BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Terlihat Sempurna


__ADS_3

Lisa ikut duduk di sofa dan memegang tangan Rosa untuk menarik perhatiannya lagi.


“Mari bersama-sama untuk melihat apa yang telah terjadi, Kak,” ucap Lisa.


“Ya, sebaiknya begitu. Mari kita lakukan bersama-sama. Namun, dia sudah memblokir nomorku. Aku bahkan tidak bisa melacak ponselnya. Pengawalnya sangat melindunginya. Jadi, apa yang bisa aku periksa sekarang?” keluh Rosa.


“Aku punya ide bagus, Kak,” ucap Lisa.


“Apa itu?” tanya Rosa penasaran.


“Aku sudah membuat proposal untuk pembukaan awal distrik perbelanjaan. Tunjukkan kepadanya, katakan seolah-olah kamu mempunyai ide.”


“Pasti dia akan mengizinkanmu masuk ke perusahaan untuk menemuinya, karena kamu datang untuk bisnis, bukan urusan pribadi,” saran Lisa yang meyakinkan Rosa.


Rosa hanya mengangguk setuju dan langsung mengajak Lisa menaiki mobil bersamanya, lalu bergegas menuju perusahaan Roy.


Sesampainya di IP Group Rosa disambut dengan satpam perusahaan yang membukakan pintu untuknya.


Rosa berjalan masuk lebih dahulu dan disusul Lisa yang berjalan di belakangnya.


Saat hendak mengikuti Rosa, Lisa mendapat telepon dari Tin.


“Lia, aku sangat memahami kemarahanmu. Namun, kenapa kamu datang ke kantor pimpinan dengan Rosa tanpa persiapan apapun?” ucap Tin.

__ADS_1


Lisa menghentikan langkahnya sejenak.


“Kamu ingin menghasut agar Rosa melakukan bunuh diri? Apakah kamu sudah menyiapkan rencana untuk itu?” lanjut Tin.


“Roy akan menceraikannya, dan aku akan menggantikan posisi Rosa. Aku akan membuat orang-orang melihat dia ditinggalkan suaminya secara kejam.”


“Dia ingin terlihat sempurna di mata orang, bukan? Bukankah itu akan membuatnya ingin mati,” ucap Lisa yang yakin dengan rencananya.


Lisa menutup telepon dari Tin dan mengikuti Rosa ke ruang Roy.


Rosa diantar dengan beberapa bawahan Roy menaiki lift dan menuju ruangan Roy.


Di suatu ruangan, Roy sedang melaksanakan rapat dengan para klien nya yang berasal dari luar negri.


Asisten Roy pun masuk dan membisikkan Roy bahwa istrinya datang ke kantor. Roy langsung menghentikan rapatnya dan melanjutkannya esok hari.


“Kamu tidak tahu siapa aku?” ucap Rosa pada pengawal.


“Maafkan kami, Bu. Kami hanya melaksanakan perintah dari Pimpinan,” jawab salah satu pengawal.


Asisten Roy pun keluar dari ruangan dan menemui Rosa.


“Pimpinan Roy akan menemuimu di ruangan pribadinya, Bu,” ucap asisten Roy pada Rosa.

__ADS_1


.Rosa pun menuju ruang pribadi Roy bersama Lisa yang mengikuti di belakangnya.


Sebelum mengikuti Rosa, Lisa menelpon suaminya dan memberitahunya bahwa ia sedang berada di perusahaan.


“Sayang. Maaf aku pergi dari rumah selama berhari-hari. Omong-omong, aku sedang berada di perusahaan tempat kerjamu. Maukah kamu menemuiku?” ucap Lisa.


“Ada urusan apa kamu datang kemari, Sayang?” tanya Blind.


“Untuk menemui, Bu Rosa dan Pimpinan Roy,” jawab Lisa.


“Baiklah, aku akan segera kesana,”


“Kalau begitu, datanglah ke ruang Pimpinan. Aku akan menunggumu disana,” ucap Lisa lalu mematikan teleponnya.


Saat Lisa sudah menyusul Rosa ke ruangan Roy, Rosa langsung mengobrak-abrik meja kerja Roy untuk mencari sesuatu.


“Rapat apa yang ia lakukan? Ha? Apa dia merencanakan sesuatu dengan anak buahnya disini? Dimana dia meletakkan ponsel yang kuberikan padanya? Dia pasti menyembunyikan sesuatu. Tunggu."


"Bagaimana jika memang dia hanya bekerja? dan semua ini hanya kesalah pahamanku,” ucap Rosa yang terlihat sangat bingung.


Lisa berjalan ke tempat gantungan jas yang berada disana.


“Kak,” panggil Lisa.

__ADS_1


“Apa? Ada apa?” tanya Rosa.


“Lihatlah jasnya,” ucap Lisa yang berdiri di dekat gantungan jas.


__ADS_2