BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Kalung Berlian Mewah


__ADS_3

“Katakanlah sesuatu!!! Jangan hanya diam! Kalian membuatku semakin frustasi,” ucap Rosa pada asisten dan pembantunya.


“Aku yakin suamimu punya alasan, Bu. Dia akan menjelaskan saat kembali,” ucap asistennya.


“Begitukah menurutmu? lalu kenapa ia mematikan ponselnya? Panggil asisten pribadi suamiku kesini!!” ucap Rosa.


***


Di tempat Lisa dan Roy, terlihat Lisa yang sudah bangun dari tidurnya. Lisa memandangi Roy dan sesekali mengelus kepalanya saat Roy masih tidur.


Lisa berfikir, sepertinya ia benar-benar jatuh cinta kepada Roy. Lisa benar-benar dilema oleh keadaannya saat ini.


Apakah ia akan melanjutkan balas dendam dan menghancurkan Roy dan perusahaannya sekaligus, atau melupakan semuanya dan melanjutkan cintanya bersama Roy.


Beberapa saat kemudian, Roy bangun dan melihat Lisa yang sudah berganti pakain rapi di samping tempat tidurnya.


“Aku tidak mau membangunkanmu, tapi kamu harus pulang. Istrimu mungkin sudah menunggu di rumah,” ucap Lisa.


Roy pun duduk dan mengambil handphone nya untuk melihat jam. Pukul 8 pagi waktu menunjukkan di handphone nya.


“Aku tidur sampai sekarang? Aku tidak pernah tertidur pulas sebelumnya. Akhirnya kini aku bisa merasakan kembali tidur pulas setelah sekian lama,” ucap Roy kebingungan.


Lisa hanya tersenyum saat mendengar ucapan Roy.


Roy pun bergegas beranjak dari tempat tidur dan berganti pakaian yang ia pakai saat datang kemarin.

__ADS_1


Sebelum Roy pergi dari sana, ia memberikan HP baru dan kalung berlian yang terlihat sangat mahal untuk Lisa.


“Ambilah ini, agar kita tetap bisa berhubungan diam-diam,” ucap Roy yang memberikan HP baru pada Lisa.


Lisa pun menerima HP pemberian dari Roy.


“Bolehkah aku menelponmu juga?”


“Tentu saja, aku akan menunggu telepon darimu,” ucap Roy.


Kemudian, Roy mengambil kotak perhiasan berisi kalung berlian dan memasangkannya di leher Lisa.


Lisa pun kaget saat melihat kalung berlian yang sangat mewah itu.


“Ini terlalu mewah. Aku tidak berani memakainya di depan umum, sepertinya,” ucap Lisa yang memegangi kalung yang sudah terpasang di lehernya.


Roy pun bergegas menuju mobilnya untuk pulang ke rumah.


***


*PLASSSS


Rosa menampar pipi asisten pribadi Roy, karena tidak becus mengawasi dan mengikuti kemana perginya Roy.


“Aku tidak menyuruhmu untuk menyelamatkan negara ini. Tugasmu hanya mengikuti kemana perginya suamiku. Apakah itu sulit bagimu?” ucap Rosa yang marah-marah.

__ADS_1


“Aku minta maaf, Bu,” ucap asisten pribadi Roy.


*PLASSSS


Rosa kembali menampar pipi asisten pribadi Roy hingga memerah.


“Kamu meminta maaf?’ ucap Rosa yang semakin marah.


Asisten pribadi Roy hanya dan menundukkan kepalanya dan tidak berani menjawab perkataan Rosa.


Saat Rosa akan menampar lagi, terdengar mobil Roy yang baru datang. Rosa pun mengurungkan niatnya untuk menampar.


Saat Roy masuk ke dalam rumah, Roy melihat sekeliling rumahnya yang telah berantakan dan pecahan kaca yang berserakan di lantai rumah.


“Kekacauan apa ini? Kamu yang melakukan ini semalam?” tanya Roy.


“Lalu, kapan lagi? Kamu tidak pulang semalaman,” jawab Rosa.


“Kalian, pulanglah,” Roy menyuruh pembantu dan asisten pribadinya untuk kembali pulang.


“Sayang,”


“Cepat Pulang!!!” teriak Roy.


Para pembantu dan asisten pribadi Rosa dan Roy pun bergegas pulang, karena tidak mau ikut campur dengan urusan pribadi majikannya.

__ADS_1


Kini hanya tinggal Roy dan Rosa yang berada di rumah. Roy pun berjalan menyingkirkan pecahan kaca di lantainya, lalu duduk di sofa.


__ADS_2