BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
TAMAT!


__ADS_3

Beberapa hari setelah menghilangnya Roy, para asisten dan pengawalnya pun panik, karena tak bisa menghubungi Roy.


Asisten pribadinya pun memberanikan diri untuk masuk ke ruang kerja pribadi Roy di perusahaan dan mencari petunjuk disana.


Setelah memeriksa semua berkas dan laptop milik Roy, Si Asisten menemukan surat pengunduran diri Roy yang terletak di bawah laptopnya.


Asisten Roy bingung dan tak tahu harus memberitahu siapa. Akhirnya, asisten Roy menemui Lisa dan Jack, untuk memberi surat pengunduran yang lebih terdengar seperti surat bunuh diri yang ditulis Roy.


“Pimpinan Roy tidak bisa dihubungi?” tanya Jack.


Asisten Roy menggeleng dan memberikan surat yang ditinggalkan Roy.


“Aku menemukan pesan ini di bawah laptopnya. Ini seperti surat bunuh diri. Dia juga mengundurkan diri dari jabatannya. Aku tahu seharusnya tidak bertanya kesini, tapi aku tidak punya pilihan,” ucap asisten.


Setelah asisten Jack pergi, Lisa membaca surat yang ditinggalkan oleh Roy.


Surat itu bertulis.


“Aku ingin mengundurkan diri dari jabatanku, dan melupakan semuanya. Aku merasa hancur, tapi semua ini salahku. Tidak ada cara untuk menebus mereka yang menderita karenaku. Jadi, aku memutuskan untuk bertanggung jawab sendirian.”


Lisa yang membaca surat itu, seketika meneteskan air matanya dan menangis terisak-isak.


Lisa sangat merasa bersalah karena ucapannya pada Roy yang terlalu kejam.


“Aku harus mencari Pimpinan. Ini semua salahku. Aku menyuruhnya untuk mati dan menebus kesalahannya. Jika dia ditemukan tewas, aku yang akan bertanggung jawab. Aku sangat kejam kepadanya,” ucap Lisa.


“Pimpinan Roy tidak selemah itu, Lia. Kita akan menemukannya. Jangan khawatir,” Jack menenangkan Lisa.


***


Malam harinya, Lisa bergegas menaiki mobilnya untuk mencari keberadaan Roy.


Lisa mendatangi tempat-tempat yang biasa Roy datangi saat bersamanya.


Dari rumah di pinggiran kota, villa pinggir pantai, dan rumah baru yang telah Roy beli untuk mereka tinggal.


Naasnya, Lisa tidak menemukan Roy dimanapun.


Setelah Lisa benar-benar hampir putus asa karena tidak berhasil menemukan Roy, Lisa teringat satu empat yang belum ia datangi.


Gereja. Gereja tempat Roy menyatakan sumpah dan janjinya di hadapan tuhan kepada Lisa untuk selalu mencintai.


Lisa bergegas menuju gereja itu. Sesampainya Lisa disana, Lisa masuk ke dalam gereja dan melihat Roy yang sedang berdiri menghadap patung Yesus.


Lisa berjalan memasuki gereja sambil menangis terisak-isak saat melihat Roy merenung sendirian di dalam.


Roy sangat kaget saat melihat Lisa memasuki gereja sambil menangis terisak-isak.


Roy pun menghampiri Lisa dan bertanya.


“Apa yang kamu lakukan disini?”


Tangisan Lisa semakin kuat saat Roy bertanya.


“Aku takut, jika sesuatu yang buruk terjadi kepadamu. Saat itu, aku tidak bermaksud untuk mengatakan itu. Seharusnya aku tidak mengatakan itu.”


“Aku….”


“Aku…” ucap Lisa terbata-bata karena sedang menangis.


Roy yang melihat Lisa menangis pun juga ikut meneteskan air matanya.


Lalu, Roy menghampiri Lisa, dan memeluknya, untuk menenangkannya.


“Tak apa, Lia. Aku yang salah atas semua ini.”


Setelah Lisa sudah cukup tenang, Roy mengajak Lisa kembali ke villa miliknya yang terletak di dekat pantai.


Setibanya mereka di villa, Roy menuntun Lisa memasuki villa dan membuatkan teh hangat untuknya.


“Mari kita lupakan semuanya dan beristirahat,” ucap Roy.

__ADS_1


Lisa mengangguk dan menghabiskan teh yang masih tersisa, kemudian bergegas menuju kamar tidur dengan Roy.


Sebelum tidur, Roy membelai rambut Lisa dan mencium bibir Lisa. Mereka saling menunjukkan, bahwa mereka masih saling mencintai satu sama lain.


Beberapa saat kemudian, Lisa tertidur di pelukan Roy.


***


Keesokan harinya, terlihat Sam dan Rosa yang telah berada di dalam mobil di dekat villa Roy.


Mereka berdua bersekongkol akan menyakiti Lisa.


Rosa menelpon Roy dan berpura-pura sedang membawa Ayu yang sedang menangis mencarinya.


“Dimana kamu? Kenapa Ayu ada padamu, seharusnya dia berada di rumah!” bentak Roy.


“Ayu mencarimu semalaman, Sayang. Dia belum berhenti menangis hingga kini. Aku berada di pantai dekat villa milikmu,” ucap Rosa.


Roy mematikan teleponnya dan bergegas untuk menjemput Ayu.


Saat melihat Roy telah pergi dari villanya, Sam berjalan lewat pintu belakang dan masuk ke villa untuk menyakiti Lisa.


Sam berjalan dengan kakinya yang pincang, menggunakan tongkat untuk bantuan.


Saat Sam melihat Lisa yang tengah duduk bersantai,


*BUUKK!!!


Sam memukul Lisa menggunakan tongkatnya hingga tersungkur jatuh ke lantai.


“Matilah kamu, wanita ******!” Sam mendekati Lisa yang tersungkur dan mencekik leher Lisa sekencang-kencangnya.


Sam mencekik Lisa dengan kuat, hingga Lisa tak bisa melepas tangan Sam dari lehernya.


Tiba-tiba, Roy kembali dengan membawa palu yang cukup besar di tangannya.


“MATILAH KAMU BAJINGAN!!!!”


Roy memukul tepat di bagian kepala belakang Sam yang sedang mencekik Lisa.


Darah Sam muncrat kemana-mana hingga mengenai tangan dan baju Lisa.


Sam tewas di tempat seketika, saat kehabisan darah.


Lisa dan Roy pun menutup jasad Sam dengan kain seadanya dan meminggirkan jasadnya.


Roy membantu Lisa berdiri dan mendudukkannya di sofa.


Roy mengobati leher Lisa yang memar akibat dicekik oleh Sam, lalu mengambil segelas air putih dan melarutkan obat tidur di dalamnya.


Roy memberikan air itu pada Lisa untuk menenangkannya yang sedang syok.


“Mulai sekarang, hiduplah dengan bebas sebagai dirimu sendiri,” ucap Roy.


“Apa maksudmu?” tanya Lisa.


“Aku akan menyerahkan diri kepada polisi. Aku lah yang membunuh Sam.”


“Tidak. Itu terjadi karena aku, dan aku juga berusaha untuk membunuhnya,” Lisa tak setuju.


“Tidak, Lia. Aku yang membunuhnya. Setidaknya biarkan aku melakukan ini untukmu,” balas Roy.


“Tidak. Jangan!” ucap Lisa yang kemudian merasa pusing akibat obat tidur yang diberi Roy.


Saat Lisa sudah tertidur pulas di sofa, Roy menelpon Jack dan menyuruhnya datang ke villanya.


Sesampainya Jack di villa, Jack masuk dan melihat jasad Sam yang tertutup kain.


“Kami bertengkar, karena dia akan membunuh Lia. Syukurlah kamu datang, Pak Jack.”


“Tolong laporkan ini ke polisi, bahwa aku yang telah membunuh Sam. Serta, tolong jaga Lia untukku. Dia meminum obat tidur, tapi akan segera bangun. Aku tidak mau dia melihatku ditangkap,” ucap Roy.

__ADS_1


“Sam masuk kesini untuk membunuh Lisa dan menyerangmu. Aku akan mengatakan kamu hanya berusaha membela diri pada pihak polisi,” jawab Jack.


Jack pun memanggil mobil ambulan untuk segera membawa jasad Sam yang masih di villa.


***


Rosa yang sedari tadi menunggu Sam, sama sekali tidak bisa menghubunginya.


Rosa semakin takut ketika mobil ambulan datang untuk membawa mayat Sam.


Terlihat juga, Roy dan Jack yang juga berada di luar untuk membantu petugas membawa jasad Sam


Rosa menggunakan kesempatan itu untuk masuk dari pintu belakang villa dan membawa Lisa yang masih tertidur.


Setelah para petugas polisi dan mobil ambulan pergi, Roy dan Jack kembali ke villa untuk melihat keadaan Lisa.


Roy terkejut saat melihat Lisa yang sudah menghilang dari Sofa.


“Istrimu membawa Lia dengan mobilnya!!” ucap Jack yang melihat mobil Rosa melintas dari jendela villa.


Roy bergegas menuju mobilnya dan menginjak pedal gas untuk mengejar Rosa yang sedang membawa kabur Lisa.


Begitupun dengan Jack yang juga ikut mengejar dengan mobilnya sendiri.


Beberapa saat mobil mereka kejar-kejaran, Roy dapat menghentikan mobil Rosa dengan memotong jalan dari depan.


Rosa yang sangat panik saat Roy berhasil mengejarnya.


Rosa mengambil pisau dan akan menusuk Lisa saat itu juga.


*PYARRRR!!!


Roy memecahkan kaca mobil Rosa dan menahan tangan Rosa sebelum menusuk Lisa.


“Lepaskan!! Lepaskan aku!!!” teriak Rosa.


Begitupun dengan Jack yang baru datang, Jack langsung menyelamatkan Lisa yang disekap di kursi belakang mobil.


Roy pun masuk ke dalam mobil dan mengunci semua pintu mobil agar Rosa tak bisa keluar.


“Buka pintunya! Keluarkan aku!!! Aku harus membunuhnya!! Keluarkan aku sekarang!!! Rosa berteriak semakin histeris.


Roy sudah muak melihat kelakuan Rosa yang berteriak-teriak secara histeris.


Roy pun menoleh kearah Lisa dan Jack yang sudah di luar lalu menggelengkan kepalanya.


Roy seperti memberikan salam perpisahan kepada Lisa dan bersedia mati untuk nya.


Lisa yang melihat tatapan Roy berusaha untuk berdiri dan berlari mengejar mobil Roy.


Naasnya, Roy telah menginjak pedal gas mobil sekencang-kencangnya, hingga Lisa tak sampai mencegah Roy.


“Tidak! Kumohon. Jangan lakukan itu!” teriak Lisa dari jauh yang tak bisa mengejar.


“Sayang! Hentikan mobilnya, Sayang!” ucap Rosa yang panik saat Roy mengebut.


Tanpa menghiraukan perkataan istrinya, Roy terus menginjak pedal gas mobil dan sengaja menabrak pembatas jalan.


*BRAAAKKK!!!!


*BOOM!!!


Mobil yang dibawa Roy menabrak pembatas jalan dan terjatuh ke jurang, hingga menyebabkan ledakan yang besar.


Lisa yang melihat mobil Roy meledak, berteriak sekencang-kencangnya dan menangis histeris.


Lisa sangat menyesal telah mengatakan dan menyuruh Roy untuk mati jika ingin dimaafkan olehnya.


Cinta Roy untuk Lisa sangat besar, hingga mengorbankan nyawanya untuk Lisa.


TAMAT!!!

__ADS_1


__ADS_2