BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Semua Dana Taktis Kita!


__ADS_3

Mereka berdua sangat terkejut atas diangkatnya Lisa menjadi Direktur Utama terutama Sung.


“APA?! Dia memimpin sebagai Direktur Utama? Apa yang dilakukan Roy Si Brengsek itu. Wanita itu akan mengetahui semua dana dan taktis kita!!!” teriak Sung.


“Pikirkan lah, Tuan. Wanita itu membuat lima produsen terbaik yang tidak pernah mau menyuplai kita sebelumnya menandatangani kesepakatan yang dibuat oleh wanita itu. Apakah wanita biasa bisa melakukan itu? Aku yakin dia bukan sembarangan wanita, Tuan” Sam yang juga ikut bingung.


“Astaga. Aduhh. Tensiku naik!!” ucap Sung kesakitan.


“Kamu baik-baik saja tuan?” Sam yang berdiri membantu memijat pundak Sung.


“Tenanglah, Tuan. Kami sudah menghitung dan kamu bisa mendapat jutaan Dollar dari gugatan cerai ini,” ucap salah satu pengacara.


“Jutaan Dollar? Itu jumlah yang sangat sedikit bodoh,” bentak Sung yang akan melempar pengacara itu menggunakan pot guci.


“Tenang lah, Tuan,” ucap Sam yang mencoba menenangkan Sung.


Setelah selesai mengurus gugatan cerai di rumah Sung, Para pengacara langsung mengadakan pers di suatu gedung untuk menyatakan gugatan.


Pers itu diliput oleh semua media dan wartawan hingga disiarkan langsung oleh stasiun TV.


Rosa yang melihat berita itu dari rumahnya terkejut dan marah-marah.


“Kapan aku menyatakan akan bercerai? Siapa yang menuntut itu?!” teriak Rosa di rumahnya.

__ADS_1


Asistennya pun hanya bisa diam dan sedikit menebak.


“Aku tidak tahu, Bu. Mungkin, Ayahmu lah yang menginginkan itu,” jawab asistennya.


“Siapkan mobilku!!!” bentak Rosa.


Asisten bergegas menyiapkan mobil untuk Rosa.


Sesampainya Rosa di rumah Sung, ia masuk rumah dan marah-marah kepada Sam yang saat itu sedang berada di ruang tamu.


“Aku sudah mengatakannya, bahwa aku tidak mau bercerai. Batalkan tuntutan itu sekarang juga!!!”


“Tenanglah, Rosa. Ayahmu telah rapat seharian penuh dan dia baru saja akan beristirahat. Pelankanlah suaramu,” ucap Sam.


“Aku tidak akan pernah setuju dengan itu,” Rosa yang masih terus berteriak hingga terdengar oleh Sung.


“Aku hanya ingin wanita itu menghilang. Aku akan melenyapkan wanita itu dari dunia ini!” Rosa malah membentak Sung.


*PLASSSS


“Sadarlah, Bodoh. Dasar wanita tidak berguna. Dia bukan sembarang wanita. Dia tidak seperti wanita lain, apalagi sepertimu yang selalu mengacau,” ucap Sam yang menampar Rosa.


“SIAL!!!” umpat Sung yang kemudian pergi meninggalkan Rosa untuk kembali beristirahat.

__ADS_1


***


Di rumah sakit tempat Jack dirawat, Lisa sedang mengunjungi Jack yang baru sadar dari pingsannya.


Lisa meminta waktu untuk mengobrol berdua dengan Jack pada asisten Jack yang dari kemarin menunggu disana.


“Sung ternyata ikut terlibat,” ucap Jack sembari membenarkan posisinya untuk duduk.


“Aku tahu itu. Mereka membunuh ibuku dan menutupinya. Begitulah itu terjadi hingga kejahatan mereka tetap sempurna,” sahut Lisa.


“Aku harus dan keluar dari sini untuk melindungimu,” ucap Jack yang khawatir tentang Lisa.


“Kita tidak boleh melakukan satu hal yaitu membunuh. Namun, setelah kupikir kembali, ada satu hal lain yang harus kita hindari. ‘CINTA,” ucap Lisa.


“Kenapa? Kenapa kamu mengatakan itu?” tanya Jack


“Lihatlah dirimu. Kamu telah menderita gara-gara itu.”


“Apakah kamu tidak menderita? Orang-orang berkata kehidupan ini penuh rasa sakit,” bantah Jack.


“Kehidupanmu tidak terasa sakit sebelum bertemu denganku,” jawab Lisa.


“Kehidupanku lebih senang saat aku bertemu kembali denganmu, Lia,” ucap Jack.

__ADS_1


Jack pun menghela nafas lalu memperbaiki posisinya untuk berbaring kembali.


“Pulanglah, Lia. Aku akan beristirahat,” ucap Jack.


__ADS_2