BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Gaun Berwarna Merah


__ADS_3

Sore menjelang malam pun tiba, di perusahaan Roy, terlihat ia sedang berjalan bersama asistennya. Asisten Roy telah memesankan hotel mewah bintang 5 untuknya dan Rosa nanti malam.


“Aku telah memesankan hotel untuk mu nanti malam, Pak,” ucap asistennya.


Roy hanya menganggukkan kepala tanpa menjawabnya.


Saat Roy sudah berada di ruang kerjanya, Roy kembali melihat sepucuk kertas bertuliskan sebuah alamat yang diberi Lisa.


Roy berpikir dan memilih, apakah ia akan datang untuk menemui Lisa untuk memilikinya, atau bermalam di hotel bersama istrinya di hari ulang tahun Rosa.


Setelah sekian menit berpikir, akhirnya Roy memutuskan memilih untuk menemui Lisa dan mengabaikan malam ulang tahun bersama istrinya di hotel yang telah dipesan.


Roy mengambil jas dan mematikan handphonenya, lalu keluar dari kantornya untuk pergi menuju ke alamat yang diberikan oleh Lisa.


Saat ia sudah keluar dari kamarnya dan akan menaiki lift untuk turun ke lantai satu, asistennya datang dan mengingatkan bahwa hotel telah disiapkan untuk ulang tahun istri Roy.


“Permisi, Pak. Kamu akan langsung ke hotel untuk ulang…”


“Batalkan,” potong Roy yang langsung menutup pintu lift.

__ADS_1


“Tapi, Pak,” ucap asisten yang tidak bisa berbuat apa-apa.


Roy pun sampai di lantai satu, lalu keluar dari perusahaannya dan menaiki mobil untuk menuju ke alamat yang diberi Lisa.


***


Rosa yang menunggu dari siang hari hingga menjelang magrib sangat amat merasa kesal ketika ia dikhianati oleh Nita dan Sinta yang tidak jadi datang ke sebuah acara pertunjukan teater dan balet.


Ia pun memanggil sopir dan asisten untuk menjemputnya. Ketika asistennya datang untuk menjemputnya, Rosa melempar sepatu ke jidat asistennya hingga berdarah.


“Kamu darimana saja!!!!” ucap Rosa sembari melempar sepatu ke jidat asistennya.


Rosa pun kembali ke rumah dan berdandan untuk menuju hotel yang telah di pesan Roy, untuk mereka berdua malam ini.


Rosa mengenakan gaun berwarna merah, dengan sedikit riasan dan memakai high heels di kakinya. Rosa berangkat menuju hotel dengan mobilnya sendiri tanpa ditemani oleh asisten dan sopirnya.


Sesampainya Rosa di hotel, ia langsung menuju kamar VIP yang telah dipesan oleh Roy. Terlihat beberapa resepsionis yang ikut mengantarnya sampai kamar.


“Sayang,”

__ADS_1


“Sayang,”


“Sayang,” panggil Rosa yang mengira bahwa Roy telah berada disana.


Beberapa resepsionis yang mengantar Rosa pun hanya diam saja karena tidak tahu apa-apa.


“Dimana bunganya? Dimana hadiahnya? dan dimana suamiku? Tidak ada apapun disini,” ucap Rosa melas sambil memandangi sekeliling kamar hotel dan berharap suaminya muncul untuk memberikan kejutan.


Rosa pun juga menelpon Roy, akan tetapi hp Roy juga telah di non aktifkan.


“Mohon maaf sebelumnya, Bu. Kami tidak mendapatkan instruksi apapun untuk kamar ini,” ucap salah satu resepsionis.


*PYAAR!!!


Rosa membanting vas bunga yang terletak di meja kamar, lau mengamuk dan berteriak sejadi-jadinya.


Setelah mengamuk dan merusak beberapa fasilitas di kamar hotel itu, Rosa kembali ke mobilnya dan membawanya dengan kencang untuk kembali ke rumahnya.


Sesampainya Rosa di rumahnya, ia kembali mengamuk dan menghancurkan seluruh perabot rumah tangganya.

__ADS_1


Beberapa pembantu dan asisten pribadi Rosa hanya bisa diam dan melindungi dirinya masing-masing dari serpihan kaca yang ditimbulkan oleh amukan Rosa.


__ADS_2