BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Kenapa Membawanya Keluar?


__ADS_3

Saat mereka telah keluar dari ruangan, Sung dan Sam melihatnya dari kejauhan, lalu menghampiri Rosa.


“Apa yang terjadi? Kenapa kamu membawanya keluar?” tanya Sung yang menghampiri.


“Aku hanya melaksanakan perintah Bu Rosa, Tuan,” jawab John.


“Kenapa kamu membawanya keluar, Rosa?” tanya Sam yang juga tak setuju dengan Rosa.


“Aku lah yang menyekap wanita itu, Ayah. Jika kamu tahu……”


“Turunkan dia!!!!” bentak Sung memotong omongan Rosa.


John langsung menurunkan Tin ke rumput halaman menuruti perintah dari Sung.


“Lancang sekali kamu. Kamu pasti ingin mati,” ucap Sung yang berjalan mendekati Rosa.


“Ayah, aku tidak ingin bercerai dengan suamiku,” ucap Rosa.


“Dasar bodoh!!!”


*PLASSS!!!!


Bentak Sung yang kemudian menampar Rosa.


“Bukan itu masalahnya. Jika gugatan itu lolos, ayah akan membusuk di penjara seumur hidup,” lanjut Sung.


Ketika mereka sibuk berdebat, Tin yang setengah sadar berusaha berdiri dan mencoba kabur dari sana.

__ADS_1


Saat Sung melihat Tin yang berdiri dan berusaha kabur, Sung mengambil batu yang cukup besar dengan kedua tangannya, lalu memukulkannya tepat di bagian kepala belakang Tin.


*BUUKK!!!


Tin jatuh tersungkur dengan darah yang muncrat dari kepalanya hingga mengenai muka Rosa dan Sam.


Rosa menangis dan berteriak histeris saat melihat Tin yang berlumuran darah hingga mengenai wajahnya.


Kemudian, John memeriksa denyut nadi Tin dan menggelengkan kepalanya pada Sung, pertanda bahwa Tin telah meninggal.


*NINU NINU NINU!!!!!


Sirine polisi terdengar dari luar rumah Sung.


John mengintip dari balik pohon di samping tembok yang menutupi mereka. John melihat beberapa polisi yang datang bersama Jack dan asistennya.


“Sial! Cepat bersihkan darahnya dan sembunyikan jasadnya di basement!” ucap Sung yang bergegas masuk ke rumahnya.


John dan Rosa segera membawa jasad Tin ke ruang bawah tanah di basement, sedangkan Sung dan Sam bersiap untuk menyambut Jack dan beberapa polisi yang datang.


Beberapa saat kemudian, 2 mobil polisi dan mobil Jack bersama asistennya pun sampai ke halaman rumah Sung.


Sam yang sudah berdiri di luar rumah terlebih dahulu langsung menyambut kedatangan para polisi dan berpura-pura tidak mengetahui apapun.


“Kenapa kamu kemari selarut ini, Anggota Dewan Jack? Kenapa ada polisi yang bersamamu kemari? Ini cukup membingungkan,” sapa Sam pada Jack yang baru turun dari mobil beserta para polisi.


“Bu Tin dilaporkan menghilang, dan lokasi terakhirnya menunjukkan tempat ini,” jawab Jack.

__ADS_1


“Apa?” tanya Sam yang berpura-pura.


*KLEK


Sung baru keluar dari rumahnya setelah berganti pakaian dan keluar untuk menemui Jack.


“Halo, Anggota Dewan Jack. Ada apa ini?” tanya Sung.


“Dimana Bu Tin?” tanya balik Jack.


“Tin? Siapa itu?” Sung berpura-pura dan bertanya pada Sam.


“Itu wanita yang mengajukan gugatan untuk IP Group, Tuan,” jawab Sam.


“Kenapa kalian mencarinya di rumahku?” ucap Sung.


“Mulai geledah rumah ini!” perintah Jack kepada para polisi.


“Baik, Pak.”


Jawab serentak para polisi yang kemudian berpencar untuk mencari keadaan Tin.


“Anggota Dewan Jack! Apa yang kamu lakukan? Kamu bahkan tidak mempunyai surat perintah. Kamu masuk tanpa izin,” ucap Sung yang mulai kesal dengan Jack.


“Aku disini karena tidak perlu mengkhawatirkan soal itu. Mohon kerjasamanya,” ucap Jack.


Setelah sekian lama polisi menggeledah rumah Sung gudangnya, para polisi belum menemukan Tin dan kembali menemui Jack di halaman rumah.

__ADS_1


“Tidak ada orang disini, Pak,” ucap salah satu polisi.


__ADS_2