
Di rumah Lisa. Terlihat Lisa dan Tin yang sedari tadi mendengar semua percakapan Rosa, Sung dan Sam di ruang rahasianya.
“Sung sudah mulai terpancing. Kita bisa mengendalikan dan mengawasi operasi pencucian uang IP sekarang. Aku akan langsung menghubungi firma hukum. Benar perkataanmu, tidak ada salahnya mempercepat rencana ini,” ucap Tin.
Lisa hanya menganggukkan kepalanya tanpa menoleh.
“Kamu lebih baik dari dugaanku, Lia. Aku minta maaf, karena menyebutmu belum dewasa tempo hari. Aku sungguh minta maaf,” ucap Tin yang tersenyum pada Lisa.
“Kamu juga hebat, Bu Tin. Kamu mempertaruhkan nyawa dan seluruh hartamu untuk ini,” puji balik Lisa.
“Banyak berkas kita hanya masuk akal bagi beberapa orang. Jika tim legal IP Group tahu tentang gugatan ini, mereka mungkin mencurigaimu terlebih dahulu. Karena kamu tiba-tiba berteman dengan keluarga itu.”
“Aku khawatir kamu akan terkena dampaknya sebelum IP hancur dan publik mendengar soal ini. Menjauhlah dari Roy, Lisa. Agar kamu tetap aman,” kata Bu Tin menyarankan Lisa.
“Baiklah,” jawab Lisa yang ragu untuk menjauhi Roy.
***
Di kantor Jack, terlihat ia telah selesai rapat dengan para bawahannya. Saat mereka membereskan berkas-berkas yang ada di meja, Asisten Jack menanyai Jack.
“Apa pendapatmu tentang menjadi kepala sekretariat Presiden, Pak? Juru bicara presiden bertanya kepadaku, tapi aku tidak tahu apa-apa,” basa-basi asisten.
“Hmmm. Aku akan memikirkannya nanti. Beri aku beberapa hari lagi untuk memikirkannya,” jawab Jack.
__ADS_1
“Apakah hari ini adalah Hari Jangan Ganggu untukmu? Biasanya kamu butuh beberapa hari untuk membuat keputusan yang besar,” ucap asisten yang menebak-nebak.
Jack pun hanya tersenyum saat mendengar ucapan asistennya.
“Astaga. Tidak ada gunanya aku bertanya, tapi aku sangat penasaran tentang itu. Kamu menghilang seolah ditelan bumi selama Hari JG. Kamu mau kemana selama hari itu? Bisakah kamu memberitahuku?” ucap asisten Jack yang terus mengoceh penasaran.
“Hari JG berarti ‘Jangan Ganggu’. Jika aku memberitahumu, itu bukan hari JG lagi namanya, tapi hari bebas. Bukan begitu?” jawab balik Jack.
“Benar”
“Hahaha. Benar, Pak”
“Benar” ucap asisten dan para bawahannya sambil tertawa.
“Baiklah. Kalian boleh pulang,” ucap Jack.
Jack mengambil ponselnya dan menghubungi Lisa lewat SMS.
“Lia. Ini tentang permintaan kerja yang kukatakan tempo hari. Hubungi aku jika sempat” Jack mengirim pesan itu kepada Lisa.
***
Sore hari menjelang magrib. Rosa mendatangi sanggar milik Lisa. Disana sudah ada Nita, Sinta beserta partner menarinya sebelum Rosa datang.
__ADS_1
Nita dan Sinta membawa kue dan mengucapkan selamat untuk Rosa yang tempo hari berulang tahun.
“Bu Rosa! Kamu datang. Kamu tampak luar biasa” sapa Nita.
“Apa ini?” tanya Rosa yang melihat kue yang dibawa Nita.
“Maaf kami tidak ikut merayakan ulang tahunmu waktu itu,” jawab Nita.
“Terimalah ini. Kita tim tari dari ibu-ibu, harus selayaknya saling menjaga,” sambung Sinta.
“Ulang tahunku sudah lewat. Lupakan saja semua ini,” ucap Rosa ketus.
“Happy Birthday To You,”
“Happy Birthday To You,”
“Happy Birthday To You,”
Mereka pun malah menyanyikan itu untuk Rosa yang masih tidak menghiraukan.
“Jangan melampaui batas!” ucap Rosa dan menyuruh asistennya untuk meniup lilin.
“Terimakasih atas usahanya,” lanjut Rosa.
__ADS_1
“Kami juga membelikan sebuah hadiah untukmu. Ini dianggap tingkat tertinggi dari produk sejenisnya,” ucap Nita yang memberi sebuah kotak kado.
Rosa kembali menyuruh asistennya untuk mengambil dan membuka isi kado itu. Saat asistennya hendak membuka, ia terkejut dan menjatuhkan kado itu.