
Setelah mereka berbincang bersama, Lisa dan Blind pamit pulang karena hari sudah mulai malam. Roy mengantar Lisa dan Blind sampai depan gerbang rumahnya.
“Maaf karena bertamu lebih lama, Pak,” ucap Blind.
“Tunggu sebentar disini, Sayang. Aku akan mengambil mobil di parkiran,” ucap Blind.
Blind pun meninggalkan Lisa dan Roy di depan gerbang. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Lisa untuk berbicara berdua dengan Roy.
“Kamu mau datang sabtu ini, Pak? Aku akan mengundangmu ke pertunjukanku,” ucap Lisa.
Roy hanya diam saat ditanya Lisa, yang membuat Lisa melangkah mendekatinya.
“Jika kamu bisa datang, kita bisa berdua saja disana,” ucap Lisa yang melangkah mendekati Roy.
Roy terkejut dan langsung menatap mata Lisa, saat mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Lisa.
Sebelum Roy sempat menjawab, Blind telah datang membawa mobil yang telah diambilnya dari tempat parkir. Lisa pun masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Roy.
***
Keesokan harinya, terlihat Rosa yang datang ke sanggar balet Lisa untuk berlatih menari.
Rosa mengenakan seragam balet berwarna coklat dan Lisa menggunakan seragam berwarna putih. Mereka berdua tampak cantik dan anggun saat mengenakan pakain itu.
Setelah beberapa saat Lisa mengajari Rosa menari balet, Nita dan Sinta juga datang ke sanggar itu untuk bergabung.
__ADS_1
“Halo, Bu Rosa. Halo Lisa,” ucap mereka berdua yang baru datang.
Lisa menyapa balik dengan menundukkan kepalanya. Wajah Rosa langsung berubah muram ketika melihat Nita dan Sinta yang datang.
Ternyata ini semua telah direncanakan oleh Lisa. Lisa sengaja mengajak Nita dan Sinta bersekongkol untuk menghina Rosa dan menjatuhkan nama baiknya.
Lisa mengajak Rosa, Nita dan Sinta duduk bersama di ruang tunggu untuk membicarakan pertunjukkan balet yang akan mereka ikuti.
“Kita akan berlatih selama sebulan, lalu mengadakan pertunjukan kecil. Pilihlah gaun yang ingin kalian pakai,” ucap Lisa sembari memberikan beberapa pilihan gaun dalam bentuk foto.
“Pertunjukan setelah satu bulan belajar? Bukankah itu terlalu terburu-buru?” tanya Nita.
“Benar sekali, itu waktu yang sangat mepet. Kamu masih berusia dibawah 30-an, Lisa, sedangkan kami sudah 30-an lebih,” timpal Sinta.
“Itu waktu yang sangat cukup. Aku yakin kalian bisa melakukan itu,” jawab Lisa meyakinkan.
Disaat mereka sedang asyik berkenalan, Lisa mendapat telepon dari anggota dewan Jack.
“Anggota Dewan, Jack?” sapa Lisa di telepon.
Seketika Rosa kaget saat Lisa menyebut anggota Dewa Jack.
“Terima kasih, Pak. Aku akan menjadwalkan pertemuan untukmu besok,” ucap Lisa yang menutup teleponnya.
Setelah selesai membicarakan pertunjukkan yang akan mereka lakukan, mereka pun pergi dari sanggar balet Lisa untuk melanjutkan kegiatannya masing-masing.
__ADS_1
***
Di kediaman Sung, terlihat Rosa dan Sam yang berada disana untuk membicarakan sesuatu.
Rosa memberitahu Sung bahwa, Anggota Dewan Jack bersedia datang ke TK Athfal untuk mengisi sebuah acara.
“Kamu serius, Jack akan berada di Athfal?” tanya Sung.
“Benar, Ayah. Dia akan menjadi pembicara untuk sebuah acara di Athfal,” jawab Rosa.
Sung dan Sam pun terkejut ketika mendengarnya. Karena, Jack adalah orang yang sangat sulit dibujuk dan dirayu, sekalipun orang berpengaruh yang membujuknya.
“Apa dia tahu kamu perwakilan wali murid?” tanya Sung.
“Tentu saja dia tahu, Ayah. Dia sangat teliti dalam segala hal,” jawab Rosa.
“Wahhh, aku sangat terkejut mendengarnya. Bagaimana kamu bisa mendatangkannya, Rosa?” tanya Sam.
“Aku punya seseorang yang istimewa layaknya Ayahku memilikimu,” jawab Rosa yang berbangga diri karena berhasil mendatangkan Jack.
“Siapa itu? Aku sangat penasaran siapa orang itu,” tanya Sung.
“Nanti akan aku perkenalkan padamu, Ayah,” jawab Rosa yang tersenyum pada ayahnya.
“Ayah masih tidak percaya padaku?” tanya Rosa dengan membanggakan dirinya.
__ADS_1
“Bukan begitu. Kamu lah yang terbaik, bahkan aku pun tidak bisa membujuk atau mengundangnya selama bertahun-tahun,” ucap Jack yang tertawa senang karena anaknya berhasil membujuk Jack.