BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Aku Memang Gila, Rosa!


__ADS_3

Saat Lisa menunggu Roy di ruang makan, ia kembali menelpon Rosa untuk memanas-manasinya.


“Beraninya kamu menelepon, Bu Rosa!” ucap asisten Rosa yang menjawab telepon.


“Kalau begitu, sampaikan pesanku pada tuanmu yang sedang bersamamu saat ini,” ucap Lisa.


“Kamu tidak akan pernah mempertanyakan alasannya, Rosa. Seperti katamu, aku memang gila. Namun, bukankah orang gila akan melakukan sesuatu yang sangat tak terduga, bukan?”


“Aku akan masuk ke kehidupanmu dan menggali sangat dalam. Sekalipun kamu menghalangiku, aku akan tetap menerobosnya.”


“Dan kita akan melihat, siapa yang akan menang diantara kita. Hahahahahaha!” Lisa langsung mematikan teleponnya setelah memanas-manasi dan menertawai Rosa.


Tepat setelah Lisa mematikan teleponnya, Roy datang membawa beberapa piring makanan dan sebotol anggur untuk diminum bersama.


Roy ikut duduk di samping Lisa dan membuka botol anggur, lalu menuangkannya ke dalam gelas.


*TIING!!!


Mereka bersulang lalu meminum anggur itu.


“Aku sedang berusaha mencari tempat untuk kita tinggali bersama. Surabaya, Jakarta, Yogyakarta atau Luar Negri. Kita bisa membeli apartemen atau rumah keluarga tunggal. Jika ada tempat yang kamu mau, katakan saja dimana itu,” ucap Roy.

__ADS_1


Lisa hanya diam belum menjawab ucapan Roy.


“Mengenai suamimu, aku akan mengirimkannya ke pedesaan. Jika dia mengakhiri hubungannya, aku akan memberinya kompensasi besar. Namun, jika tidak, justru sebaliknya. Kamu bisa tinggal dengan Nisa. Atau kamu bisa membiarkannya tinggal bersama suamimu. Terserah padamu saja. Aku juga menipu istriku. Mari kita lakukan bersama langkah demi langkah”


“Benar juga. Kini istrimu terlibat dalam mengelola perusahaan?” tanya Lisa.


“Dia sudah lama menginginkannya. Aku membiarkannya melakukan itu untuk menenangkannya,” jawab Roy.


“Mari bertemu diam-diam untuk sementara waktu. Kita harus bertemu diam-diam untuk saat ini. Maafkan aku,” lanjut Roy.


Saat mendengar ucapan Roy, Lisa menaruh kembali gelas berisi anggur yang akan ia minum, lalu beranjak dari tempat duduknya untuk segera pergi dari sana.


“Mau kemana kamu?” tanya Roy yang langsung menahan tangan Lisa.


“Jadi, kamu akan pergi sekarang juga? Sangatlah sulit untuk mengosongkan jadwalku. Aku ingin kita berdua saja menghabiskan waktu,” ucap Roy.


“Maafkan aku,” ucap Lisa yang membalikkan badannya untuk pergi.


Roy kembali menahan tangan Lisa dan…


“Aku sangat ingin bercinta denganmu hingga kupikir aku akan gila,”

__ADS_1


Saat Roy akan memeluk Lisa, Lisa menahan tubuh Roy dengan tangannya agar tidak memeluknya.


“Kenapa kamu tiba-tiba begini kepadaku?”


“Aku sudah terlambat. Cobalah mengosongkan jadwal mu lagi, akan kupastikan aku akan punya banyak waktu untukmu,” jawab Lisa yang langsung pergi dari hotel itu.


***


Keesokan harinya tepat pukul 22.00, Roy kembali mengajak Lisa untuk bertemu di gereja.


Roy sengaja menemui Lisa di gereja untuk melakukan sumpahnya di hadapan tuhan bahwa ia benar-benar mencintai Lisa.


Sesampainya mereka bertemu di gereja Roy mengajak Lisa berdiri tepat di depan mimbar gereja dan menyatakan sumpahnya.


“Untuk seumur hidupku, aku bersumpah hanya akan hidup untukmu dan terus mencintaimu. Jika aku bohong, dan meski harus kehilangan nyawaku, aku tidak peduli akan hal itu. Maukah kamu mengatakan dengan jujur di hadapan tuhan, bahwa pria yang ada di depanmu adalah pria yang kamu cintai?”


Mata Lisa mulai berkaca-kaca saat mendengar sumpah Roy tepat di depan patung Yesus.


“Ya. Aku sangat mencintaimu,” jawab Lisa yang kemudian pingsan di tempat itu.


Roy dibuat terkejut dengan Lisa yang tiba-tiba pingsan.

__ADS_1


Roy menggendong Lisa dan membawanya ke salah satu Villa miliknya di pinggir pantai.


__ADS_2