
Saat Rosa kembali ke rumahnya, ia menyuruh seluruh pembantu di rumahnya untuk mempersiapkan kejutan yang sangat spesial di hari ulang tahunnya.
Lalu, ia pergi menemui Roy di ruang kerjanya untuk meminta hadiah dan kejutan dihari ulang tahunnya esok hari.
Saat masuk ke ruang kerja Roy, terlihat Roy yang sedang duduk di kursinya menghadap ke jendela dan Ayu yang sedang bermain di ruangan itu.
“Ayu, kamu belum tidur?” ucap Rosa.
“Ssstttt. Ayah bilang, akan memikirkan sesuatu. Jadi, aku diam saja dan bermain sendiri,” ucap Ayu yang sedang bermain.
“Ah, kamu sudah pulang?” ucap Roy yang membalikkan posisi duduknya.
“Sayang. Kamu memikirkan pesta ulang tahunku? Aku suka hotel apapun yang akan kamu pilih nantinya di malam ulang tahunku.
“Ibu akan pergi?” tanya Ayu.
“Iya, Nak. Ibu dan Ayah akan pergi ke suatu tempat di hari spesial Ibu,” ucap Rosa.
Roy hanya menganggukkan kepalanya saat mendengar permintaan dari istrinya.
***
Keesokan harinya, tepat di hari ulang tahun Rosa. Roy bangun lebih awal dan berangkat ke kantornya pagi-pagi.
__ADS_1
Saat Rosa sudah bangun dari tidurnya, ia turun dan melihat apa yang sudah disiapkan oleh pembantu di rumahnya dan berharap mendapat kejutan dari suami nya
Tapi kenyataannya, pagi itu tidak sesuai ekspektasi yang diharapkan oleh Rosa. Suaminya telah berangkat kerja lebih awal.
Hanya ada pembantu rumah dan asisten yang menyiapkan kejutan yang ditolak mentah-mentah olehnya.
“Selamat Ulang Tahun, Bu Rosa,” ucap asisten yang membawakan buket bunga.
“Kenapa tidak ada apa-apa disini?” tanya Rosa ketus.
“Ini pesta kejutan yang disempurnakan, Bu. Kami melewatkan dekorasi dan tidak mengadakan acara, tapi kami mendatangkan koki terhebat di kota ini untuk menyiapkan hidangan terenak untukmu,” jawab asistennya.
“Bagaimana dengan suamiku?” tanya Rosa.
Rosa pun mulai kesal yang mendengar bahwa Roy telah berangkat pergi kerja dan hanya ada asisten dan pelayan di rumahnya.
“Happy birthday to you”
“Happy birthday to you”
“Happy birthday to you”
Beberapa asisten datang dengan membawa kue dengan lilin diatasnya yang telah dibuat oleh koki yang telah mereka undang.
__ADS_1
“Tutup mulut kalian!” bentak Rosa.
“Kalian seharusnya membangunkanku sebelum suamiku pergi berangkat bekerja,” lanjut Rosa yang masih marah.
“Maafkan kami, Bu. Pimpinan berangkat kerja pagi-pagi sekali,” ucap asistennya.
*PRAAKKKKK!!!
Rosa melempar kue yang diberikan asistennya hingga berceceran ke lantai rumahnya.
“Singkirkan itu semua!” ucap Rosa yang kemudian pergi meninggalkan beberapa pembantu dan asistennya.
Rosa bergegas menuju sanggar Lisa untuk datang ke pertunjukan teater dan balet bersama Lisa, Nita, dan Sinta yang telah direncanakan sebelumnya.
Sesampainya di sanggar balet Lisa, terlihat Lisa yang sudah menunggu Rosa. Lisa mengatakan seolah akan menemui anggota dewan Jack, untuk mengelabui Rosa.
“Kamu datang, Kak,” ucap Lisa dengan wajah yang sedikit berpura-pura cemas.
“Apa yang terjadi? Apa ada masalah?” tanya Rosa.
“Anggota Dewan Jack ingin bertemu denganku hari ini, sepertinya aku tidak bisa ikut dalam pertunjukan di hari ulang tahunmu in. Mungkin Nita, Sinta dan partnernya bisa ikut untuk menemanimu,” ucap Lisa.
“Baiklah, Anggota Dewan Jack sangat penting untuk kita. Dia prioritas. Temui dia Lisa. Akan ada orang lain di pertunjukan, aku akan menunggu yang lainnya disini,” ucap Rosa.
__ADS_1
“Baiklah, Kak. Aku yakin semua orang akan menghadiri pertunjukan itu. Kamu akan bertemu orang-orang baru yang berkualitas di pertunjukan itu. Sampai jumpa, Kak,” ucap Lisa yang pergi meninggalkan Rosa.