BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Tangannya Berdarah


__ADS_3

Saat asisten Roy hendak membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai, Roy menyuruhnya untuk menunggu di luar dan meninggalkannya bersama Lisa di ruangannya.


“Tunggulah di luar. Kamu bisa membersihkannya nanti,” perintah Roy pada asistennya.


“Baik, Pak,” jawab asisten yang langsung keluar.


Kini hanya Lisa dan Roy yang masih berada di ruangan Roy.


Lisa mendekati Roy, dan melihat luka di tangannya yang berdarah.


“Aku tidak apa-apa. Apa kamu terluka?” tanya Roy.


“Istrimu mencurigaimu. Dia berpikir kamu berselingkuh,” ucap Lisa.


“Menjauhlah darinya. Aku akan mempekerjakan seseorang untuk melindungimu. Kamu mengerti?” ucap Roy.


Lisa hanya menunduk tanpa mengatakan apapun. Roy pun langsung memeluk Lisa disana untuk menenangkannya.


Saat Roy memeluk Lisa di ruangannya, Blind yang baru datang pun melihat mereka berpelukan dari balik pintu yang sedikit terbuka.


Blind sangat bingung apa yang sedang terjadi, dan apa yang dilakukan istrinya bersama atasannya di ruangan itu hingga berpelukan bersama.


Saat itu, Blind takut untuk masuk ke dalam karena sebagai bawahan Roy, tidak ada yang boleh masuk ruangannya tanpa seizin Roy.

__ADS_1


Akhirnya, Blind pun pergi dari sana.


***


Di kediaman Sung, Jack datang dengan mobilnya yang berhenti di halaman rumah Sung.


Disana terlihat John dan beberapa pengawal Sung yang sudah menyambut kedatangan Jack.


Jack pun keluar dari mobilnya. Seperti biasa, Jack selalu menggunakan setelan serba hitam dengan jas hitam, celana hitam dan kemeja berwarna putih.


“Halo, Pak. Selamat datang,” ucap John yang membungkukkan badannya.


Jack balas menyapa dengan menundukkan kepalanya.


Sung pun keluar dari rumahnya untuk menyambut kedatangan Jack.


“Senang bertemu denganmu, Pak,” sapa balik Jack.


“Aku belum pernah melihatmu sedekat ini, sebelumnya aku hanya melihatmu di saluran TV,” ucap Jack.


“Terima kasih telah mengundangku, Pak,” balas jack.


“Wah. Kamu memang luar biasa. Kamu tidak hanya pintar, tapi juga tampan. Disaat kebanyakan orang seumuranmu masih menjadi seorang karyawan kantor, kamu telah menjadi anggota dewan,” puji Sung.

__ADS_1


Jack hanya tersenyum kecil saat di puji Sung.


“Mari. Silahkan masuk,” ucap Sung yang mengajak Jack masuk kedalam rumah.


Jack dan Sung masuk ke dalam rumah dengan beberapa pengawal yang mengikuti di belakang.


Saat mereka telah masuk ke dalam, Sung menyuruh pembantu rumahnya untuk membuatkan minuman untuk Jack.


Dan mereka pun duduk bersama di sofa untuk mengobrol.


Sebenarnya, Jack enggan datang untuk menemui Sung. Jack hanya ingin mengetahui rencana apa yang akan dilakukan oleh Sung untuk membantu Lisa.


“Kamu bisa sejauh ini tanpa dana yang besar? Aku sangat terkesan padamu. Mayoritas orang yang ingin terjun ke dunia politik harus menyiapkan dana yang tidak sedikit,” Sung yang memulai pembicaraan.


“Dulu, aku tidak kenal rasa takut sedikitpun untuk melakukan sesuatu,” jawan Jack.


“Butuh lebih dari keberanian untuk terjun ke dunia politik,” ucap Sung.


Jack hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan Sung.


“Kamu mendatangi orang yang tepat. Mulai sekarang, aku akan mendukungmu di dunia politik. Masa depanmu sudah sangat terjamin sekarang,” lanjut Sung yang meyakinkan Jack.


“Hahaha. Rasanya melegakan bisa bicara dengan bebas,” jawab Jack.

__ADS_1


“Silahkan diminum,” ucap Sung yang menuangkan teh untuk Jack.


Saat mereka hendak minum, terdengar Rosa yang marah-marah dan mengeluh pada Sam tentang perilaku suaminya di kantor tadi.


__ADS_2