BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Pelacak GPS di Mobil


__ADS_3

“Berapa kali harus kukatakan? Staff kita bukan budak, yang bisa kamu suruh, kamu bentak, kamu memarahi mereka seenaknya. Kapan kamu akan berhenti?” ucap Roy.


“Siapa yang peduli tentang caraku memperlakukan mereka? Apa yang kamu lakukan semalam sampai mematikan ponselmu? Pergi kemana kamu saat malam ulang tahunku? Katakan semuanya, sebelum aku kehilangan akal!” jawab Rosa.


“Tadinya aku sempat memikirkan bagaimana untuk menjelaskannya padamu saat perjalanan pulang. Tapi setelah berada disini dan melihat tingkah lakumu, aku bahkan tidak mau menjelaskannya. Aku sangat muak dengan tingkahmu,” ucap Roy.


“Apa maksud perkataanmu? Kamu sedang mabuk? Kamu sudah gila?” ucap Rosa terlihat marah dan akan meneteskan air matanya.


“Aku tidak mengira bahwa aku bisa tahan denganmu selama ini, padahal aku tidak menyukaimu sama sekali,” ucap Roy.


Mata Rosa pun sudah berkaca-kaca saat mendengar ucapan Roy baru saja.


“Kenapa kamu bisa tega mengatakan itu didepanku? Aku tidak akan membiarkan ini. Kamu menginap di malam hari ulang tahunmu, dan sekarang menghinaku?” ucap Rosa yang meneteskan air matanya.


“Kenapa kamu memanggil asisten pribadiku kemari dan menyuruhnya untuk memasangkan gps di mobil kantor?” tanya Roy.


“Aku memanggilnya karena mencemaskanmu. Apa istri tidak boleh menanyai asisten pribadi suaminya, saat suami tidak pulang semalaman?” jawab Rosa.


“Pelacak GPS di mobil kantor? Apa itu juga karena khawatir?” tanya Roy.


Rosa pun hanya diam karena ia sudah ketahuan menyuruh asisten Roy untuk memasangkan GPS di mobil kantornya.

__ADS_1


“Kenapa itu penting? Seorang istri bisa berhak melakukan itu karena cintanya pada suami,” jawab Rosa.


“Lalu apa yang penting bagimu? Ulang tahunmu?”


“Tentu saja itu penting. Ulang tahunku, suasana hatiku, keinginanku. Apapun itu, aku harus menjadi prioritas utamamu,” potong Rosa yang mulai menangis.


“Kamu ingin aku bersikap seperti staff kita yang selalu kamu maki-maki,” jawab Roy mengalihkan pembicaraan.


“Kamu mengubah topik untuk membela tindakanmu? Katakan dimana kamu? dan apa yang kamu lakukan semalam?” tanya Rosa.


“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat,” alasan Roy.


“Rumah ini milikmu, bukan milikku,” ucap Roy singkat lalu meninggalkan istrinya di ruang keluarga dan berjalan ke ruang kerja pribadinya.


***


Di lain tempat, Lisa sedang berada di mobilnya dan sedang mendengarkan semua pertengkaran di rumah Roy melalui ponselnya.


Lisa telah menyadap ponsel utama milik Roy, ketika Roy sedang tidur saat bersamanya semalam, hingga bisa mendengar semua yang dikatakan oleh orang yang berbicara bersama Roy.


Lisa membawa sebuah paket yang dibuat olehnya sendiri yang akan diberikan untuk suaminya.

__ADS_1


Paket itu bertuliskan dari seorang yang bernama Tom dari perusahaan IKIP untuk Blind.


Tom adalah nama ayah kandung Lisa dan IKIP adalah perusahaan kecil milik Tom dulu yang diakuisisi oleh Sung karena formula yang ditemukan oleh Tom.


Lisa sengaja membuat paket itu dan menuliskan atas nama ayahnya, untuk diberikan pada suaminya.


Lisa akan berpura-pura tidak mengetahui dari siapa paket itu dan mengatakan pada suaminya, seolah-olah ia mendapati paket itu di depan rumahnya.


Lisa pun segera menyalakan mobilnya dan pulang ke rumah.


Sesampainnya Lisa dirumah, Nisa dan ibu angkatnya langsung menyambutnya.


“Ibu!!” ucap Nisa yang langsung berlari memeluk ibunya.


“Ibu dari mana saja, aku sangat merindukanmu,” lanjut Nisa.


“Ibu harus melatih seseorang untuk menari balet di luar kota, Nak,” jawab Lisa.


“Kamu sudah pulang, Sayang?” ucap Blind yang baru selesai mandi.


Lisa pun tersenyum dan memberikan paket yang ia bawa kepada suaminya.

__ADS_1


__ADS_2