
Setelah Rosa selesai dengan make upnya, Rosa dan Ayu berjalan menuju ruang acara.
Mereka berdua pun masuk dengan para pengawal Rosa yang berjalan di belakangnya.
*PROK PROK PROK PROK PROK
“Selamat ulang tahun Ayu.”
Para tamu undangan mulai berdiri mengucapkan selamat dan bertepuk tangan meriah saat Ayu dan Rosa memasuki ruangan.
Disana ruangan itu juga hadir beberapa wartawan dan media hanya untuk meliput berita ulang tahun Ayu, seorang anak dari pimpinan perusahaan terbesar di kota Malang.
Rosa dan Ayu menuju ke depan para tamu undangan untuk memberi ucapan terimakasih dilanjutkan dengan acara tiup lilin.
Para tamu undangan pun mulai bernyanyi untuk memberi selamat pada Ayu.
“Selamat ulang tahun kami ucapkan. Selamat panjang umur kitakan doakan. Selamat sejahtera sehat sentosa. Selamat panjang umur dan bahagia.”
“Tiup lilinnya. Tiup lilinnya. Tiup lilinnya sekarang juga. Sekarang juga. Sekarang juga.”
Ayu pun meniup lilin yang sedang menyala diatas kue yang cukup tinggi.
Setelah Ayu meniup lilin itu, para tamu undangan pun mulai bernyanyi kembali untuk segera memotong kue.
__ADS_1
“Potong kuenya. Potong kuenya. potong kuenya sekarang juga. Sekarang juga. Sekarang juga.”
Ayu mulai memotong kue dibantu dengan ibunya dan membagikannya kepada teman-temannya.
Saat giliran anak Nita dan Sinta untuk menerima bagian kuenya, Nita mengajaknya mengobrol sebentar.
“Aku sudah lama tidak melihat Lisa. Aku yakin dia akan datang kemari, karena ini adalah acara ulang tahun Ayu,” ucap Nita pada Rosa.
“Dia menghilang terlalu lama, bukan begitu?” Sinta yang ikut nimbrung.
“Hahaha. Dia punya tanggung jawab besar di TK ini. Aku akan memarahinya saat ia datang nanti,” ucap Rosa sambil tersenyum.
“Hmmm. Baiklah kalau begitu,” ucap Nita.
Rosa tidak sabar untuk menunggu jam 12 dan melihat siapa yang akan datang menemuinya dengan nama kontak ‘VIP’ itu.
Rosa memanggil asistennya untuk berjaga-jaga.
“Tangkap wanita itu saat dia datang nanti siang. Jaga semua pintu masuk, jalan dan tempat parkir,” perintah Rosa.
“Baik, Bu,” jawab asisten yang kemudian pergi.
Saat acara tiup lilin selesai, terlihat Roy yang baru hadir disana dengan beberapa para pengawalnya.
__ADS_1
Roy pun maju ke depan untuk memberikan sedikit sambutan kepada para tamu undangan.
Setelah memberikan sambutan, Roy ikut bergabung dengan para wali Ayah untuk mengobrol.
Waktupun sudah menunjukkan pukul 11.50. Rosa yang sedari tadi selalu melihat jam memanggil asistennya untuk bertanya kembali, apakah ada orang yang mencurigakan selain para tamu undangan yang hadir.
“Kamu melihat ada orang asing?” tanya Rosa.
“Tidak, Bu. Disini hanya ada para wali murid dan beberapa wartawan,” jawab asistennya.
“Baiklah. Kamu boleh pergi,” ucap Rosa.
Rosa semakin penasaran dengan siapa wanita dengan kontak bernama ‘VIP’ itu.
Tepat pukul 12.00, Lisa berjalan dari luar gedung untuk menghadiri pesta itu.
Lisa terlihat sangat anggun saat itu. Ia menggunakan pakaian yang sangat nyentrik layaknya model bintang.
Lisa memakai gaun pendek berwarna hijau serta topi bundar berwarna hitam yang menghiasi kepalanya. Dia lebih terlihat seperti Ratu Elizabeth saat masih muda.
Dia juga memakai kalung berlian yang diberi oleh Roy saat pertama kali mereka bermalam.
Saat Lisa memasuki ruang acara, semua mata para tamu undangan tertuju padanya.
__ADS_1