BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Telepon Ayahmu Sekarang!


__ADS_3

“Ibu!” panggil Ayu yang baru memasuki kamar yang Rosa hancurkan.


Rosa menghentikan pekerjaannya dan mengambil ponselnya lalu menyuruh Ayu untuk menelpon ayahnya.


“Telepon ayahmu dan suruh untuk pulang ke rumah sekarang!” ucap Rosa sembari memberikan ponselnya pada Ayu.


“Cepat!!!” bentak Rosa sambil menggenggam tangan Ayu.


Ayu pun menangis karena dibentak oleh Rosa. Lisa yang panik langsung menenangkan Ayu dan mengajaknya keluar dari kamar itu.


“Biar aku yang menelponnya, Kak. Aku akan berbicara dengan pimpinan,” ucap Lisa yang mengambil ponsel Rosa.


“Tidak apa-apa Ayu,” lanjut Lisa yang menenangkan dan menggendong Ayu keluar dari sana.


Lisa menelpon Roy beberapa kali menggunakan ponsel Rosa, tapi Roy tidak mengangkatnya.


Lalu, ia menelpon Roy dengan ponsel yang Roy berikan tempo hari, dan Roy pun mengangkatnya.


“Aku sangat merindukanmu. Sehari sama seperti tahun rasanya,” ucap Roy ditelepon.


“Pak, ini Ibunya Nisa. Kurasa kamu harus pulang. Ayu sedang menangis dan Istrimu sedang marah-marah,” balas Lisa.

__ADS_1


“Baiklah, aku akan segera pulang,” ucap Roy yang menutup teleponnya.


Ketika Roy telah sampai rumahnya, ia melihat seisi rumahnya yang sangat berantakan.


Roy melihat Lisa yang membersihkan serpihan kaca dan menyingkirkan barang-barang yang berserakan, serta Ayu yang berdiri di dekat pintu yang baru berhenti menangis.


“Apa yang terjadi?”


“Apakah kamu baik-baik saja?” ucap Roy yang baru masuk ke dalam rumahnya.


“Bu, Rosa. Pimpinan datang,” panggil Lisa pada Rosa.


*PYAAR!!!


“Ayu, kamu baik-baik saja? Apakah kamu terluka?” tanya Lisa pada Ayu.


“Ayu, pergilah ke kamarmu!” teriak Rosa yang memotong perkataan Lisa.


“Ayu, jangan bergerak. Kamu bisa terluka jika bergerak,” ucap Roy yang masih memeluk Ayu.


“Apa yang kamu lakukan!!!!” Roy meneriaki Rosa di depan Ayu dan Lisa.

__ADS_1


“Kamu membentakku, Sayang? Kamu membentakku saat kita tidak berdua, di depan istri bawahanmu sendiri?” ucap Rosa yang semakin frustasi karena Roy membentaknya.


Ayu pun menangis sejadi-jadinya ketika melihat orang tuanya bertengkar.


“Jangan menangis, Ayu. Semua akan baik-baik saja. Berhentilah menangis, Nak,” ucap Roy yang menenangkan Ayu.


Lisa pun berdiri dan menghampiri Rosa untuk menenangkannya.


“Kamu bisa terluka karena pecahan kacanya, Kak. Mari kuantar ke kamarmu. Ini semua untuk keselamatanmu, Kak” ucap Lisa yang menuntun Rosa ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, Rosa berbaring di kasur dan Lisa membuatkan teh untuk Rosa.


“Kamu melihat suamiku saat membentakku tadi, Lisa? Kamu melihat mata nya tadi?” tanya Rosa dengan muka melas.


“Aku tidak memperhatikannya, Kak,” jawab Lisa sambil menuangkan teh ke dalam gelas.


“Minumlah ini, Kak. Ini teh yang dicampur dengan akar valerian. Ini akan menenangkanmu,” ucap Lisa yang memberikan gelas berisi teh pada Rosa.


Rosa mengganti posisinya untuk duduk dan mengambil teh lalu meminumnya. Rosa memberikan kembali gelas berisi teh pada Lisa setelah meminumnya.


“Aku tidak bisa membiarkan ini, Lisa. Ini bencana. Mereka yang merusak pesta ulang tahunku harus diberi ganjaran. Aku ingin bertemu Nita dan Sinta beserta para partner menarinya secara pribadi, Mengerti?” ucap Rosa.

__ADS_1


Lisa pun hanya menganggukan kepalanya tanpa berucap.


“Beraninya mereka melakukan ini kepadaku,” lanjut Rosa yang nafasnya tidak karuan karena syok.


__ADS_2