BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Ahli Waris Sesungguhnya


__ADS_3

Terlihat Roy yang baru turun dari mobil di depan rumah ayahnya, untuk memenuhi panggilan dari ayahnya.


Roy pun masuk ke dalam didampingi oleh pengawal pribadi ayahnya.


Saat Roy telah masuk ke dalam ruang pribadi ayahnya…


*PLASSSS


Roy ditampar oleh ayahnya di depan para pengawal pribadinya.


“Dasar bodoh. Berlutut!” bentak Sang Ayah.


Roy pun menuruti perkataan ayahnya, lalu berlutut dihadapannya.


“Kamu lupa alasanku membesarkanmu setara dengan Jo, anak kandungku sendiri?” tanya Sang Ayah.


“Tidak, Ayah. Aku tidak lupa akan hal itu,” jawab Roy.


*PLASSSS


Roy kembali ditampar oleh ayahnya.


“Lantas? Kenapa ayah mertuamu mulai menyentuh distrik pusat perbelanjaan, yang seharusnya itu menjadi milik kakak tirimu,” bentaknya.

__ADS_1


“Aku sungguh tidak tahu soal itu, Ayah,” jawab Roy.


“Kalau begitu, ini jauh lebih buruk. Bagaimana caramu mengurus rumah tanggamu?” bentak Sang Ayah.


Ayah Roy pun mengambil beberapa dokumen surat ahli waris untuk menyangkal semua hak waris Roy, dan menyuruh Roy untuk menandatanganinya.


“Dokumen ini untuk menyangkal semua hak dan warisanmu. Aku sudah tidak bisa mengandalkanmu lagi. Cepat tanda tangani semua berkas ini!” ucap Sang Ayah.


“Aku sudah mendedikasikan seluruh hidupku untuk perusahaan. Ayah tidak bisa melakukan ini kepadaku,” bantah Roy.


“Jo adalah ahli waris keluarga ini yang sesungguhnya. Aku tidak akan mempercayaimu lagi, apalagi saat kamu tidak bisa memprediksi istrimu dan ayah mertua mu,” ucap Sang Ayah.


“Bagaimana dengan anakku, Ayah?” tanya Roy yang masih tidak terima dengan perlakuan ayahnya.


Roy pun sangat marah ketika mendengar ucapan ayah tirinya, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa saat itu selain menahan amarahnya.


“Aku menempatkanmu disana untuk membantu Jo, karena dia lemah dan sangat tidak kompeten. Bukan untuk mengungguli kakakmu! Aku menyembunyikan kebenaran tentang kelahiranmu, tapi istri dan ayah mertua mu harus diberi tahu sekarang. Cepat tanda tangani berkas itu!” perintah Sang Ayah.


Roy tetap saja diam dan bertekuk lutut. Roy sedang mencari cara agar ia bisa pergi dari sana.


Roy berpura-pura mendapat telepon penting dari kliennya dan izin pada ayahnya untuk keluar untuk mengangkat telepon itu.


Saat Roy sudah berada di luar rumah, Roy langsung menghajar dua pengawal pribadi ayahnya hingga babak belur, lalu pergi dari sana.

__ADS_1


***


Di TK Athfal, hari pertunjukan para ibu wali murid pun telah tiba. Terlihat Jack yang baru datang kesana dengan setelan jas hitam, kemeja putih, celana hitam polos dan dasi yang juga berwarna hitam.


Jack datang kesana hanya untuk menemui Lisa, bukan untuk melihat pertunjukan para ibu wali murid.


Sesampainya Jack di depan ruang ganti, ia melihat Lisa yang sedang melamun di depan kaca di dalam ruangan.


Jack terus memandangi Lisa yang sedang melamun. Sepertinya, Jack mempunyai rasa pada Lisa, tapi belum sempat ia katakan.


Beberapa saat Jack melihat Lisa, Lisa pun sadar bahwa Jack memandangnya dari balik pintu yang sedikit terbuka.


Lisa pun menghampiri Jack.


“Kamu datang,” sapa Lisa.


Jack hanya menganggukkan kepalanya.


“Saat pertama bertemu denganmu, aku percaya pada integritas yang kamu miliki. Meski kamu sudah berubah menjadi lebih dewasa, aku tetap ingin melindungimu,” ucap Jack.


“Aku tidak punya integritas untuk dilindungi. Aku sudah buruk dan tercemar,” balas Lisa yang memalingkan wajahnya.


“Tidak. Tidak ada yang mencemarimu, Lia. Hanya situasi dan keadaan yang membawamu untuk melakukan ini semua,” ucap Jack yang seakan menasehati Lisa.

__ADS_1


Jack pamit dengan Lisa dan segera pergi dari sana tanpa melihat pertunjukkan yang akan dilaksanakan.


__ADS_2