BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Mengobrol Bersama Lisa


__ADS_3

Lisa sama sekali tak berucap atau menggeserkan kaki nya dari ruangan itu.


“Kepala sekolah! Kita akan segera memulai rapat yang penting hari ini. Segera kunci ruangan ini setelah wanita itu pergi dari sini,” ucap Rosa.


Akhirnya, Lisa pun berjalan pergi meninggalkan ruangan.


Beberapa saat setelah rapat selesai, Rosa menyuruh anak buahnya untuk memanggil Lisa ke ruangan lain untuk mengobrol bersama.


“Kita harus bicara dari hati ke hati, setidaknya satu kali. Bukankah begitu?” ucap Rosa yang telah duduk disamping Lisa.


Rosa berdiri dan mengatakan.


“Aku baru menyadari sesuatu setelah melalui banyak kejadian akhir-akhir ini, dan ternyata kamu sangat naif. Aku tidak mungkin tahu suamiku berselingkuh jika kamu tidak memberitahuku. Namun, kamu memberitahu pasti karena dua alasan. Entah suamiku tidak memberikan apa yang kamu inginkan, atau kamu ingin memisahkan aku dan suamiku.”


“Hahaha. Itukah kesimpulan yang kamu ambil?” tanya Lisa yang sedikit tertawa karena Rosa yang sok tahu.

__ADS_1


“Dia hanya memuaskan nafsu sementaranya. Kamu pikir pernikahanku bersamanya akan hancur karena hal itu?” tanya Rosa.


“Hahahah. Pasangan yang memiliki perusahaan nomor satu di Kota Malang akan bercerai karena wanita murahan sepertimu?” lanjutnya.


“Ya. Teruskan kesimpulanmu,” jawab Lisa singkat.


“Banyak sekali wanita yang berusaha merayu suamiku selama aku bersamanya. Aku sudah tidak heran akan hal itu. Mereka pasti ingin memisahkanku atau menggantikanku,” ucap Rosa.


“Lalu, apakah ada yang berhasil untuk memisahkan kalian?” tanya balik Lisa.


“Suamimu telah menolak bercinta denganmu lebih dari lima tahun. Kamu terlalu terobsesi dengannya sampai memata-matainya. Kamu bahkan memeriksa bekas make up yang menempel di jas suamimu karena cemas. Semua itu perbuatanmu. Bukan orang lain,” lanjut Lisa.


“Astaga. Dia memelukku dengan cinta yang tulus, semalaman. Aku sangat senang sekali. Kami memang mengalami konflik, tapi kami mengambil kesempatan ini untuk menjadi lebih setia. Setelah badai, keadaan akan menjadi lebih tenang. Kenapa? Kamu dan suamimu tidak begitu?” lanjut Rosa yang balik memancing emosi Lisa.


“Tidak usah bertele-tele. Katakan saja yang ingin kamu katakan!” ucap Lisa yang mulai terpancing.

__ADS_1


“Hahaha. Tebak apa yang kuperoleh berkat kamu? Aku memperoleh pusat distrik perbelanjaan berkatmu. Aku bahkan akan berperan sebagai direktur yang terpilih secara terhormat,” ucap Rosa.


Raut muka Lisa yang sebelumnya tenang pun mulai berubah karena ucapan Rosa yang memancingnya.


“Suamiku bahkan mengakui kesalahannya dan dia berjanji akan menyelamatkan nama baik ku. Aku menyelesaikan masalah dengan bijak demi kebaikan anakku. Ini dunia dewasa. Apakah kamu mengerti?” tanya Rosa.


Rosa kembali berdiri dan berjalan pelan dari ujung ke ujung ruangan.


“Sekarang aku akan memberitahu alasan ku memanggilmu kemari. Aku pasti tidak akan membiarkanmu begitu saja, bukan? Aku yakin kamu sudah siap sebelum mendatangiku kemari, seperti menerima pukulan atau semacamnya.”


Saat itu juga, tiba-tiba Roy bersama para pengawalnya datang ke ruangan itu untuk menjemput Rosa.


“Sayang. Kamu sudah siap?” tanya Rosa.


“Tentu,” jawab Roy yang terlihat sudah rapi dengan setelan jas dan dasi.

__ADS_1


Rosa mengambil tasnya dan berjalan mendekati Roy dan menggandeng tangannya.


“Bagaimana penampilanku hari ini? Cantik bukan?” tanya Rosa percaya diri.


__ADS_2