
Keesokan harinya di pagi yang cerah, terlihat beberapa polisi lalu lintas yang mendatangi perusahaan IP Group untuk melaporkan, telah terjadi kecelakaan mobil.
Pihak polisi menjelaskan bahwa, salah satu mobil adalah milik perusahaan IP Group dan dikendarai oleh salah satu keluarga Roy.
Pihak polisi ingin mengetahui siapa yang mengendarai mobil itu dan menemui orang yang bertanggung jawab atas kejadian ini
Diwaktu yang sama, Roy baru datang ke kantornya dan mendengar semua percakapan para polisi dengan resepsionis perusahaan.
Roy marah saat mendengar kabar dari pihak polisi dan bergegas menuju ruang pribadinya.
“Apa yang dilakukan wanita gila itu? Kenapa dia harus melakukan itu disaat aku punya proyek besar? Sial,” ucap Roy yang marah setibanya di ruangan.
Asisten Roy pun juga mengikutinya ke ruangan.
“Kita tidak bisa membiarkan kabar ini tersebar ke media ataupun ke klien kita. Cegah semua media yang memberitakan bahwa istriku yang telah menyebabkan kekacauan ini, dan jangan biarkan polisi dan media masuk ke perusahaan,” ucap Roy pada asistennya.
“Baik, Pak,” jawab asisten yang langsung bergegas melaksanakan perintah Roy.
Begitupun di kediaman Sung. Disana juga terlihat beberapa polisi yang mendatangi rumahnya untuk masalah yang sama.
John ikut berdiri dibelakang Sung saat menyambut beberapa pihak polisi yang datang kesana.
John terlihat sangat cemas saat melihat polisi yang datang untuk menanyakan kejadian yang dia lakukan bersama Rosa semalam.
Diam-diam John pergi dari sana untuk mengabari Rosa yang masih berada di kamarnya.
__ADS_1
“Bu Rosa! Polisi datang kemari untuk menanyakan kejadian semalam,” ucap John yang berlari ke kamar Rosa.
“Berikan ponselmu!” pinta Rosa.
John pun mengeluarkan ponsel dan memberikannya pada Rosa.
*PRAAAK
*PRAAAK
*PRAAAK
Rosa menghancurkan ponsel milik John dengan membenturkannya ke dinding kamar lalu membuangnya ke tempat sampah.
“Apa ada jejakmu di perangkat elektronik milikmu? Atau kamu punya kontak denganku di tablet atau laptopmu?” tanya Rosa yang sangat panik.
Rosa pun mencengkram kerah kemeja John dan..
“Kita berdua tidak boleh ketahuan. Jika suami dan ayahku tahu, kita berdua akan mati,” ucap Rosa.
Rosa segera pergi diam-diam dari rumah Sung untuk menuju hotel sementara waktu.
Saat Rosa telah pergi, Sung mencari Rosa di kamarnya ditemani oleh John. Tapi, Sung tidak melihat Rosa berada di kamarnya.
“Dimana Rosa? Dia belum kembali?” tanya Sung pada John.
__ADS_1
“Dia berkata akan menginap di hotel untuk sementara waktu, sampai situasi mereda, Pak,” jawab John.
“Kenapa dia pergi selarut itu sampai menabrak mobil lain? Apa yang terjadi sampai dia terlibat kekacauan ini?” tanya Sung dengan nada tinggi pada John.
“Aku juga tidak mengerti, Pak,” jawab John yang berusaha menutupi.
“Pimpinan Roy datang, Pak,” ucap Sam yang menyusul Sung ke kamar Rosa.
Sung pun keluar dari kamar diikuti oleh Sam dan John untuk menemui Roy di ruang keluarga.
“Polisi lalu lintas yang menangani kasus tabrak lari ingin berbicara dengan Rosa. Dimana dia?” tanya Roy.
“Kenapa kamu mencarinya disini?” tanya balik Sung.
“Ayu sedang menunggu ibunya. Alih-alih ibu yang dia inginkan, polisi telah datang mencarinya. Menurut Ayah ini tidak serius?” ucap Roy.
“Kenapa kamu sendiri tidak bisa mengatur istrimu?” ucap Sung yang tetap kekeh.
“Apa ini juga salahku? Cepat beritahu aku dimana Rosa. Dia harus bertanggung jawab membereskan kekacauan yang telah dibuatnya sendiri,” ucap Roy menekan ayah mertua nya.
“Aku tidak tahu,” jawa Sung ketus,
“Ayah!!!” Roy membentak Sung.
“Astaga. Sudahlah. Ini saatnya kalian harus bekerja sama,” ucap Sam yang menengahi mereka berdua.
__ADS_1
“Rosa sedang berada di hotel. Aku akan membawanya kesini agar kalian bisa bicara dengannya dan menyelesaikan masalah ini. Aku yakin akan baik-baik saja,” lanjut Sam