
Pagi hari di rumah Rosa, terlihat Rosa yang sedang berjalan mondar mandir di ruang tamu.
Rosa sedang memikirkan bagaimana cara, melenyapkan Lisa dari kehidupannya.
*TING
Suara sensor rumah Rosa berbunyi, pertanda seseorang sedang memasuki rumahnya.
“Siapa itu? Apa itu suamiku?” ucap Rosa pada asistennya yang berharap Roy datang.
Asisten Roy masuk ke dalam dan berdiri di lorong ruang tamu.
“Dimana Suamiku?” tanya Rosa.
Asisten Roy hanya diam dan tetap berdiri untuk menunggu seseorang yang akan datang.
Beberapa saat kemudian, Lisa datang dengan beberapa pengawalnya menyusul asisten Roy masuk ke rumah Lisa.
Rosa sangat terkejut ketika melihat bukan suaminya yang datang, melainkan Lisa.
“Apa ini? Ini sungguh tidak terjadi, bukan? Tidak. Ini tidak mungkin,” ucap Rosa yang kaget melihat Lisa.
“Jangan diam saja. Usir dia!” Rosa menyuruh asistennya untuk mengusir Lisa.
Percuma saja asisten Rosa melakukan itu, karena dari segi jumlah pengawal Lisa lebih banyak ditambah dengan Anya dan asisten pribadi Roy yang juga ikut mengawal Lisa.
__ADS_1
“Antar dia keluar,” ucap Lisa dengan santainya.
“Ini rumahku! Beraninya kamu mengusirku dari rumahku sendiri!” teriak Rosa yang tak bisa berbuat apa-apa.
“Hhhh. Kalau begitu, seret dia keluar sekarang juga! Pengawal!!” perintah Lisa.
Anya dan satu orang pengawal lagi, berjalan dan menyeret Rosa dan membawanya keluar.
“Kalian gila? Lepaskan aku! Kalian tidak tahu siapa aku? Kalian mau mati? Lepaskan aku! Lepaskan!!!!” teriak Rosa yang diseret keluar oleh 2 orang pengawal.
Para pengawal Lisa termasuk Anya dan asisten Roy pun ikut menyeret Rosa untuk keluar dari rumah dan meninggalkan Lisa di rumah itu sendirian.
Lisa kemudian mengirimkan pesan kepada Roy bahwa ia telah berhasil mengeluarkan Rosa dari rumah itu dan mengirim barang-barangnya ke rumah ayahnya.
Saat ia akan memasuki ruangan Roy, ia ditolak mentah-mentah oleh Roy yang tak mau berbicara dengannya sama sekali.
Akhirnya, Rosa pun memutuskan untuk kembali ke rumah ayahnya secara diam-diam.
Sesampainya Rosa di rumah Sung, terlihat John yang sudah menunggu Rosa sejak tadi untuk memberi kabar.
John memberi kabar bahwa Jack telah siuman dan kembali ke rumahnya.
Saat itu pula, John membawa sebuah stopmap yang berisi identitas asli Lisa dan Tin.
Seketika itu, Rosa mengetahui bahwa Lisa adalah anak kandung Tom, orang yang sangat jenius sekaligus pemilik Perusahaan IKIP.
__ADS_1
Rosa juga melihat bahwa Lisa mengganti namanya semenjak ia kembali ke kota ini.
Di amplop itu juga dilampirkan foto-foto Lisa semasa kecilnya yang memakai seragam dengan nama Lisa.
Begitupun dengan Tin yang berpura-pura menjadi ibu kandung Lisa.
Rosa pun kembali mengingat bahwa Tin adalah ibu dari salah satu anak peneliti yang dulunya bekerja di IP dan meninggal dengan tidak wajar.
Entah darimana John mendapatkan berkas-berkas itu, Rosa sangat senang ketika mendapatkan semua informasi.
Rosa pun berencana untuk menculik Tin yang sedang tinggal sendirian di rumahnya, saat Lisa masih menginap di rumah Roy.
***
Saat sore telah tiba, Roy pun telah pulang kembali ke rumahnya dan menemui Lisa.
Lisa berniat untuk menginap disana beberapa hari bersama Nisa, alih-alih Nisa akan bermain dengan Ayu.
“Jika aku tetap disini dengan waktu yang lama, Ayu akan bingung nantinya. Aku akan pulang bersama Nisa setelah menginap beberap hari disini,” ucap Lisa pada Roy yang baru pulang dari kantor.
“Itu sebabnya, aku ingin pindah ke rumah baru,” balas Roy.
“Namun, Ayu juga senang saat ia pulang ke rumahnya. Ayu juga masih membutuhkan seorang ibu,” ucap Lisa.
“Baiklah. Kita pikirkan itu nanti,” ucap Roy.
__ADS_1