BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Roy Sangat Berbahaya


__ADS_3

Lisa segera pergi meninggalkan rumah Roy menaiki mobilnya. Lisa menyetir mobilnya dengan kecepatan penuh, sementara pikirannya yang masih kacau.


Saat ia sudah di jalan raya, Lisa semakin menambah kecepatan mobilnya yang mengakibatkan ia hampir menabrak trotoar.


Untungnya, Lisa cepat menginjak rem dan mobilnya tepat berhenti di depan trotoar yang hampir ditabraknya.


Lisa yang masih di dalam mobil mencoba untuk menenangkan dirinya sebelum melanjutkan perjalanan ke rumah. Ia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.


Dan mengambil botol air minum untuk diminumnya. Lisa pun melanjutkan menyetir setelah keadaannya membaik.


Lisa tidak langsung pulang ke rumahnya, melainkan menuju sanggar baletnya dahulu. Saat tiba di sanggarnya, terlihat Jack yang sudah menunggu Lisa disana.


Jack meminta waktu Lisa sebentar untuk mengobrol. Mereka pun masuk ke dalam sanggar.


“Kamu sudah memeriksa berkas yang kuberikan?” tanya Jack.


“Roy sangatlah berbahaya. Aku ingin kamu tahu, bahwa dia mampu melakukan apapun,” lanjut Jack.


Jack sepertinya sudah mengetahui semua rencana Lisa, termasuk balas dendam dan mendekati Roy. Meskipun Lisa belum mengaku identitas aslinya pada Jack.

__ADS_1


“Aku agak lelah hari ini. Bisakah kamu meninggalkanku?” ucap Lisa yang enggan membahas itu.


“Maaf atas ketidaknyamanannya. Sampai jumpa,” ucap Jack lalu pergi meninggalkan Lisa.


Lisa pun membuka blazer yang ia kenakan saat Jack berjalan keluar. Tiba-tiba Jack terhenti dari langkahnya dan membalikkan badannya.Ia melihat sebuah tato di tangan belakang dan punggung milik Lisa.


Jack pun teringat, tempat itu adalah bekas luka yang dimiliki Lia waktu kecil saat disiksa oleh Sam dan anak buahnya, yang sekarang ditutupinya dengan tato.


“Bekas luka itu…,” ucap Jack.


Lisa pun memakai kembali blazer yang baru ia lepas, setelah mendengar Jack mengetahuinya.


“Ada beberapa luka, harus dirawat dengan rasa sakit yang lebih besar,”


“Tidak, Lisa. Ada cara lain untuk itu. Jalan yang kamu ambil terlalu berbahaya,” ucap Jack yang kembali berjalan mendekati Lisa.


“Jika aku takut, tidak mungkin aku memulainya,”


“Kumohon dengarkan aku, Lia!!!” Teriak Jack.

__ADS_1


“Cukup. Silahkan pergi, dan Jangan pernah menghalangiku lagi,”


“Baiklah. Aku tidak akan menghalangimu lagi. Tapi tolong ingat dan lakukan satu hal ini. Aku harus mengirimmu ke tempat yang jauh karena takut tidak bisa melindungimu saat itu. Tapi sekarang berbeda, aku punya kekuasaan untuk melindungimu. Jadi, jika kamu bersikeras menempuh jalan itu. Kamu bisa meminta bantuanku saat membutuhkan bantuan. Ingat itu, Lia. Aku juga ingin membantumu,” ucap Jack yang kemudian pergi meninggalkan Lisa.


Lisa masih berdiri terdiam saat mendengar apa yang dikatakan, Jack. Ia pun meneteskan air matanya, saat Jack telah benar-benar pergi dari sana.


***


Kembali ke Rosa yang sedang menemui seseorang yang disebutnya ‘Dokter’ saat di telepon. Terlihat di suatu Villa, Rosa sedang menemui orang itu.


Ternyata orang itu adalah John. Sebutan ‘Dokter’ hanyalah dipakai saat menelpon agar orang-orang tidak mencurigai bahwa Rosa berselingkuh.


Mereka pun masuk ke dalam kamar dan akan melakukan hubungan intim. John  pun sudah menyadari jika Rosa membutuhkannya, maka Rosa sedang tidak akur dengan suaminya.


“Menurutmu apa dinding tertinggi di dunia ini? Katakan! Apa tebakanmu?” tanya Rosa sambil melepas bajunya.


“Tembok raksasa di China, Bu,” jawab John.


“Bukan, John. Punggung Suami yang membelakangi istrinya, lebih besar dari pada tembok manapun. Orang sepertimu tidak akan paham maksudku” ucap Rosa yang langsung mendorong John ke kasur.

__ADS_1


__ADS_2