BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Datang Ke Kantor Firma Hukum


__ADS_3

Jack pun datang dan menghampiri Lisa yang sedang menangis.


“Kamu tak apa, Lia?”


Saat Lisa melihat Roy baru keluar dari ruangannya dan turun ke lantai 1, Lisa juga melihat Rosa yang telah menunggu Roy di luar kantor firma hukum.


*PYAAR


Lisa membanting sebuah pot yang berada tepat di sampingnya, lalu mengambil pecahan kaca yang tajam untuk melukai Rosa.


Lisa sangat marah karena, ia mengira bahwa Rosa lah yang menyuruh Roy untuk meminta maaf kepadanya, sedangkan Rosa hanya menunggu dari luar.


“Lia!!!” Jack memegang tangan Lisa dan menahannya agar tak beranjak pergi menemui Roy dan Rosa.


“Wanita itu membunuh ibuku. Dia menyuruh suaminya untuk berbicara denganku, sedangkan dia menunggu di luar? Itu bukan permintaan maaf yang benar. Lepaskan aku! Aku akan membunuh mereka,” ucap Lisa yang akhirnya bisa melepas tangannya dari genggaman Jack dan berjalan ke lantai 1 untuk melukai Roy dan Rosa.


Jack pun pantang menyerah dan kembali mengejar Lisa agar tak melakukan hal yang nekat.


Roy yang sudah berada di lantai satu pun melihat istrinya yang berada di luar gedung, lalu mendekatinya dan bertanya.

__ADS_1


“Sedang apa kamu disini?”


Roy terus berjalan tanpa menghiraukan Ros yang berdiri di sebelahnya.


Rosa menahan lengan Roy dan..


“Sayang. Kamu tidak perlu memohon kepadanya. Gunakanlah akal sehatmu! Kamu menjadikan IP Group sebagai perusahaan nomor satu di kota ini. Masalah semacam ini hanya hal sepele bagimu! Kita bisa mengatasinya jika bekerja sama.”


Roy melepas tangan Rosa dari lengannya dan…


“Kenapa kamu melakukannya? Kenapa kamu melakukannya, Rosa? Katakan! Kamu sudah punya kehormatan dan uang. Kamu punya segalanya.”


“Sayang, Itu bukan cinta. Lebih baik, kamu melupakanku sekarang. Hanya itu yang kuinginkan. Aku hanya punya satu permintaan lagi. Walau cintaku dan Lisa tidak ditakdirkan, aku berharap dia akan mengingatku dengan penuh cinta,” jawab Roy.


Lisa yang telah sampai di lantai 1 dan akan melukai mereka berdua, tiba-tiba mengurungkan niatnya saat mendengar ucapan Roy pada Rosa.


Lisa tak menyangka, bahwa memang benar, Roy tak mengetahui apapun soal kejahatan yang dilakukan keluarga Sung, dan ia menyadari bahwa Roy memang benar-benar mencintainya.


Meneteslah air mata Lisa saat itu.

__ADS_1


Jack yang berhasil mengejar Lisa, mengeluarkan sapu tangan dari kantongnya dan membersihkan darah yang keluar dari tangan Lisa, karena menggenggam pecahan kaca terlalu kuat.


“Jangan dengarkan, Lia. Kamu tidak boleh mendengarnya,” ucap Jack.


“Kami ingin mencintai, tapi kami tidak bisa hanya mencintai. Itulah tragedi kami,” gumam Lisa dalam hati.


Jack pun mengajak Lisa kembali ke ruangan tempat ia memeriksa berkasnya untuk mengobati tangan Lisa dan membungkus lukanya dengan perban.


Setelah selesai mengobati tangan Lisa, Jack bertanya..


“Kamu baik-baik saja?”


Lisa hanya mengangguk tanpa menjawabnya.


“Perasaanmu sangat rumit terhadap Pimpinan Roy, dan aku mengerti itu. Mari segera menyelesaikan ini. Maka, kamu akan menemukan cara, apapun itu,” ucap Jack.


“Aku punya rencana untuk mengalahkan mereka sekaligus. Memutuskan untuk memaafkan satu orang saja, dan memanfaatkan dilema tersangka,” usul Jack.


“Kamu akan memuat tersangka saling meragukan?” tanya Lisa.

__ADS_1


“Roy, Sung, Rosa dan juga Sam. Kita tahu betul dinamika diantara mereka. Mari kita buat mereka saling menghancurkan. Keserakahan adalah jebakan. Mereka akan tertipu,” jawab Jack.


__ADS_2