BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Kekesalan Sam


__ADS_3

Saat tengah malam, Lisa bangun dan menemui ibu angkat nya untuk merencanakan sesuatu.


“Karena kamu diundang ke Villa Pimpinan Roy, manfaatkanlah peluang ini untuk mencari sesuatu yang bisa kita gunakan sebagai bukti,” ucap ibu angkat Lisa.


“Aku yakin mereka masih menyimpan dokumen atau berkas penting yang membuktikan kesalahan mereka masa lalu,” ucap ibu angkatnya.


“Baiklah, aku juga akan mencari cara untuk menyusup ke tempat mereka dengan memanfaatkan Rosa,” ucap Lisa.


“Tapi kamu harus berhati-hati. Wanita seperti Rosa bisa dengan mudah berpaling darimu,” ucap ibu angkat.


“Baiklah, Bu Tin,” ucap Lisa.


Ya, Tin adalah nama ibu angkat Lisa. Anak kandung Tin juga merupakan korban perusahaan IP Group saat Sung masih memimpin perusahaan. Lisa dan Tin pun menyamar sebagai ibu dan anak untuk balas dendam.


*KRIIING!!!


Handphone Lisa berbunyi. Seseorang menelponnya dengan nomor yang disembunyikan. Lisa pun menjawab telepon.


“Halo?” ucapnya.

__ADS_1


“Ini aku, Roy. Maaf telah mengganggu waktu tidurmu. Aku hanya ingin memastikan, apakah istriku sudah memberitahumu dan suamimu agar datang ke Villa saat acara peresmian?” tanya Roy.


Lisa terkejut. Karena, Roy lah yang menelponnya menggunakan nomor khusus.


“Sudah Pak, Istrimu telah memberitahuku tadi sore untuk datang ke Villa saat acara peresmian. Terima kasih atas perhatianmu, Pak,” ucap Lisa.


“Baiklah kalau begitu. Aku tidak sabar untuk bertemu denganmu. Maksudku, aku tidak sabar menantikan acaranya,” ucap Roy yang salah berucap.


“Oh, begitu rupanya. Beri tahu aku tanggalnya dan aku akan datang bersama suamiku,” ucap Lisa.


“Baiklah, sampai jumpa,” ucap Roy yang langsung menutup telepon.


“Roy dikenal sebagai pria yang privasinya sangat kuat. Tapi, ia mendekatimu secara pribadi. Kamu hebat Lia,” ucap Tin.


“Hhhh. Konglomerat paling berpengaruh di Kota Malang, sedang diawasi oleh istrinya sendiri. Dia memilih untuk hidup tanpa kekangan,” ucap Tin.


“Kita akan membuatnya memilih untuk jatuh sesuai rencana kita,” lanjut Tin.


***

__ADS_1


Pagi hari di perusahaan IP Group. Terlihat Sam yang sudah berada di perusahaan. Ia sedang mencari Roy, dan masuk ke ruang kerja pribadi Roy dengan seenaknya.


“Kamu tidak boleh masuk sembarangan ke dalam sini, Pak. Bukannya sudah kubilang, Pimpinan Roy tidak sedang berada di kantor,” ucap asisten Roy.


Sam tidak menghiraukan ucapan bawahan Roy dan masuk ke ruang kerja pribadi Roy.


“Mengapa dia selalu pergi dari kantornya, setiap kali wakil pimpinan datang untuk melaporkan pekerjaan. Artinya dia menghindariku, bukan?” ucap Sam sinis.


“Aku tidak tahu apa-apa,” ucap asisten Roy.


“Hahaha. Baiklah,” ucap Roy sambil menepuk pundak asisten Roy.


Kemudian, Sam pergi dari ruang kerja pribadi Roy dan langsung menelpon Sung untuk melaporkan kabar terkini.


“Astaga Tuan, kamu tidak akan tahu betapa sedihnya aku hari ini. Menantumu mengucilkan aku. Aku merasa tidak nyaman, tapi aku bis–“ ucap Sam yang tiba-tiba kehilangan sinyal.


“Sial,” umpat Sam.


Sam pergi keluar meninggalkan perusahaan itu. Di halaman perusahaan, terlihat  sopir Sam yang telah membukakan pintu mobil untuknya. Sam pun masuk ke dalam mobil kemudian pergi.

__ADS_1


***


Di hari acara undangan ke Villa Roy, Terlihat Lisa dan Blind yang sedang bersiap untuk berangkat dari rumahnya. mereka berdua pun berangkat menaiki mobil menuju ke Villa Roy yang jaraknya lumayan cukup jauh.


__ADS_2