BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Kegagalan & Kemarahan Lisa


__ADS_3

Di rumah Lisa, ia sedang bersama ibu angkatnya untuk membicarakan apa yang telah didapat Lisa saat menemui Roy.


“Bagaimana hasilnya? Kamu mendapatkan sesuatu setelah menemui Roy? Mungkin nomor teleponnya yang bisa kita gunakan,” ucap Tin.


Lisa hanya diam tak menjawab.


“Kamu bahkan tidak mendapatkan nomor teleponnya? Kamu telah menyiapkan semuanya untuk meretas ponsel Roy, tapi tidak mendapatkannya?” tanya Tin.


“Tidak ada waktu untuk itu,” jawab Lisa.


“Pimpinan ada disana bersamamu, kenapa tidak ada waktu? Apa yang sebenarnya terjadi disana? tanya Tin yang curiga.


“Ada hal mendesak dan dia bergegas pergi,” jawab Lisa.


“Kau sudah mengatur untuk bertemu dengannya lagi?” tanya Tin.


“Belum,” jawab singkat Lisa.


“Omong kosong macam apa ini!!!!”  bentak Tin.


“Apa yang kamu lakukan, Lisa? Kamu membiarkannya pergi setelah dia menemuimu. Aku sudah berusaha semampuku untuk membuat mereka diadili. Bagaimana kamu bisa mengacaukan semua ini?” ucap Tin marah-marah.

__ADS_1


“Aku yakin akan ada kesempatan lain,” jawab Lisa santai.


“Sudah kuduga, pria itu mempermainkanmu. Kamu masih terlalu muda untuk melakukan ini,” ucap Tin kesal.


“Apa maksudmu?” tanya Lisa yang kesal karena ucapan Tin.


“Kamu tidak pernah bisa memahami pria. Kamu merebut hati suamimu demi rencanamu dan mengikuti arahan untuk merayu Pimpinan Roy. Hanya itu yang bisa aku lakukan,” ucap Tin.


“Langsung saja pada intinya, apa maksudmu?” tanya Lisa semakin kesal.


“Bagi Pimpinan Roy, kamu terkesan gampangan dan mendekatinya dengan trik murahanmu itu. Aku yakin dia tidak akan memberimu celah lagi,” ucap Tin.


“Apa yang akan kamu lakukan jika aku berhasil merayunya? Sejak kapan usiaku menjadi masalah?”


“Kamu tidak tahu apa-apa!!” teriak Lisa.


Tin hanya diam saat melihat Lisa yang sedang marah. Sepertinya Tin masih meremehkan kemampuan Lisa dan menganggapnya belum cukup dewasa.


“Karena sudah tua, kamu mungkin tidak akan melakukan kesalahan. Maka itu, jangan sampai kamu membuat kesalahan dengan mengatakan hal yang salah,” ucap Lisa yang memperingatkan Tin.


Tin pun diam dan langsung pergi meninggalkan Lisa.

__ADS_1


***


Pagi hari yang cerah, Jack datang ke sanggar balet Lisa untuk membicarakan tentang proyek TK Athfal yang akan ia kerjakan.


Sesampainya Jack di sanggar Lisa, Jack melihat Lisa yang sedang menari balet sendirian, diiringi dengan kaset DVD.


Lisa menari balet menggunakan tank top dress berwarna hitam yang terlihat modis dengan high heels di kakinya.


Setelah beberapa menit ia menari, dan lagu yang mengiringi telah selesai. Rosa dan Ayu datang, lalu bertepuk tangan untuk Lisa.


Lisa pun kaget karena kedatangan Rosa dan Jack secara tiba-tiba. Mereka bertiga duduk bersama di ruang tunggu untuk membahas proyek TK Athfal.


“Kebaikanmu membuatku terkesan. Kamu sangat sibuk, tapi keinginanmu membantu anak-anak sangat menyentuh,” ucap Rosa.


Jack hanya menganggukan kepalanya tanpa menjawabnya. Ia hanya melihat ke arah Lisa yang terlihat sedang bingung.


“Suamiku sangat berterima kasih atas bantuanmu. Dia ingin bertemu langsung denganmu dan memperkenalkan diri.”


“Bagaimana menurutmu? Haruskah aku mengatur pertemuannya? Aku yakin kamu akan sangat akrab dengan suamiku. Bukan begitu, Lisa? Kamu juga akan datang begitu kuatur pertemuan, bukan?” lanjut Rosa.


“Tentu saja. Akan datang. Pimpinan Roy adalah orang yang hebat,” jawab Lisa.

__ADS_1


“Baiklah. Aku akan berusaha untuk hadir,” ucap Jack.


__ADS_2