
Rosa pun menuju ke kamarnya lalu menangis sekencang-kencangnya dan menelpon Sung.
“Ayah!!,” ucap Rosa sambil menangis.
“Apa?” jawab Sung singkat.
“Ayah. hari ini adalah hari ulang tahunku, tapi suamiku mematikan ponselnya dan pergi ke suatu tempat. Aku bahkan tidak bisa melacaknya, Ayah,” ucap Rosa yang semakin keras tangisannya.
“Astaga. Bagaimana kamu ingin mengelola bisnisku? Mengatur ulang tahun saja kamu tidak becus,” ucap Sung yang langsung mematikan teleponnya.
***
Terlihat Roy yang baru datang di sebuah perumahan kecil di pinggir kota. Ia turun dari mobilnya dan memastikan kembali bahwa rumah ini adalah alamat yang sedang ia tuju.
Roy masuk ke dalam rumah itu, dan terlihat Lisa yang sudah berada disana. Lisa duduk di kursi menyambut kedatang Roy. Lisa menggunakan baju kimono serba putih dengan sedikit make up yang meriasi wajahnya.
Lisa berdiri dan mengambil pakaian untuk Roy, lalu menyuruhnya untuk segera mandi dan berganti baju.
“Aku sudah menyiapkan bak mandi untukmu. Bergegaslah untuk mandi lalu ganti pakaianmu,” ucap Lisa yang memberikan baju ganti untuk Roy.
Roy pun menerimanya dan bergegas untuk mandi.
__ADS_1
*KRIIING!!!
Handphone Lisa berdering, saat Lisa menunggu Roy yang sedang mandi. Ternyata Rosa lah yang menelpon Lisa untuk menceritakan kesialan yang dialaminya hari ini.
“Lisaa!!!” ucap Rosa ditelepon sambil menangis.
“Ada apa, Kak? Kenapa kamu menangis?” tanya Lisa yang pura-pura tidak mengerti apa-apa.
“Ulang tahunku sangat hancur. Menonton teater, pesta di rumah, bahkan bermalam di hotel dengan suamiku, semuanya hancur,”
“Aku sangat mencintai suamiku, tapi dia malah mengabaikanku. Kurasa aku mencintainya dengan cara yang salah. Kamu tidak boleh membebaskan orang yang kamu cintai, Lisa” ucap Rosa yang semakin keras tangisannya.
“Dia bahkan tidak pernah berencana seperti itu. Aku sangat kesepian, Lisa. Hanya kamu yang kumiliki sekarang,” ucap Rosa tersengguk-sengguk.
“Haruskah aku datang ke tempatmu, Kak?” tanya Lisa.
“Tidak perlu, Lisa. Temui aku besok saja, jangan malam ini,” ucap Rosa.
“Baiklah, Kak. Sampai jumpa besok,” ucap Lisa yang menutup teleponnya.
Lisa hanya tersenyum senang saat mendengar apa yang telah dialami oleh Rosa di hari ulang tahunnya.
__ADS_1
Lisa berhasil memecah rumah tangga Rosa, dan membuat Roy jatuh cinta dengannya.
Beberapa saat kemudian, Roy telah selesai mandi dan terlihat Lisa yang telah menunggu Roy di kamar tidur.
Lisa telah mencopot baju kimono serba putihnya, menyisakan bra dan CD yang masih ia pakai.
Tanpa basa-basi, Roy mencium Lisa secara brutal dan menidurkannya di atas kasur untuk menyetubuh*nya.
Setelah ******* dan saling merasakan kenikmatan duniawi, mereka pun tidur bersama.
***
Keesokan harinya tepat jam 5 pagi. Rosa keluar dari kamarnya dan turun dari ke lantai 1, untuk memeriksa apakah sudah ada kabar dari suaminya.
Rosa masih menggunakan gaun yang dipakainya semalam dan terlihat sangat acak-acakan, sepertinya Rosa belum tidur sejak kemarin malam. Matanya pun terlihat sedikit sembab.
Disana juga sudah berdiri beberapa pembantu rumah tangganya dan asisten yang siap dimarahi oleh Rosa.
“Apa suamiku sudah menelpon? Dia juga belum pulang? Dia menginap di luar? Ini sudah jam 5 pagi! Apa itu masuk akal?” ucap Rosa yang terlihat frustasi dan stress.
Beberapa pembantu dan asistennya hanya diam saja karena mereka juga tidak mengetahui keberadaan Roy.
__ADS_1