BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Mayat Ibu Tin Dikremasi


__ADS_3

Begitupun dengan Jack yang sudah menyiapkan teh hangat dan sarapan pagi untuk Lisa, sangat terkejut saat mendengar kabar itu.


Mereka berdua pun bergegas menuju rumah sakit tempat jenazah Tin, untuk menjenguknya.


Sesampainya Lisa dan Jack di kamar mayat, Lisa memegang tangan Tin dan mengatakan…


“Tangannya dingin.”


Lisa pun menangis sejadi-jadinya saat itu.


Jack yang melihat Lisa menangis, hanya diam dan tak mencoba untuk menenangkannya.


Jack membiarkan Lisa menangis hingga berhenti dari tangisannya, lalu menenangkannya.


Saat Lisa sudah mulai tenang, dan melepaskan mayat Tin untuk segera dikremasi, pihak rumah sakit memberikan pakaian yang ditinggalkan oleh Tin serta barang-barang yang ia bawa saat itu.


Lisa membuka kotak itu dan melihat baju Tin berlumuran darah yang sudah mengering dan mendapati sebuah alat perekam darurat di kantong celana Tin.


“Ini alat perekam darurat,” ucap Lisa yang memegang alat itu.


Mereka berdua segera kembali ke apartemen Jack dan memutar rekaman itu.

__ADS_1


Alat perekam itu sengaja dibawa oleh Tin dan dinyalakannya, untuk merekam semua orang ucapan saat Sung menyekapnya.


Sesampainya Lisa dan Jack di apartemen, Lisa langsung memutar rekaman itu di laptop milik Jack.


Dan benar saja, terdengar semua ucapan Rosa, Sung, dan Sam sejak pertama kali mereka menyekapnya sampai saat Sam membuang mayat Tin di pinggir pantai.


Lisa kembali menangis histeris, saat Sung membicarakan tentang kejadian 10 tahun lalu, wanita yang pernah di sekap oleh Rosa di ruangan itu hingga meninggal akibat kelaparan.


Lisa menangis histeris karena, wanita yang dimaksud Sung adalah ibu kandungnya sendiri.


***


*TOK TOK


Asisten pribadi Roy masuk ke ruang kerjanya dan melaporkan kejadian bahwa Tin telah meninggal.


“Pak, Tin dikabarkan sudah meninggal,” ucap asistennya.


Roy sangat terkejut ketika mendengar kabar dari asistennya itu.


“Siapkan mobil!!” perintah Roy yang kemudian bersiap untuk mendatangi tempat penghormatan terakhir.

__ADS_1


Sesampainya Roy disana, terlihat banyak orang yang sudah berada disana termasuk beberapa orang yang menuntut IP Group.


Orang-orang yang menuntut IP, sangat sinis pandangannya ketika melihat Roy Pimpinan IP, datang ke tempat penghormatan.


Tanpa memperdulikan orang-orang itu, Roy langsung masuk ke ruang mendiang dan melihat Lisa yang sedang terduduk diam disana.


Setelah memberi penghormatan terakhir untuk mendiang, Roy berbicara dengan Lisa yang juga ikut berdiri saat Roy memberi penghormatan.


“Ini mendadak sekali. Aku tidak tahu harus berkata apa. Turut prihatin kepada mendiang,” ucap Roy pada Lisa.


“Sebelum meninggal, Bu Tin memberitahuku bagaimana ibuku, istri pemilik perusahaan IKIP, meninggal. Bu Tin selalu membawa alat perekam portabel kecil. Kalian tidak akan tahu soal itu,” ucap Lisa.


“Kalian? Siapa yang kamu maksud?” tanya Roy yang bingung.


“Rosa, Sung, Sam, dan kamu, Roy,” jawab Lisa.


Lisa mengambil ponselnya dan menyetel semua rekaman, pembicaraan Sung yang membunuh Tin dan Rosa yang menyiksa ibu Lisa kala itu.


Beberapa saat setelah mendengar seluruh rekaman itu, Roy sangat kaget dan tak menyangka bahwa keluarga Sung melakukan perbuatan keji itu. Roy benar-benar tidak tahu akan hal itu selama ini.


“Aku sungguh tidak tahu soal itu. Aku berani bersumpah. Percayalah padaku. Aku sungguh tidak mengetahui hal itu. Mereka mungkin menyembunyikan itu dariku,” ucap Roy yang meyakinkan Lisa.

__ADS_1


__ADS_2