BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Menyendiri Sementara Pak!


__ADS_3

Berhari-hari berlalu Lisa meninggalkan rumah dan tinggal di sanggarnya untuk sementara, Roy pun khawatir tentang keadaan lalu memanggil pengawal yang ia perintah untuk menjaga Lisa ke hadapannya


Di Kantornya, terlihat Anya yang sudah menghadap Roy.


“Kenapa aku tidak bisa menghubungi Lisa selama berhari-hari? Apa terjadi sesuatu padanya?” tanya Roy pada Anya.


“Dia ingin menyendiri untuk sementara, Pak. Dia juga ingin kami menjauh untuk saat ini, jadi, kami hanya bisa menunggu,” jawab Anya.


“Sudah kukatakan sebelumnya. Aku menyuruhmu untuk menjaganya dari dekat,” ucap Roy yang terlihat sedikit kesal karena tidak tahu kabar Lisa.


“Maafkan aku, Pak,” jawab Anya yang menundukkan kepalanya.


Malamnya, Roy mendatangi rumah milik Lisa yang berada di pinggiran kota untuk menemui Lisa. Sesampainya Roy disana, ternyata rumah itu kosong dan tidak ada siapapun disana.


Rumah itu adalah tempat khusus yang dipakai oleh Lisa untuk bermalam dengan Roy saat pertama kali ia mendekati Roy.


Ternyata, Lisa juga memasang cctv di rumah pinggiran kota itu. Lisa bisa melihat dari komputernya, bahwa Roy saat ini datang kesana dan mencarinya.


Lisa hanya diam dan melihat Roy di layar komputer yang terlihat panik karena Lisa tidak mengabari Roy apapun sebelumnya.


Keesokan harinya, saat Lisa menyalakan ponsel yang diberi Roy. Lisa melihat sepuluh panggilan tak terjawab dari Roy.

__ADS_1


Roy juga mengirimkan SMS padanya yang bertulis…


“Telpon aku segera. Aku sangat merindukanmu.”


Lisa pun hanya mengabaikan pesan itu.


Rosa pun juga datang di pagi itu ke sanggar balet Lisa untuk mengantar Ayu berlatih balet.


Tapi saat mobilnya telah sampai di depan sanggar, Rosa melihat sanggar masih tertutup.


Rosa mengambil ponselnya dan menelpon Lisa. Lisa pun tetap tidak mengangkat panggilan dari Rosa.


Beberapa kali Rosa mencoba menelpon Lisa tetapi tetap tidak mengangkatnya.


“Dimana kamu? Cepat datang ke villaku!” ucap Rosa yang langsung mematikan teleponnya.


John pun hanya menuruti untuk segera pergi ke villa Rosa.


Sesampainya Rosa di villanya, terlihat John yang sudah sampai dahulu dan menyambut Rosa di depan villa.


Rosa pun langsung masuk ke villa dan menuju ke kamar.

__ADS_1


Rosa langsung melampiaskan hasrat seksualnya kepada John. Rosa membuka seluruh pakaiannya dan menyuruh John untuk menyetubuhinya.


John pun menuruti kemauan Rosa untuk segera menyetubuhinya.


Saat mereka berdua telah *******, mereka pun tidur pulas karena tenaga mereka yang saling terkuras.


Beberapa hari Rosa tinggal di villanya dengan John tanpa pulang ke rumah, dan tidak menghubungi Lisa dan Roy sama sekali.


Saat Rosa akan kembali dari villanya, ia membereskan barang-barangnya di kamar yang akan ia bawa pulang.


Disana, John juga berdiri menunggu Rosa membereskan barangnya.


“Sudah lima hari aku berada disini, dan suamiku belum juga menelpon. Jika aku memberitahu Ayahku, semuanya akan semakin kacau. Dia jelas berselingkuh. Namun, dengan siapa? Astaga,” gumam Rosa sendirian.


“Semua ini gara-gara, Lisa. Tunggu saja sampai aku menemuinya,” Rosa lanjut bergumam


Dan tak sengaja, tangan Rosa terkena jarum pentul miliknya sendiri saat hendak memasukkan jarumnya ke tas.


“Aduhhh,”


“Kamu tidak apa-apa, Bu?” ucap John yang langsung mendekati Rosa yang kesakitan.

__ADS_1


Rosa menatap John dan malah memakinya gara-gara tatapan John.


__ADS_2