BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Jangan Mendekat, Tetap Disana!


__ADS_3

“Jangan mendekat. Tetap disana!!” ucap Lisa yang ketakutan sambil mengacungkan gunting.


“Kenapa? Setelah apa yang kamu lakukan, kini kamu takut?” ucap Roy yang berhasil memegang tangan Lisa dan mengambil gunting dari tangannya.


*BUUKK!!


Roy tak sengaja mendorong Lisa hingga terjatuh dan membentur meja.


Lisa pun tersungkur jatuh dan kesakitan.


Setelah melihat Lisa kesakitan, Roy menyesal telah mendorong Lisa karena terbawa emosi yang disebabkan oleh Lisa sendiri.


“Apa yang telah aku lakukan?” gumam Roy.


“Kamu tidak apa-apa? Kamu baik-baik saja? Maafkan aku,” ucap Roy yang langsung menolong Lisa.


“Jangan sentuh aku! Menjauhlah dariku!!!” ucap Lisa yang merangkak menjauh dari Roy.


Roy terduduk dan mulai menangis saat membayangkan apa yang telah ia lakukan dan apa yang telah dilakukan oleh Lisa padanya.


Perasaannya bercampur aduk dari sedih, marah dan benci saat mengingat kembali apa yang telah terjadi padanya.

__ADS_1


“Saat kamu berhasil merayuku, sepuas apa kamu mengejekku? Kamu bergembira, karena mendapatkan keinginanmu? Aku sangat mencintaimu, tapi kamu malah menusukku dari belakang. Untuk kali pertama dalam hidupku, aku membuka diri pada seseorang. Apakah ini konsekuensinya?” ucap Roy yang terduduk di lantai sembari mengusap air matanya.


Lisa hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Lisa terlihat sangat menyesali perbuatannya karena telah melakukan itu semua pada Roy yang sebenarnya, Lisa juga memiliki perasaan pada Roy.


“Apa Anggota Dewan Jack terlibat dalam hal ini? Kalian bekerja sama untuk melakukan ini?” tanya Roy.


“Dia tidak tahu soal ruangan ini. Jangan salahkan dia!” jawab Lisa yang masih menahan sakit akibat terbentur meja.


“Kamu membutuhkan kontrak IKIP. Dimana kontrak itu berada?” tanya Roy yang kemudian berdiri dan berjalan mendekati Lisa.


“Tidak ada padaku!” jawab Lisa yang juga ikut berdiri ketakutan.


“Jangan mendekat! Menjauhlah!!!” teriak Lisa yang langsung mematikan lampu ruangan dan mendorong Roy hingga kepalanya terbentur dinding hingga tak sadarkan diri.


Saat Lisa sudah berlari keluar dari ruangannya, ia baru menyadari bahwa Roy sudah tak mengejarnya kembali.


Lisa kembali menuju ruangan rahasianya dan menyalakan lampu ruangan.


Lisa sangat terkejut saat melihat Roy yang tergeletak tak sadarkan diri di lantai.


Ia sangat menyesal mendorong Roy hingga tak sadarkan diri. Lisa bingung harus berbuat apa saat itu.

__ADS_1


“Kamu baik-baik saja, bukan? Maafkan aku.”


Lisa pun mengambil ponsel milik Roy dan menelpon asisten Roy dan menyuruhnya menjemput Roy yang berada di rumahnya.


Kemudian, Lisa segera bergegas pergi dari rumah itu setelah menelpon asisten Roy.


***


Di kediaman Sung, terlihat Sung, Sam dan John yang mengawal sedang berada di ruang bawah tanah untuk mengintrogasi Tin yang masih disekap disana selama beberapa hari.


Tin yang dalam kondisi setengah sadar pun tak mau menjawab apapun pertanyaan dari Sung.


Sung sangat marah dan jengkel karen Tin juga tidak mau membuka mulutnya walaupun sudah ia pukul berkali-kali.


Sung dan Sam meninggalkan Tin disana dan segera mencari cara lain untuk mencari tahu siapa saja yang terlibat dalam hal ini.


Saat mereka berdua telah pergi, John mengirim pesan pada Rosa untuk memberitahu bahwa Sam dan ayahnya telah pergi dari tempat itu.


Rosa pun bergegas menuju ruangan itu untuk membebaskan Tin dan mengembalikannya pada Lisa.


Rosa menyuruh John untuk membuka ikatan Tin dan menggendongnya keluar dari sana.

__ADS_1


__ADS_2