tuan. Mayat Tin sudah diurus,” ucap Sam yang kembali masuk setelah mengurus mayat Tin.


“Kurung wanita ini, alih-alih mengurung Tin,”


Sung menyuruh John untuk mengurung Rosa di sel basement tempatnya mengurung Tin sebelumnya.


John hanya diam saja dan tak tega mengurung Rosa di tempat itu.


John pun segera menuruti perintah Sung untuk mengurung Rosa ke dalam sel basement.


***


Jack yang baru sampai apartemen, ia melihat Lisa yang sedari tadi telah menunggu Jack di depan apartemennya.


Jack melihat raut muka Lisa yang sangat panik dan menyuruhnya untuk masuk ke dalam apartemennya.


Di apartemen Jack, Lisa menceritakan bahwa, Roy sudah mengetahui semua yang dilakukan termasuk ruang rahasia yang ia gunakan.

__ADS_1


Begitupun Jack, ia juga menceritakan, bahwa ia tak menemukan Tin saat menggeledah rumah Sung.


“Bu Tin…” ucap Lisa yang sangat khawatir dengan Tin.


“Polisi sedang mencari. Mari kita tunggu dengan sabar,” ucap Jack yang menenangkan Lisa.


“Apa terjadi sesuatu padamu, Lia?” tanya Jack.


“Pimpinan Roy, telah mengetahui ruang rahasiaku dan mengetahui semua yang aku rencanakan disana,” jawab Lisa.


“Apa dia mencoba menyakitimu?” Jack kaget dan mengkhawatirkan Lisa.


Lisa menggelengkan kepalanya dan…


“Perbuatanku sudah cukup kepadanya. Biarkan saja dia. Kuharap ini sisi terburuk satu sama lain. Maka, tidak akan ada yang lebih buruk.”


Setelah sekian lama mereka mengobrol, Lisa pun tertidur di sofa ruang tamu Jack saking lelahnya.


Jack pun mengambil selimut dan menutup badan Lisa yang tertidur agar tak kedinginan.


Lisa tertidur pulas dan terbangun saat esok paginya saat mendengar ponselnya yang berdering.


*KRIIING!!!!


Lisa terbangun dan mengangkat panggilan dari nomor yang tak dikenal itu.


Orang yang menelepon Lisa mengatakan, bahwa ia menemukan jasad Tin yang sudah tak bernyawa di pinggiran sungai saat ia akan memancing tadi malam.

__ADS_1


Orang itu juga yang langsung membawa Tin ke rumah sakit terdekat untuk segera diurus.


Lisa menjatuhkan ponselnya saat itu juga, karena syok saat mendengar kabar tentang Tin yang sudah meninggal.


__ADS_2