BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Terima Kasih Banyak, Nona!


__ADS_3

Di rumah sakit tempat Anya dirawat, terlihat Lisa yang masih menunggu Anya sejak pagi.


Begitupun dengan Anya yang sudah siuman. Anya berusaha untuk duduk yang melihat Lisa menunggu disampingnya.


“Kamu harus pulang. Aku bisa sendiri,” ucap Anya yang berusaha untuk duduk.


“Berbaringlah. Tidak usah dipaksa. Aku baik-baik saja,’ ucap Lisa yang membantu Anya untuk berbaring lagi.


“Terimakasih banyak, Nona. Sepertinya kamu orang baik,” ucap Anya.


“Kamu tahu dimana Pimpinan Roy dan timnya mengadakan perayaan?” tanya Lisa.


“Di salah satu gedung terbesar di kota ini, Pimpinan mengadakan pesta itu,” jawab Anya.


Lisa pun segera pergi dari sana untuk menuju gedung itu.


Lisa pergi kesana diam-diam tanpa memberitahu Roy.


***


Begitupun dengan Roy yang telah kembali ke gedung setelah ia kembali dari rumah Lisa.


Roy menyendiri di ruangan lain yang masih satu gedung tempat pesta itu berlangsung. Roy kembali membayangkan kenangannya bersama Lisa saat mereka bersama.

__ADS_1


Roy juga belum menerima keputusan sepihak yang dibuat oleh Lisa.


Tiba-tiba asistennya pun datang menghampiri Roy yang sedang menyendiri.


Asistennya memberikan sebuah kotak kayu berukuran sedang.


“Bu Lisa mengirimkan hadiah ini untukmu kemari, Pak,” ucap asistennya.


Roy pun kaget saat mendengar ucapan asistennya itu.


“Baiklah. Kamu boleh pergi,” ucap Roy.


Asistennya pun pergi meninggalkan Roy sendirian di ruangan itu.


Roy membuka kotak itu. Didalamnya terdapat sebuah harmonika berwarna coklat dan sepucuk kertas bertuliskan…


Air mata Roy pun mulai menetes setelah membaca sepucuk kertas yang dikirim Lisa.


Tiba-tiba, Lisa datang dan berdiri tepat di depan pintu kaca ruangan Roy berada.


Mereka berdua pun berjalan mendekat satu sama lain. Roy langsung memeluk Lisa saat itu juga.


“Aku merindukanmu. Aku tidak bisa hidup tanpa bertemu denganmu. Jangan pernah mengatakan bahwa hubungan kita sudah berakhir. Kumohon,” ucap Roy yang masih memeluk Lisa.

__ADS_1


“PIMPINAN!!!”


Teriak Blind yang tiba-tiba muncul di tempat itu. Blind masuk ke ruang Roy berada dan meninju muka Roy yang sudah berhenti memeluk Lisa, hingga Roy jatuh tersungkur ke lantai.


“Apa yang kamu lakukan? Memang kenapa jika kamu seorang pimpinan? Kamu pikir aku tidak akan segan untuk menghajarmu? Dia istriku, wanita yang sudah sah menikah denganku. Apakah kamu tidak paham itu?” Blind masih terlihat sangat emosi.


“Tenanglah, Pak Blind,” jawab Roy yang tidak merasa bersalah.


“Siapa kamu bisa menyuruhku untuk tenang? Dasar brengsek!” ucap Blind.


Ketika Blind akan menendang muka Roy yang masih tersungkur di lantai, Lisa menarik badan Blind untuk mencegahnya.


“Jangan lakukan itu, Sayang!” cegah Lisa yang menarik lengan Blind


“Sayang, kenapa kamu mencegahku? Seharusnya kamu menjauhinya!” bentak Blind dan mendorong Lisa hingga hampir terjatuh.


“Pak Blind!!!” teriak Roy yang langsung berdiri menolong Lisa.


Roy pun berdiri didepan Lisa untuk melindunginya


“Kamu baik-baik saja?” tanya Roy pada Lisa.


“Jangan sentuh dia!” ucap Roy pada Blind.

__ADS_1


“Kamu siapa melarangku menyentuhnya, brengsek? Dia istriku! ISTRIKU!!!” teriak Blind.


“Selama sikapmu seperti ini, tak akan kubiarkan kamu menemuinya,” Roy memberi peringatan.


__ADS_2