BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Bukti Kuat Dari Jack


__ADS_3

Lisa sudah berada di rumahnya. Ia langsung membuka berkas yang diberikan Jack bersama ibu angkatnya.


Berkas itu berisi tentang investigasi perusahaan IP Group dan data diri Roy yang tidak diketahui banyak orang.


“Anggota Dewan Jack memberikan ini padamu?” tanya Tin.


Lisa hanya mengangguk dan terus membuka, melihat semua isi berkas itu.


Ternyata Roy bukanlah anak kandung dari ayahnya, Roy merupakan anak dari pelayan ayahnya yang dibesarkan olehnya saat ini. Tapi, Publik belum mengetahui identitas asli Roy.


Roy dibesarkan oleh ayah angkatnya saat itu dan dipercaya untuk mengelola perusahaan karena kecerdasan dan keahlian Roy dalam mengelola perusahaan, daripada anak kandungnya sendiri.


“Tidak ada konglomerat di Kota Malang yang mewariskan perusahaannya kepada ahli waris yang tidak sah. Biasanya, perusahaan diberikan kepada putra sulung yang sah. Jika Roy bukan ahli waris yang sah, maka rencana kita mungkin salah,” ucap Tin.


Lisa hanya diam saat mendengar ucapan Tin. Sepertinya, ia sedang memikirkan kembali saat Rosa menceritakan masalah saham yang akan diberikan oleh ayah mertuanya.


“Kita hendak menghancurkan IP Group dengan mendekati Pimpinan Roy. Tapi jika dia bukan ahli waris yang sah maka….”  lanjut Tin.


“Aku mau keluar rumah untuk mencari udara segar,” ucap Lisa yang meninggalkan Tin.


***


Pagi hari di sanggar balet Lisa, terlihat Nita dan Sinta yang berlatih menari dengan partner laki-lakinya, terkecuali Rosa yang sedang duduk dan minum teh di meja bersama Lisa.

__ADS_1


“Vulgar sekali mereka. Lihat itu,” ucap Rosa membicarakan Nita dan Sinta yang sedang berdansa dengan partnernya.


“Apa maksudmu, Kak?” tanya Lisa.


“Mereka berdua terlihat sangat ingin menari dengan pria lain. Sungguh tidak berkelas,” lanjut Rosa yang terus menghina Nita dan Sinta.


“Tahukah kamu, Kak. Menari adalah suatu bentuk pemberontakan? Orang yang mematuhi aturan tidak akan menari,” ucap Lisa.


“Lantas?” tanya Rosa yang kebingungan apa maksud ucapan Lisa.


“Ku kira kamu ingin menghancurkan aturan. Agar kamu bisa menjadi pengantin baru lagi, dan mempunyai putra sebelum Kakak Iparmu. Berlatihlah menari disini, Kak. Agar kamu bisa menghancurkan aturan dan mendapatkan semua keinginanmu,” ucap Lisa seakan menghipnotis meyakinkan Rosa.


Rosa terlihat sangat yakin dengan ucapan Lisa, ia pun bersemangat untuk latihan menari.


“Kamu mau mulai sekarang, Nyonya?” ucap Partner Rosa sambil mengulurkan tangannya.


Rosa mulai berdiri dan memegang tangan partnernya untuk menari. Lisa mengedipkan matanya untuk Rosa yang akan mulai menari.


Mereka bertiga pun mulai menari dengan partnernya masing-masing.


Beberapa jam kemudian, mereka telah usai berlatih menari. Nita dan Sinta langsung pamit pulang, dan Rosa menetap di sana untuk istirahat sebentar dan mengobrol dengan Lisa.


“Astaga, Kak. Kamu terlihat cantik sekali walau sedang berkeringat,” puji Lisa yang melihat Rosa berkeringat setelah selesai menari.

__ADS_1


“Benarkah? Menari dengan pasangan itu seru. Aku sangat bersemangat tadi,” ucap Rosa.


“Kamu harus segera menelpon suamimu, dan bertanya kapan ia akan pulang dan menjemputmu,” ucap Lisa.


Saat Rosa menelepon Roy untuk segera datang menjemput nya, Roy tidak mengangkat telepon dari Rosa.


“Menyebalkan sekali,” ucap Rosa kesal karena Roy tidak mengangkat teleponnya.


“Mungkin Pimpinan sedang sibuk, Kak,” ucap Lisa yang menenangkannya.


Rosa hanya diam karena kesal. Kemudian, ia menelpon seseorang, yang sepertinya mencurigakan.


“Halo, Dokter Jun. Aku butuh konsultasi hari ini. Aku akan segera kesana setelah urusanku selesai. Baiklah,” ucap Rosa yang kemudian menutup telponnya.


Lisa yang mendengar pembicaraan Rosa pun sudah curiga, mengenai siapa yang disebut Rosa ‘Dokter’ dalam teleponnya.


Rosa menyuruh Lisa menjemput dan mengantar Ayu untuk pulang ke rumahnya, dan ia akan menemui seseorang yang disebutnya ‘Dokter’ itu.


“Aku meminta tolong padamu untuk menjemput dan mengantar Ayu ke rumahku. Karena, aku akan pergi berkonsultasi dan pulang ke rumah setelah itu,” ucap Rosa sambil memperbaiki riasannya.


“Baiklah, Kak. Aku akan menjemput dan mengantar Ayu ke rumahmu,” ucap Lisa.


Kesempatan itu dimanfaatkan Lisa. Ia bisa leluasa untuk masuk dan menggeledah rumah Roy, ketika Rosa dan Roy sedang tidak berada di rumah.

__ADS_1


__ADS_2