BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Piazzolla & Pemulihan


__ADS_3

Esok paginya di rumah Lisa. Terlihat Blind sedang mengajari Nisa cara melukis di ruang keluarga.


Lisa yang baru keluar dari kamarnya terlihat sudah rapi dengan setelan celana jeans biru dan hoodie berwarna hitam. Lisa bilang pada Blind dan Nisa akan keluar sebentar untuk berbelanja bahan makanan.


“Ibu mau kemana?” tanya Nisa sambil memegang alat lukis.


“Ibu mau bertemu teman-teman Ibu saat SMA, Nak. Dan membeli beberapa bahan makanan yang sudah mulai habis. Kamu belajar sama Ayah dulu ya,” ucap Lisa.


“Apakah perlu kuantar, Sayang? Kamu yakin ingin pergi sendirian?” tanya Blind.


“Tidak apa-apa aku akan pergi sendirian. Kamu menemani belajar Nisa saja dirumah,” balas Lisa.


“Baiklah kalau begitu, hati-hati di jalan,” ucap Blind.


Lisa hanya mengangguk tanpa berbicara.

__ADS_1


“Nisa, kirimi Ibu pesan jika ada yang kamu inginkan, Nak. Ibu bisa membelinya selagi membeli bahan makanan,” ucap Lisa.


“Baiklah, Ibu. Sampai nanti,” jawab Nisa dan melambaikan tangannya pada Lisa.


Lisa mengambil kunci mobilnya yang terletak di laci. Kemudian, bergegas pergi menuju mobil dan pergi menuju ke tempat yang akan ia tuju.


Sesampainya Lisa di tempat tujuannya, ternyata Lisa bukan ingin bertemu teman-teman SMA nya, ataupun berbelanja bahan makanan.


Melainkan, pergi ke toko Musik yang menjual beberapa alat musik dan aksesoris lainnya dan menyediakan berbagai kaset lagu-lagu rekaman.


“Kenapa kamu menginginkan kaset alunan Piazzolla itu? Apakah alunan Piazzolla cukup bagus bagimu? Selain itu, bukan kamu satu-satunya orang yang mencari kaset itu. Salah satu pria terkaya di kota ini juga mencarinya. Dia bahkan memberikan nomor HPnya dan memberiku uang muka,” ucap penjaga toko.


Lisa kaget dan berpikir, siapakah pria terkaya yang juga menginginkan kaset itu.


“Siapa pria itu?” tanya Lisa.

__ADS_1


“Dia orang yang sangat terkenal di kota ini. Ia juga pemilik salah satu perusahaan terbesar di Asia. Pimpinan Roy. Ya, Pimpinan Roy lah orang yang juga mencari kaset itu,” jawab penjaga toko.


Lisa sangat kaget saat mendengar apa yang dikatakan penjaga toko itu. Ternyata, sebelum Lisa datang ke toko ini, Roy telah datang duluan dan menginginkan kaset alunan Piazzolla itu.


“Nah, itu Dia. Tepat saat kita membicarakannya, dia langsung datang kemari Waahh, waktu yang tepat sekali. Para pencari alunan Piazzolla bertemu di dalam toko milikku.” ucap penjaga toko yang melihat Roy datang ke toko itu lagi.


Lisa yang mengetahui bahwa Roy datang. Ia bergegas pergi meninggalkan toko dan pergi dari sana untuk menghindari Roy.


“Nona, kamu mau pergi?” teriak penjaga toko pada Lisa yang telah keluar dari tokonya.


Lisa pergi meninggalkan toko dan berjalan cepat untuk menghindari Roy. Ternyata saat di gang yang sepi, Roy berlari dari arah belakang untuk mengejar Lisa. Saat sudah mendekati Lisa, Roy memegang tangan Lisa dan mencegahnya pergi.


“Kenapa kamu membutuhkan Alunan Piazzolla?” tanya Roy.


“Aku hanya menyukai musiknya, Pak. Tidak ada salahnya orang yang menyukai musiknya mencari kaset alunan Piazzolla,” ucap Lisa sambil terbata-bata.

__ADS_1


“Kamu yakin bahwa kamu hanya menyukai alunan musiknya? Bukan termasuk orang yang membutuhkan Alunan Piazzolla dan membutuhkan pemulihan seperti ucapanmu waktu itu?” tanya Roy.


__ADS_2