
Saat Rosa akan mencium John di atas kasur.
*KRINGGG!!!
Handphone Rosa berdering. Rosa segera beranjak dari kasur nya dan mengangkat telepon itu. Telepon itu berasal dari rumahnya. Pembantu Rosa yang menelpon, dan mengabari bahwa Roy pulang lebih awal.
“Ada apa?” tanya Rosa.
“Pimpinan Roy pulang lebih awal, Bu,”
“Baiklah,” jawab Rosa singkat.
Rosa segera memakai pakaiannya kembali dan memperbaiki riasannya, saat Rosa sedang mengaca, ia melihat bekas ciuman John di lehernya.
“Kamu meninggalkan bekas luka di leher!!!” bentak Rosa.
“Dasar bodoh, sial,”
“Maafkan aku, Bu,” ucap John yang langsung berdiri.
“Sudah kubilang padamu, jangan meninggalkan bekas apapun,”
__ADS_1
Rosa menutupi bekas ciuman John dengan bedak, dan menutupinya menggunakan syal, lalu pulang ke rumahnya.
Sesampainya Rosa di rumah, ia melihat Roy yang sedang menidurkan Ayu di ruang keluarga.
“Sayang, Ayu sudah tidur?” tanya Rosa yang ketakutan.
Rpy hanya diam dan menatap mata Rosa.
“Aku terlambat pulang karena bertemu dengan Ayahku. Wajahku juga memerah karena, aku masih kesal dengan omelan Ayahku,” ucap Rosa yang beralasan.
“Pergilah ke kamar dan segera tidur. Aku akan menggendong Ayu ke kamarnya,” ucap Roy.
Setelah menggendong Ayu ke kamarnya, Roy kembali ke ruang kerja pribadinya. Ia memeriksa kembali ruang kerjanya, yang telah dimasuki oleh Lisa.
Roy masih berpikir, mungkinkah Lisa mencari sesuatu di ruang pribadinya, atau ad hal lain yang diinginkan oleh Lisa.
***
Sabtu malam di acara pertunjukan Lisa, Roy datang ke pertunjukkan itu untuk menemui Lisa. Roy datang menggunakan celana panjang berwarna hitam, kaos berkerah panjang dan jaket jubah panjang hingga lutut.
Roy terlihat gagah dengan pakaian itu, karena postur tubuhnya yang juga memadai.
__ADS_1
Ia langsung bergegas ke belakang panggung untuk menemui Lisa. Di belakang panggung Lisa terlihat sangat cantik dengan gaun balet berwarna merah, serta sedikit make up, dan rambut yang diikat cepol.
Saat Lisa sedang mengaca di cermin, ia melihat Roy yang masuk ruang belakang panggung. Lisa pun membalikkan badannya ke Roy yang berjalan mendekatinya.
“Kamu tahu, apa yang akan terjadi jika aku terpikat rayuanmu? Aku akan memperlakukanmu seperti orang rendahan dan hanya membutuhkanmu saat aku merasa kesepian. Kamu tidak keberatan?” ucap Roy serius.
Lisa hanya diam tanpa menjawabnya.
“Aku akan memberimu kesempatan untuk lari menjauhiku. Untuk tetap menjadi istri yang baik dalam ingatan Suamimu, agar tidak diperlakukan seperti orang rendahan,” lanjut Roy.
Lisa berjalan mendekati Roy dan menutup tirai gorden dari belakang panggung.
“Aku tidak akan lari menjauhimu. Aku sangat menginginkanmu,” ucapnya.
Roy langsung mencium bibir Lisa setelah mendengar ucapan Lisa itu. Mereka pun berciuman di belakang panggung di balik tirai gorden yang menutupinya dari penonton.
Mereka berdua menutup mata saat berciuman dan menikmatinya satu sama lain. Begitupun Lisa yang hanya pasrah saat Roy mencium bibirnya.
Setelah beberapa saat mereka berciuman, Roy membuka matanya dan berhenti mencium bibir Lisa, kemudian mendorong Lisa hingga terjatuh di lantai.
“Beraninya orang sepertimu melewati batas. Beraninya orang sepertimu mendekatiku. Kamu tidak keberatan jika aku memperlakukanmu seperti orang rendahan? Kalau begitu, rasakanlah sendiri. Datang dan pergi sesuai perintahku. Saat kusuruh menunggu, jangan beranjak dari tempatmu. Seperti anjing yang menunggu pemiliknya,” ucap Roy yang langsung pergi meninggalkan Lisa yang masih tersungkur di lantai.
__ADS_1