
Lisa pun kembali ke ruang pesta. Lisa berencana untuk membuat Roy cemburu dengan mendekati kakak Roy yang sedang minum sendirian.
“Aku juga harus menyekolahkan anakku di TK Athfal,” ucap kakak Roy yang memulai perbincangan.
“Kamu mempunyai anak TK, Tuan?” tanya Lisa.
“Tapi, anakku sudah SMP sekarang. Hahahahaha,” canda Kakak Roy.
“Apa maksudmu, Tuan?” tanya Lisa yang juga tertawa.
“Aku hanya bercanda, Nona. Hahahah,” lanjutnya
“Kamu sangatlah cantik, Lisa. Kamu bisa menggugah hati pria ini. Tebuslah kesalahanmu malam ini.” ucap kakak Roy yang mulai merangkul Lisa.
“Terimakasih sudah memujiku, Tuan,” ucap Lisa.
Mereka pun tertawa bersama sembari meminum anggur.
Roy yang melihat Lisa sedang minum bersama kakaknya terlihat sangat cemburu, apalagi saat kakaknya mulai memegang pundak dan pinggang Lisa saat mereka bercanda.
Roy pun menaruh gelas minumannya dan meninggalkan istrinya untuk menghampiri Lisa dan kakaknya.
__ADS_1
“Kamu sedang mabuk, Kak. Pulanglah,” ucap Roy yang menahan rasa amarah dan cemburunya.
“Apa-apaan kamu? Kamu mengusirku? Kamu pikir kamu yang lebih tua dariku? Lihatlah Lisa, bukankah dia aneh? Ayo kita pergi dari sini,” ucap Kakak Roy yang menggandeng tangan Lisa untuk pergi.
Saat hendak memegang tangan Lisa, Roy langsung mendorong kakaknya hingga terjungkal dan menyeret Lisa ke ruangan lain.
“Apa yang kamu lakukan?” tanya Roy dengan nada tinggi.
“Bagaimana jika ada yang melihat kita disini?” ucap Lisa.
“Kamu mencemaskan dilihat orang, tapi tidak sadar apa yang kamu lakukan baru saja?” ucap Roy yang semakin marah karena cemburu.
“Hhhh. Setidaknya Kakakmu bukan pengecut sepertimu,” ucap Lisa yang langsung berbalik arah untuk meninggalkan Roy.
“Menurutmu, kenapa aku mau melakukan ini? Kamu ingin aku menunggu? Seperti anjing yang menunggu pemiliknya? Hhhh. Jangan berharap untuk itu,” ucap Lisa tegas.
“Kenapa? Kamu mau marah? Kamu cemburu, karena aku sudah tidak memperdulikanmu lagi sekarang?” ucap Lisa yang semakin memancing Roy.
Roy ingin mencium bibir Lisa saat mendengar ucapan Lisa. Tapi, Lisa sengaja menghindar dan menahan Roy agar tidak menciumnya.
“Kamu mau apa, Pimpinan Roy?” ucap Lisa yang tersenyum.
__ADS_1
“Tetaplah bersamaku,” pinta Roy dengan tatapan matanya yang memelas.
“Mari pergi bersamaku sekarang,” lanjut Roy yang memegang tangan Lisa.
“Aku tidak mau lagi menjadi cinta satu malam mu. Aku tidak suka perlakuan seperti itu” ucap Lisa yang melepaskan tangannya dari genggaman Roy.
“Jika kamu menginginkanku, kamu harus merendahkan diri didepanku. Katakanlah bahwa kamu mencintaiku dan memohonlah padaku agar dapat kuterima. Aku yang akan berkuasa disini, bukan kamu,” lanjut Lisa.
Roy hanya diam saja saat mendengar ucapan Lisa, sepertinya Roy semakin tergila-gila dengan Lisa.
Lisa mengeluarkan sepucuk kertas dari tasnya yang bertuliskan suatu alamat dan memberikannya pada Roy.
“Jika kamu mencintaiku, temui aku di tempat ini saat hari ulang tahun istrimu,” ucap Lisa sembari memberikan sepucuk kertas itu di saku jas Roy.
“Jika kamu datang, maka kamu akan memilikiku. Jika kamu menolak, maka tidak akan ada kesempatan lagi. Keputusan ada ditanganmu.” ucap Lisa yang lalu pergi meninggalkan Roy.
***
Di suatu pagi, sehari sebelum ulang tahun Rosa tepatnya. Lisa mengajak Rosa, Nita, dan Sinta untuk pergi ke sanggarnya dan berlatih menari balet.
Lisa juga mengajak mereka untuk hadir dalam suatu pertunjukan teater dan balet sekaligus, di hari ulang tahun Rosa.
__ADS_1
Ternyata sebelumnya, Lisa sudah bersekongkol dengan Nita dan Sinta untuk mengelabui Rosa dan berpura-pura setuju dan akan hadir di pertunjukan teater itu di hari ulang tahunnya.