
Pagi yang cerah di TK Athfal, para wali murid berkumpul untuk membicarakan sebuah acara yang akan diadakan akhir tahun.
Saat Rosa berjalan memasuki ruangan, para wali murid berdiri untuk memberi selamat untuknya, atas terdaftarnya perusahaan IP ke bursa efek di Amerika.
Rosa terus berjalan sambil tersenyum kepada para wali murid dan duduk di bangku depan untuk memberikan sambutan sebagai perwakilan dari wali murid.
Begitupun dengan Lisa, ia terlihat yang baru datang untuk menghadiri pertemuan wali murid itu sekaligus mengantar Ayu.
Sebelum memasuki ruang pertemuan, Lisa bertemu dengan Nita dan Sinta yang mengajaknya untuk mengikuti rapat bersama para wali murid lainnya.
“Lisa, mari kita rapat bersama,” sapa Nita.
“Tentu. Omong-omong, kamu sudah mendengar kabar tentang Bu Rosa?” tanya Lisa yang dikiranya Rosa tidak akan datang ke rapat itu.
“Rosa? Dia sedang memberi sambutan di ruang rapat, sepertinya,” jawab Nita.
Lisa kaget dan tidak menyangka bahwa Rosa akan datang saat rapat.
Lisa masih mengira, bahwa Rosa akan menutup dirinya di kamar karena hubungannya dengan suaminya yang berantakan.
Mereka mulai berjalan bersama untuk menghadiri pertemuan rapat para wali murid itu.
Setibanya Lisa di ruangan, Rosa yang melihat Lisa pun memanggil asistennya untuk menyuruhnya pergi dari sana.
__ADS_1
“Silahkan pergi!” ucap asisten Rosa pada Lisa yang masih berdiri.
Tanpa menghiraukan asisten Rosa, Lisa terus berjalan mendekat ke arah Rosa.
Para wali murid hanya duduk diam karena tak ada yang berani membantah Rosa.
“Kenapa? Kenapa kamu mengusirku, Bu Rosa?” tanya Lisa di depan para wali murid.
“Kamu sudah tahu bahwa kamu telah membuatku marah,” jawab Rosa.
“Apa yang kulakukan hingga membuatmu marah?” tanya Lisa yang memancing emosi Rosa kembali.
Rosa pun berdiri dari kursinya dan berjalan menuju Lisa.
Rosa menampar Lisa di hadapan para wali murid yang hadir dalam rapat itu.
Para wali murid juga terkejut mengapa Rosa menampar Lisa.
“Kukira kamu akan menjelaskan alasannya disini,” ucap Lisa.
*PLASSSS!!!
“Astaga” ucap para wali yang datang.
__ADS_1
Rosa kembali menampar Lisa saat mendengar ucapannya.
“Beraninya kamu membantahku,” bentak Rosa.
Lisa hanya tersenyum dan tak mau membalas perbuatan Rosa karena tidak mau melibatkan semua orang yang ada disana.
“Kamu sudah memikirkan jawabannya? Kenapa hal seperti ini terjadi padamu?” tanya Lisa.
“Dasar wanita gila!” umpat Rosa.
Rosa pun membalikkan badannya ke para tamu undangan untuk menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa ia menampar Lisa.
“Dia tidak sopan belakangan ini, jadi, ku beri dia sedikit pelajaran. Saat kami menyiapkan acara bersama, selain tidak sopan, dia juga sering membantahku,”
“Benarkah? Aku tidak menyadari bahwa aku melakukan semua itu. Aku bahkan tidak pernah sekalipun membantahmu,” jawab Lisa dengan santainya.
Rosa kembali menghadap para wali murid untuk memberi peringatan kepada mereka.
“Aku tidak mau melihatnya di acara apapun itu. Sampai aku secara resmi memutuskan tindakanku terhadapnya, jika kalian baik kepadanya atau memasukkannya ke kelompok kalian, aku akan menganggapnya sebagai perlawanan terhadapku,”
Semua para wali murid hanya diam karena tak ada yang berani membantah Rosa sekalipun kepala sekolah.
“Astaga. Maafkan aku karena telah merusak suasana yang menyenangkan ini. Namun, memberi disiplin yang lebih untuk bawahanku juga sangat penting” ucap Rosa yang kemudian kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
“Kamu masih disini?” tanya Rosa yang melihat Lisa masih berdiri di ruangan itu.