
Lisa pun hanya diam dan semakin terpojok dengan pertanyaan Roy. Lisa mencoba kabur dari Roy dengan melepas tangan Roy dari tangannya. Tapi malah Roy yang mendorong tubuh Lisa ke tembok.
“Kamu pasti menyembunyikan sesuatu. Apa itu? Siapa kamu sebenarnya?” tanya Roy yang semakin penasaran dengan Lisa.
Lisa mencoba untuk kabur berlari dari Roy untuk kedua kalinya. Akan tetapi, sia-sia saja ia melakukan itu. Roy mendorong tubuhnya kembali ke tembok.
Lisa yang semakin bingung harus berbuat apa, tiba-tiba ia mencium bibir Roy di tempat itu. Roy pun kaget dengan apa yang telah dilakukan Lisa saat itu. Ia hanya diam saat bibirnya dicium oleh Lisa.
“Bagaimana jika kamu berhenti berpikir dan jujur saja?” ucap Lisa setelahi mencium bibir Roy.
“Kamu sangat menginginkanku bukan? Kamu juga sangat tergila-gila padaku. Aku pun begitu padamu, Pak. Sekarang jangan pikirkan hal lain, dan ikuti saja arah tubuh kita. Bagaimana?” ucap Lisa.
Roy masih juga diam karena mendengar ucapan Lisa. Akhirnya, Lisa kembali mencium bibir Roy untuk kedua kalinya di tempat itu.
***
__ADS_1
Hari esoknya di TK Athfal. Semua wali murid berkumpul di aula pertemuan untuk merencanakan acara yang akan dilaksanakan di TK.
Terlihat Lisa sedang berdiri diatas mimbar yang menjadi narasumber untuk menjelaskan kepada para wali murid yang hadir, tentang rencana yang akan mereka lakukan bersama-sama.
Setelah Lisa selesai menyampaikan rencana, Lisa langsung turun dari mimbar dan bergabung bersama yang lainnya.
Saat Lisa turun dari mimbar, para wali murid bertepuk tangan untuk Lisa yang sangat lancar dan terlihat pintar ketika menyampaikan rencana yang akan mereka lakukan bersama.
Kemudian, Lisa dan Rosa duduk bersama untuk membicarakan sesuatu di ruang tunggu TK.
“Omong-omong, Kak. Kenapa tempat anggota dewan kosong? Kamu kan juga bisa bertanya langsung kepada mantan perdana menteri Sung, Ayahmu sendiri.” ucap Lisa yang penasaran.
“Baik ayah ataupun suamiku ingin menghubungi dia untuk memperbanyak koneksi, tapi dia malah memblokir semua panggilan dari orang kaya yang sangat berpengaruh di Kota ini,” ucap Rosa.
“Dia tidak mudah untuk dibujuk. Andaikan aku bisa membujuknya untuk bergabung, Ayahku mungkin akan memberikanku hadiah yang banyak,” sambung Rosa.
__ADS_1
“Bukankah Ayahmu sudah memberikan segalanya untukmu, Kak? Apa masih ada lagi yang kamu inginkan?” tanya Lisa.
“Aku telah mengemis bertahun-tahun untuk mengelola salah satu Department Store milik Ayahku, tapi Ayahku tidak cukup mempercayaiku untuk mengelolanya. Dia bilang aku hanya akan menyebabkan masalah jika mengelolanya,” ucap Rosa.
Lisa hanya diam dan berpikir sejenak. Ia sepertinya berpikir untuk menggunakan kesempatan itu.
Ia akan membujuk Jack untuk bertemu dengan keluarga Sung, dan berpura-pura setuju dengan rencana Sung.
Dengan begitu, Lisa akan mendapatkan bantuan dari Jack untuk melancarkan balas dendamnya, dan mendapatkan perhatian dari Rosa.
“Haruskah aku ikut membantumu dan mencoba menghubungi Tuan Jack, Kak? tanya Lisa.
“Bagaimana kamu bisa melakukan itu? Suamiku saja yang termasuk orang berpengaruh selalu ditolaknya,” jawab Rosa.
“Solusi dibuat untuk ditemukan, Kak. Aku akan mencari cara untuk menghubunginya. Kamu berpikir tinggi tentang aku. Aku ingin memenuhi harapanmu itu,” ucap Lisa.
__ADS_1
“Kamu memang teman terbaikku, Lisa. Aku menyesal kenapa baru mengenalmu baru-baru ini,” ucap Rosa.
Mereka pun tertawa bersama dan segera pergi dari TK.