
“Katakan saja apa maumu?” tanya balik Roy.
“Keinginanku? Aku ingin hilang seolah-olah tidak pernah terjadi. Aku hanya ingin kamu tidak berselingkuh dariku!!!” teriak Rosa di dalam mobil.
“Mari bicara kembali saat sudah sampai rumah,” ucap Roy.
“Untuk apa? Aku tidak mau pulang ke rumah. Aku akan pulang ke rumah ayahku malam ini,” ucap Rosa.
“Mari pulang ke rumah bersama,” ucap Roy.
“Aku akan memikirkan rencanaku untuk menghancurkan ****** sialan itu di rumah ayahku,” ucap Rosa yang semakin marah.
“Baiklah. Tapi ingat, jangan biarkan siapapun terlibat tentang ini. Aku tidak akan memakluminya jika itu terjadi,” ucap Roy.
“Jika kamu takut ayahku tahu, kenapa kamu menyentuh wanita ****** itu?” balas Rosa.
“Aku tidak akan memaafkanmu, jika kamu merencanakan sesuatu yang berlebihan. Kalau kamu tetap melakukannya, kamu akan menanggung akibatnya sendiri,” Roy memberi peringatan.
“Hhhh. Kamu tidak berhak mengancamku.” potong Rosa.
__ADS_1
“Camkan peringatanku. Pergilah untuk malam ini, lalu kembalilah besok ke rumah,” ucap Roy.
Roy keluar dari mobil dan menyuruh sopirnya untuk mengantar Rosa ke rumah Sung.
Begitupun di rumah Lisa. Terlihat Lisa yang baru sampai di rumahnya setelah menjemput Nisa di TK saat berakhirnya pesta ulang tahun Ayu.
Mereka telah disambut dengan Blin dan Tin yang telah menunggu kepulangan mereka.
“Nenenk! panggil Nisa yang langsung memeluk Tin.
“Sayang. Akhirnya kamu pulang,” sapa Blind.
Lisa berjalan menuju kamarnya dan melepas topi dan ikat rambut yang masih ia kenakan saat itu.
“Sayang. Terimakasih sudah kembali. Aku baru menyadari sesuatu yang sangat penting. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Bisakah kita mulai dari awal? Aku akan bersikap baik mulai sekarang,” bujuk Blind.
Blind mulai menyentuh tangan Lisa, tapi Lisa menyingkirkan tangan Blind dari tangannya.
“Bisa beritahu aku, tentang rahasiamu dan video yang kulihat tempo hari?” tanya Lisa yang masih mengetes kejujuran Blind.
__ADS_1
Blind pun menghela nafas lalu menjawabnya.
“Baiklah. Akan kuberitahu semuanya. Wakil presdir IKIP adalah orang yang sangat jahat. Dulu dia menjual perusahaan IKIP ke IP Group. Dan sekarang, orang itu bekerja di perusahaan IP,” ucap Blind.
“Saat itu aku memang anak baru di perusahaan IKIP, tapi dia tidak bisa mengancamku dengan apapun. Aku tidak pernah bertemu presdir perusahaan atau putrinya sekalipun,” lanjut Blind.
Lisa yang mendengarnya pun tersenyum tipis dan tidak menyangka bahwa Blind masih terus berbohong.
***
Di malam itu juga, Roy bukannya menuju rumah untuk pulang, tapi malah menuju perusahaannya untuk meluncurkan sistem baru yang ia buat bersama timnya.
Roy membuat sebuah peluncuran sistem pembayaran digital bernama ‘IP PAY’. Roy juga mendaftarkan ‘IP PAY’ di bursa efek Amerika.
Sebelumnya, Roy, Sung dan ayah angkatnya sudah berencana untuk mendaftarkan IP Distribution ke bursa efek Amerika.
Karena Sung dan Ayah angkat Roy saling memiliki saham di IP Distribution.
Akan tetapi, Roy membuat sistem peluncuran baru dan mendaftarkannya sendiri tanpa mendaftarkan ‘IP Distribution’ ke bursa efek.
__ADS_1
Roy sengaja melakukan itu agar ia dapat perlahan mengambil semua saham yang ada di perusahaan IP Group.
Malam itu beribu drone yang membawa sebuah lampu kecil di terbangkan ke atas langit membentuk tulisan ‘IP GROUP & IP PAY’ yang menghiasi langit kota Malang.