
Malam hari di apartemen Jack. Terlihat Jack yang sedang duduk di meja kerjanya. Ia kembali melihat foto-foto Lisa bersama Roy.
Jack masih berpikir, kenapa Lisa menutupi identitasnya dan tidak mau mengakui walau di depan Jack, yang dulu pernah menolongnya.
Pagi hari yang cerah di TK Athfal, Jack dan asistennya telah datang di TK itu. Ia pun langsung disambut oleh kepala sekolah, Rosa dan juga Lisa yang berada disana.
“Selamat datang Anggota Dewan Jack. Aku kepala sekolah di TK ini,” sapa kepala sekolah.
“Halo, Aku Jack. Senang bertemu denganmu,” sapa balik Jack.
“Aku Rosa, perwakilan wali murid di TK ini,” ucap Rosa yang memperkenalkan dirinya.
“Suamimu adalah seniorku dan aku belum sempat menyapanya. Aku senang setidaknya bertemu denganmu,’ ucap Jack.
“Aku sangat yakin suatu hari kita akan bertemu, dan hari inilah tepatnya. Terimakasih telah datang,” ucap Rosa.
Setelah selesai memberikan sebuah sambutan di TK, Jack dan Lisa berjalan di sekitar TK untuk mengobrol bersama.
“Aku sudah dengar tentang TK Athfal, tapi ini melampaui dugaanku. Aku tidak pernah merasakan masa kecil seberuntung anak-anak yang bersekolah disini,” ucap Jack.
“Benarkah begitu, Pak? tanya Lisa.
“Ya. Aku berada di panti asuhan saat kecil,” jawab Jack.
__ADS_1
“Kamu cukup terkenal, tapi ini kabar baru bagiku,” ucap Lisa yang masih berpura-pura tidak mengenal Jack.
“Aku menyembunyikan fakta itu selama ini. Karena, aku merasa itu tidak perlu aku ceritakan,” ucap Jack.
“Aku tidak pernah membayangkan itu karena awalnya kamu seorang pengacara,” ucap Lisa yang masih terus berpura-pura.
“Aku punya sponsor yang membiayaiku mengikuti ujian pengacara. Dia menjagaku bahkan setelah aku meninggalkan panti asuhan. Dan Lia yang kucari itu adalah putrinya,” lanjut Jack yang langkahnya terhenti.
Lisa yang mendengar ucapan Jack terkejut dan langsung memalingkan wajahnya.
“Bagiku, Dia sudah kuanggap seperti ayah kandungku. Dia sudah meninggal, tapi aku ingin membalas jasanya, setidaknya kepada putrinya,” ucap Jack sambil menatap mata Lisa.
Lisa hanya tertawa kecil dan mengalihkan pembicaraannya.
“Ada yang ingin kusampaikan padamu tentang Pimpinan Roy,” ucap Jack memotong omongan Lisa.
Jack pun mengeluarkan Stopmap dari tasnya dan memberikannya pada Lisa.
“Kenapa kamu memberikan ini padaku, Pak. Aku tidak berkaitan sama sekali dengannya?” tanya Lisa.
“Hhhhh. Lihatlah dahulu, lalu akan ku jelaskan nanti,” ucap Jack.
“Anggota Dewan Jack,” sapa Sam yang melihat Jack dari kejauhan.
__ADS_1
“Terimalah dahulu,” ucap Jack yang memberikan itu pada tangan Lisa.
Lisa yang melihat Sam datang langsung menerima berkas yang diberikan Jack, kemudian bergegas pergi.
Jack pun mendatangi Sam untuk mengobrol bersamanya.
“Terimakasih sudah datang ke TK Athfal, Pak” ucap Sam yang menundukkan kepalanya.
“Wanita itu, sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Kamu mengenalinya, Pak”? tanya Sam yang melihat Lisa berjalan pergi.
“Lama tidak bertemu, Manajer Umum Sam,” sapa Jack yang mengalihkan pembicaraan.
“Ahahahah. Aku merasa terhormat kamu mengingatku dari masa itu,” jawab Sam.
“Tentu saja aku masih ingat. Bagaimana aku bisa lupa?” tanya Jack menatap Sam.
Sebenarnya, Jack sudah mengetahui bahwa Sam adalah orang yang terlibat dalam kematian ayah Lisa.
Karena, sebelumnya mereka pernah bertemu saat Jack menyelamatkan ayah Lisa yang disiksa oleh Sam. Tapi, Jack berpura-pura melupakan masa itu.
“Kurasa kita ditakdirkan untuk bertemu lagi, Pak. Aku juga ketua yayasan Athfal,” jawab Sam.
“Oh, baiklah kalau begitu,” ucap Jack.
__ADS_1
“Mari, Silakan ikut aku masuk ke dalam,” ucap Sam mengajak Jack masuk ke dalam TK.