
“IKIP…Tidak. Maksudku, apa yang kamu lakukan kepada 2 wanita itu?” tanya Lisa yang masih berpura-pura tidak mengetahui apa-apa.
“Cukup, Lisa. Tahu terlalu banyak bisa membahayakanmu,” ucap Rosa.
Lisa hanya diam sembari menahan amarahnya. Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, Rosa pamit dari sana untuk segera pulang ke rumahnya.
Begitupun Lisa yang kemudian menelpon Jack dan bertanya tentang ibunya dulu, Jack menyarankan untuk langsung mengobrol di apartemennya saja..
Sesampainya Lisa di apartemen Jack, ia melihat Jack yang baru datang dan turun dari mobilnya.
“Lia!” sapa Jack dari kejauhan.
Jack menghampiri Lisa dan menyuruhnya naik ke apartemen miliknya..
Mereka pun duduk bersama di apartemen Jack untuk membicarakan sesuatu yang berkaitan tentang ibu Lisa.
“Ada apa, Lia? Kenapa tiba-tiba kamu ingin tahu kabar terakhir ibumu? Kamu mendengar kabar tentang dia?” tanya Jack.sambil menuangkan teh ke dalam gelas.
“Tepat sebelum ibuku menghilang, aku ingin tahu apa yang ia katakan dan bagaimana keadaannya saat itu. Kamu tahu soal itu? Ini sangat penting bagiku” tanya Lisa.
Jack menghela nafas lalu menjawab pertanyaan Lisa.
__ADS_1
“Kejadiannya tidak lama setelah kamu pergi meninggalkan kota ini. Kala itu, dia berada di panti jompo, lalu menghilang begitu saja. Hanya itu yang kutahu,” jawab Jack.
“Apa ada kemungkinan, Rosa menyakiti ibuku kala itu? Bagaimana orang bisa menghilang tanpa jejak seperti itu? Bukankah itu aneh?” ucap Lisa.
“Terakhir kali aku menemui ibumu di panti jompo, saat aku mengunjunginya. Ibumu menyuruhku berhenti untuk mengunjunginya saat itu, karena masa depanku yang masih panjang dan dia tidak ingin aku terlibat dalam urusan yang berbahaya. Ibumu selalu tampak gelisah, saat itu. Begitu ayahmu meninggal, IP Group mengakuisisi perusahaannya,” Jack menceritakan masa itu pada Lisa.
“Apa yang ibuku katakan sebelum meninggalkan rumah sakit?” tanya Lisa.
“Dia bilang akan menemui kerabatnya, tapi Dia tidak pernah kembali sejak itu,” jawab Jack.
Seluruh tubuh Lisa bergetar dan menggigil mendengar perkataan Jack. Air mata nya pun juga ikut menetes.
“Seorang wanita menghilang secara misterius dan tidak ada jejaknya selama sepuluh tahun terakhir. Itu sangat tidak masuk akal. Tapi jika orang paling berkuasa terlibat dalam hal ini, aku mungkin bisa menyimpulkannya. Tapi mungkin hanya spekulasi untuk saat ini,” ucap Jack.
“Astaga, Lia” Jack yang langsung menopang tubuh Lisa yang hampir terjatuh.
“Aku hanya berharap ibuku masih hidup, lalu aku berpikir, semoga kelak aku bisa bertemu lagi dengannya. Hanya tujuan itulah yang membuatku bertahan,” ucap Lisa yang langsung menangis saat itu juga.
“Ibu..” rintih Lisa.
Jack langsung memeluk Lisa untuk menenangkannya.
__ADS_1
“Ibu…”
“Ibu…”
“Ibu…” ucap Lisa yang terus merintih memanggil ibunya.
***
Pagi hari di kantor Jack, asistennya memberitahu bahwa Sung ingin menemui Jack di rumahnya.
“Sung ingin bertemu denganku?” tanya Jack.
“Tampaknya, sekretarisnya mengirim sesuatu untuk kita, sebagai tanda terima kasih karena sudah perhatian pada TK Athfal. Dia mungkin menghubungimu karena kamu menghadiri acara itu,” ucap asistennya.
Jack masih diam dan terlihat memikirkan sesuatu.
“Dia juga memakai proyek pemerintah untuk skema bisnis gelapnya. Aku langsung menolaknya saat itu. Pria tua keji itu tidak bisa berurusan dengan kita,” lanjut asisten.
“Setujui pertemuannya,” ucap Jack.
“Apa?” tanya asisten yang kaget Jack mau menemui Sung.
__ADS_1
“Aku akan menemuinya,” ucap Jack meyakinkan asistennya.