
Di rumah Lisa, terlihat Tin yang sedang melihat berita di TV. Saluran TV itu menampilkan berita tentang kejadian tabrak lari yang disebabkan oleh mobil perusahaan IP Group.
Tin hanya menggelengkan kepala seakan tidak percaya semua ini ulah Lisa.
“Aku telah meremehkanmu, Lia. Kamu memang wanita muda yang tidak kenal takut,” gumam Tin sendirian.
Begitupun Jack yang berada di kantornya dan melihat berita itu bersama asistennya.
Jack sudah mengetahui bahwa ini semua ulah Lisa. Tapi, Jack hanya bisa diam dan mendukung Lisa karena tekad Lisa yang tak mungkin Jack bisa hentikan.
***
Keesokan harinya. Terlihat Jack dan asistennya mendatangi sebuah acara penting di kota Malang.
Acara itu dihadiri oleh orang-orang yang sangat berpengaruh di kota itu, termasuk Sung dan besannya.
Saat Jack dan asistennya sedang asyik mengobrol, Sung datang bersama Sam dan John lalu menyapa Jack.
“Senang bertemu denganmu disini, Anggota Dewan Jack,” sapa Sung yang baru datang.
“Halo, Pak,” sapa balik Jack.
__ADS_1
“Aku tidak menduga bisa bertemu denganmu lagi disini,” ucap Sung yang menyalami Jack.
“Senang akhirnya kita bisa bertemu kembali, Pak,” Jack berbasa-basi.
“Hahahah. Lebih jika kita berpura-pura baru bertemu pertama kali saat kita di depan umum,” canda Sung.
“Hahaha. Baiklah,” ucap Jack yang tersenyum pada Sung.
Saat mereka tengah asyik berbincang, Ayah angkat Roy sekaligus besan Sung pun datang dan menghampiri Sung.
“Pak Sung, besanku,” sapa Ayah angkat Roy.
“Kamu masih memanggilku besan setelah semua kekacauan yang dibuat oleh anakmu? Hhhh,” ucap Si Besan.
Asisten ayah angkat Roy pun memberikan sebuah kotak berisi flashdisk pada Sam.
“Menantuku sedang bersama pria lain saat kejadian tabrak lari itu. Apa yang harus kulakukan dengan video ini? Apa Roy juga mengetahui ini? Bahwa istrinya sedang bersama pria lain,” ucap Ayah angkat Roy.
Sepertinya, flashdisk itu berisi video yang menunjukkan Rosa dan John saat kecelakaan dan terekam kamera cctv. Entah dari mana Ayah angkat Roy mendapatkan rekaman itu.
***
__ADS_1
Di tempat lain, Roy dan Rosa bertemu untuk mengobrol. Mereka berdua bertemu di salah satu anak perusahaan IP Group yang masih dalam proses pembangunan.
Mereka bertemu secara diam-diam agar tidak diketahui oleh aparat kepolisian dan warga sipil.
Mereka bertemu untuk mengobrol tentang kejadian tabrak lari dan tentang hubungan mereka.
“Kecelakaan tabrak lari di tengah malam? Kamu tahu seberapa konyolnya itu?” ucap Roy yang memulai percakapan.
“Berulah sesekali tidaklah sia-sia, karena kamu langsung mendatangiku. Kenapa kamu tidak menelpon atau memberi kabar kepadaku saat aku tidak berulah? ” tanya Rosa.
Roy hanya diam saja saat Roy mengatakan itu.
“Aku hanya minum anggur bersama teman-temanku. Itu hanya kecelakaan biasa. Aku langsung pergi dari sana, karena tidak ingin membuat keributan lebih besar,” lanjut Rosa.
“Siapa temanmu itu?” tanya Roy.
“Hhhhh. Sejak kapan kita berbagi detail tentang kehidupan pribadi?” tanya Rosa balik.
“Aku sedang tidak ingin bercanda denganmu,” ucap Roy.
“Kamu benar. Aku juga tidak sedang bercanda denganmu. Kita sama sekali tidak mengetahui kehidupan satu sama lain, tapi tahu kita orang seperti apa,” ucap Rosa yang memotong ucapan Roy.
__ADS_1