BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Ambisi Roy


__ADS_3

Lisa pun kembali masuk ke ruang rias dan melihat ke luar jendela. Di halaman TK sudah banyak para murid dan walinya yang berdatangan untuk memasuki aula pertunjukan.


Saat Lisa melihat orang-orang yang sedang berdatangan, Rosa masuk ke ruangan dan memberitahu Lisa bahwa Sung telah datang.


“Kenapa kamu masih memakai pakaian itu, Lisa? tanya Rosa yang baru memasuki ruangan.


“Aku akan segera berganti pakaian, Kak. Apakah Ayahmu datang?” tanya balik Lisa.


Rosa tersenyum dan memanggil ayahnya untuk masuk ke ruang rias.


“Masuklah, Ayah,” panggil Rosa.


Sung pun masuk kedalam ruangan itu bersama Sam yang menemaninya.


“Selamat atas penampilanmu,” ucap Sam pada Rosa.


“Wahhh. Lama tidak bertemu, Nona cantik,” sapa Sam pada Lisa.


Lisa pun berdiri dan menundukkan kepalanya pada Sung dan Sam. Saat pertama kali Sung melihat Lisa, Sung seperti ingat pernah melihat Lisa sebelumnya.


“Halo, Tuan,” sapa Lisa pada Sung.

__ADS_1


“Waaah. Proposalmu sungguh mengesankan. Aku tidak percaya bahwa ide sebagus itu berasal dari ibu rumah tangga,” ucap Sung yang langsung memuji Lisa.


“Aku belajar manajemen bisnis saat masih kuliah,” balas Lisa.


“Oh. Pantas saja,” ucap Sung yang menganggukkan kepalanya.


“Ayah dengar dia penari balet yang handal, mungkin kamu akan dibandingkan dengannya,” gurau Sung pada Rosa.


“Tunggu saja kejutannya, Ayah,” ucap Rosa yang sangat percaya diri.


“Kurasa kita hanya perlu bersorak dan bertepuk tangan saat pertunjukannya dimulai, Tuan,” ucap Sam sambil tertawa.


“Sepertinya benar begitu,” balas Sung yang juga ikut tertawa.


Di ruang pertunjukan, Sung duduk di bangku paling depan bersama Sam.. Disana juga terlihat Tin dan Blind yang juga ikut hadir dalam acara pertunjukkan untuk menonton.


Pembawa acara pun sudah mulai memasuki panggung dan memberikan sambutan kepada para hadirin.


Setelah beberapa acara berlangsung, kini giliran penampilan balet yang dibawakan oleh Lisa dan Rosa.


Para penonton mulai bertepuk tangan saat Lisa dan Rosa memasuki panggung untuk menampilkan pertunjukan balet.

__ADS_1


Lisa yang menggunakan setelan pria dengan jas dan celana panjang hitam dan topi koboi, sedangkan Rosa  mengenakan gaun berwarna merah layaknya permaisuri.


Mereka berdua seolah partner menari balet cewek dan cowok.


Lisa terus membayangkan perbuatan keluarga Rosa pada ayah dan ibunya dahulu ketika sedang menari bersama. Ia sangat ingin mencakar muka Rosa saat itu juga, tapi Lisa berhasil menahan amarahnya.


Beberapa saat kemudian, mereka pun telah selesai memberikan pertunjukan dan para hadirin bertepuk tangan dengan meriah.


Lisa pun langsung meninggalkan panggung tepat ia selesai menari. Berbeda dengan Rosa yang masih menikmati tepuk tangan dari penonton walau sejenak.


Lisa berjalan menuju gedung lain untuk duduk menyendiri. Saat ia sudah duduk, tak disangka Roy datang menghampirinya.


Lisa pun kaget saat melihat Roy yang datang dengan pipinya yang memerah akibat ditampar oleh ayah tirinya.


“Wajahmu kenapa?” tanya Lisa yang langsung berdiri saat Roy menghampirinya dan melihat pipi Roy yang memerah.


“Orang pandir yang keliru mengira dirinya raja. Jika orang pandir itu naik tahta dan menjadi raja, bukankah dia tidak lagi keliru?” ucap Roy yang mengkiaskan kata-katanya.


“Apa maksudmu?” tanya Lisa yang kebingungan.


“Bagaimana jika aku menjadi raja? Ayahku, Kakakku, Ayah Mertuaku. Aku akan menghancurkan mereka semua yang merendahkanku. Aku akan mengambil alih IP Group sepenuhnya dan menjadi raja. Bukan hanya orang pandir, tapi raja sesungguhnya. Jika aku bersamamu, aku bisa melakukan apa saja. Apapun yang akan terjadi, berjanjilah kamu untuk selalu mendampingiku,” ucap Roy yang sangat berambisi.

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan mendampingimu, apapun yang terjadi,” balas Lisa yang memegang pipi Roy.


__ADS_2