BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Trauma Masa Lalu Lisa


__ADS_3

Beberapa menit mereka mengobrol, Jack pun pamit untuk melanjutkan pekerjaannya.


Dan juga Rosa yang akan pergi ke rumah ayahnya untuk memamerkan apa yang telah ia capai hari ini.


“Aku akan menunjukkan pada ayahku, apa yang baru saja ku capai, dan meminta pekerjaan sebagai hadiah,” ucap Rosa pada Lisa.


“Tapi Kak, sopirmu belum datang untuk menjemputmu,” jawab Lisa.


“Wahh. Benar juga. Aku harus bagaimana?”


Lisa pun menawarkan dirinya untuk mengantar Rosa ke rumah ayahnya.


“Bagaimana jika aku yang mengantarkanmu, Kak?” ucap Lisa yang menawarkan dirinya.


“Kamu yakin, Lisa?” tanya Rosa.


“Tidak masalah, Kak. Hari ini aku sedikit longgar,” jawabnya.


“Baiklah kalau begitu,” ucap Rosa.


Rosa pun membereskan segera membereskan proposal TK Athfal yang ia bawa dan menunggu Lisa yang sedang bersiap.


Lisa segera bersiap untuk mengantarkan Rosa ke rumah ayahnya. Lisa menggunakan kesempatan ini untuk memasuki rumah Sung, dan menyadap rumahnya dengan alat perekam.


Setibanya di kediaman Sung, mereka disambut oleh beberapa penjaga rumah Sung yang langsung membukakan pintu mobil untuk Rosa. Lisa pun juga ikut turun dari mobilnya.

__ADS_1


“Ini rumah klasik yang indah,” ucap Rosa yang melihat bagian depan rumah Sung.


“Ini rumah sudah sangat tua. Aku tinggal disini sejak lahir sampai aku menikah,” jawab Rosa yang akan berjalan masuk


“Aku akan menunggumu disini, Kak,” ucap Lisa.


“Perbincangannya mungkin lama. Tunggulah di dalam, Lisa. Tak apa, masuklah,” balas Rosa.


Lisa pun masuk ke dalam rumah Sung. Saat Lisa berjalan di halaman rumah Sung, ia kembali melihat seseorang yang sedang disiksa oleh anak buah Sam, atas perintah Sung.


Kejadian itu mengingatkan Lisa kembali saat ayahnya disiksa oleh Sam dan beberapa anak buahnya di depan mata Lisa.


“Astaga,” ucap Rosa yang berjalan disamping Lisa.


“Kamu melihat itu?” tanya Rosa.


“Anggaplah kamu tidak melihatnya, Lisa. Jika kamu tahu terlalu banyak tentang orang kaya, kamu bisa terluka,” ucap Rosa yang berjalan meninggalkan Lisa dan menuju Ayahnya.


Kini Lisa sendirian di halaman rumah Sung. Ia terus mengingat kejadian saat ini yang ia lihat sama persis dengan apa yang dialami oleh ayahnya kala itu.


John pun datang menghampiri Lisa, untuk mempersilahkan masuk ke dalam rumah Sung sembari menunggu Rosa yang sedang berbicara dengan Sung.


“Halo, Bu,” sapa John.


Lisa membalas dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Mari kuantar ke dalam,” ucap John sembari mengarahkan Lisa menuju ruang tamu Sung.


Sesampainya Lisa di ruang tamu Sung, John membikinkan minuman untuk Lisa dan menyuruhnya menunggu sejenak sambil menikmati minuman.


Saat akan menuangkan minumannya.


*PYAAR!!!!


“Aduhh. Panass,” ucap Lisa.


“Kamu baik-baik saja, Bu?” tanya John yang masih menunggu disana.


“Kurasa tanganku melepuh. Bisa tolong ambilkan aku handuk dan air dingin,” pinta Lisa.


“Baik, Bu. Akan ku ambilkan bersama kotak P3K.


Lisa sengaja menjatuhkan gelas ke lantai dan berpura-pura tangannya melepuh agar John mengambilkan handuk dan meninggalkan Lisa sendirian.


Saat John pergi meninggalkan Lisa, ia segera mengeluarkan alat penyadap dari tasnya yang sudah disiapkan sebelum pergi.


Lisa memasang beberapa alat penyadap yang ia bawa di berbagai sudut ruangan termasuk di bawah meja dan di balik tumbuhan di pot bunga.


Saat John datang dengan handuk basah dan kotak P3K, Lisa telah selesai menaruh semua alat penyadap di beberapa sudut ruangan.


“Ini handuk badah dan kotak P3Knya, Bu,” ucap John yang memberi Lisa handuk basah.

__ADS_1


“Terima Kasih,” ucap Lisa.


__ADS_2