
“Sayang. Ada paket di depan rumah kita, sepertinya ini untukmu. Tom dari perusahaan IKIP tertulis disini. Siapakah ini, Sayang?” ucap Lisa yang berpura-pura tidak tahu.
“APA!” ucap Blind terkejut.
“Mengapa kamu sangat terkejut?” tanya Lisa.
“Mari kita buka bersama,”
“Tidak!” potong Blind yang langsung mengambil paket itu.
Blind sepertinya takut ketahuan akan perbuatannya di masa lalu yang berkaitan dengan kematian ayah Lisa.
“Ada apa, Ayah?” tanya Nisa yang kebingungan.
“Maafkan aku, Sayang, Ibu. Kurasa paket ini dikirim ke alamat yang salah. Aku akan menelpon kantor pos dan mengembalikannya,” ucap Blind yang pergi keluar rumah untuk menjauhkan paket itu dari Lisa.
Lisa dan ibu angkatnya saling melempar senyum ketika melihat Blind mulai ketakutan akan perbuatannya di masa lalu.
Lisa pun segera menuju ruang rahasianya di bawah tanah untuk kembali mendengarkan percakapan di rumah Sung yang telah ia beri penyadap di setiap sudut ruangan.
Setelah Lisa mengetahui apa yang akan Sung rencanakan, ia menyimpan semua rekaman percakapan itu dalam satu flashdisk.
Lisa mencoba kembali mengingat dan menulis kode akses untuk masuk ke ruang rahasia Roy, saat melihat Ayu memasukkan kode tempo hari.
Lisa menuliskan beberapa kode dalam sebuah kertas untuk ia ingat kembali dan menyimpannya jika suatu saat dibutuhkan.
__ADS_1
***
Keesokan harinya di TK Athfal, terlihat Lisa, Nita dan Sinta yang sedang berkumpul di kantin sembari menunggu anak-anak mereka yang sedang belajar untuk membicarakan Rosa yang tidak ikut hadir disana.
“Apa katamu? Pimpinan Roy tidak pulang di malam ulang tahun istrinya?” tanya Nita kaget.
“Itu sangat gila. Itulah sebabnya dia tidak datang hari ini?” sahut Sinta yang tertawa terbahak-bahak.
“Dia tidak datang karena terlalu malu, kita mencampakkannya sore itu saat acara pertunjukan,” ucap Nita yang sangat senang ketika Rosa mengalami hari yang sial.
“Suaminya pun tidak pulang malam itu. Aku sangat yakin dia mengamuk di rumahnya. Hahahahaha,” tawa Sinta.
*KRIIIING!!!
Ponsel Lisa berdering. sepertinya itu telepon dari Rosa. Lisa pun mengangkat panggilan itu.
“Ada apa denganmu?”
“Kamu pasti merasa kurang sehat,”
“Baiklah, aku akan ke rumahmu dengan Ayu,” ucap Lisa yang sedang berbicara dengan Rosa di telepon.
Lisa pun mengantar Ayu untuk pulang ke rumah ibunya. Sesampainya mereka di rumah Rosa, mereka pun masuk ke dalam rumah dan melihat seisi rumah yang telah hancur berantakan.
“Kak, Rosa!”
__ADS_1
“Dimanakah kamu?” ucap Lisa yang masuk sambil menggandeng tangan Ayu.
*PRAAAK!
*PRAAAK!
*PRAAAK!
Terdengar suara yang sangat keras dari lantai dua. Sepertinya, itu adalah suara kayu yang dipukul menggunakan barang yang besar dan kokoh.
Lisa dan Ayu pun menaiki tangga untuk melihat apa yang terjadi disana.
Terlihat disana, Rosa menggunakan kaos polos dan celana training yang sedang menghancurkan kayu dipan tempat kasur dan menghancurkan tembok kamar menggunakan palu besi.
“Apa yang kamu lakukan, Kak?” ucap Lisa yang memasuki ruangan itu.
“Kenapa lama sekali kamu, Lisa?” ucap Rosa.
“Ayu belajar golf di kelas ekstrakulikulernya, dan baru selesai sebelum aku berangkat kemari,” ucap Lisa.
Rosa melanjutkan untuk menghancurkan kayu dipan kasur dan memukuli tembok dinding kamarnya.
“Omong-omong, apa terjadi sesuatu?” tanya Lisa.
“Suamiku sudah tidak mau tidur sekamar bersamaku, aku harus menghancurkan seluruh kamar selain kamarku, untuk mencegahnya. Aku tidak bisa membiarkan itu terjadi, Lisa,” jawab Rosa.
__ADS_1