BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Apa Kamu Berselingkuh?


__ADS_3

“Aku tidak akan bertele-tele lagi sekarang. Jawab pertanyaanku dahulu. Apa kamu telah berselingkuh?” tanya Rosa yang berterus terang.


Roy sangat kaget saat mendengar pertanyaan istrinya, tapi ia tetap mengkondisikan dirinya agar tidak terlihat biasa saja.


“Tidak,” jawab Roy setelah beberapa detik.


Rosa menatap mata suaminya saat menjawab pertanyaan darinya, ia pun menghela nafas lalu bertanya kembali.


“Menurutmu apa arti dari pernikahan kita? Pernikah kita bukan kebetulan atau hanya berdasarkan sentimen.”


“Untuk menjadikan pria sepertimu sebagai suamiku, sebuah rencana besar dibuat dan dilaksanakan. Banyak upaya yang telah dilakukan untuk mempertahankan rencana ini.”


“Pernikahan kita adalah hasil dari upayaku. Namun, seseorang telah datang dan mengacaukan semuanya? Aku tidak bisa memaafkan itu. Tidak akan pernah,” ucap Rosa panjang lebar.


Roy hanya diam saja saat mendengar ucapan Rosa. Roy tidak tahu harus menjawab apa lagi.


“Biar kutanya sekali lagi. Apa kamu telah berselingkuh?” tanya Rosa kembali.


“Tidak!” jawab Roy dengan lantang.


“Hhhh. Mulutmu mengatakan tidak, tapi tatapan itu menunjukkan bahwa kamu berselingkuh,” ucap Rosa yang menatap mata Roy.


Rosa pun mulai meneteskan air matanya tanpa ekspresi apapun.

__ADS_1


“Aku hanya berharap dugaanku salah. Tidak hanya berharap, aku bahkan berdoa untuk itu. Kalau begitu, hanya tersisa satu masalah. Aku akan mencari tahu siapa dia,”


“Kukatakan aku tidak berselingkuh!” Roy memotong.


“Aku sudah memutuskan tindakanku untuk mencari tahu siapa dia, yang berselingkuh denganmu,” ucap Rosa.


“Wakil Pimpinan Sam. Kemarilah!” panggil Rosa untuk Sam yang menunggu di luar.


Sam pun masuk ke ruangan itu untuk menemui Rosa.


“Perbincangan kalian cukup lama. Kalian tenang saja. Aku sudah mengurusi polisi yang datang untuk menyelidiki. Jangan khawatir untuk itu,” ucap Sam.


“Aku akan turuti mereka,” sahut Rosa.


“Ya. Pastikan saja tidak ada media yang meliput saat aku datang kesana. Aku ingin datang ke kantor polisi secara diam-diam,” ucap Rosa yang terlihat seperti merencanakan sesuatu.


Setelah percakapan mereka selesai, Rosa langsung menuju ke kantor polisi untuk penyelidikan.


Rosa ditemani oleh Sam dan John saat pergi kesana. Mereka sengaja pergi diam-diam, agar tidak ada media yang meliputnya saat itu.


Sesampainya mereka di kantor polisi, mereka masuk dan langsung menuju ke ruang kepala polisi untuk penyelidikan.


Sebenarnya, pihak kepolisian juga enggan untuk menyelidiki masalah. Karena, keluarga Rosa merupakan orang yang berpengaruh di kota itu.

__ADS_1


Akan tetapi, mereka harus melaksanakannya karena warga sipil sudah mengetahui berita itu lewat televisi.


“Korban dan pengemudinya menghilang dari TKP. Jadi, sangat banyak orang yang penasaran tentang itu. Kami tidak punya pilihan selain menyelidikinya. Kuharap kamu bisa mengerti, Bu,” ucap Kepala Polisi.


“Tidak apa-apa. Aku kemari bukan tentang kecelakaan, tapi untuk membuat laporan,” jawab Rosa.


“Apa maksud anda, Bu?” tanya Kepala Polisi..


“Mobil yang kabur itu memang milikku, tapi telah dicuri oleh seseorang,” ucap Rosa.


Rosa berencana untuk bersekongkol dengan polisi dengan mengatakan bahwa mobil yang ditabrak adalah miliknya.


Rosa juga mengatakan mobil itu adalah hadiah dari suaminya untuknya dan menunjukkan foto yang dikirim oleh Lisa tempo hari.


“Mobil itu milikmu, Rosa?” tanya Sam yang tidak tahu tentang rencana Rosa.


“Jadi, kesimpulannya, kamu menabrak mobilmu sendiri?” lanjut Sam.


Rosa mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto kunci dan plat nomor mobil pada Kepala Polisi.


“Mobil yang kabur itu adalah hadiah dari suamiku, tapi telah dicuri. Aku berusaha menangkap pencurinya tanpa sepengetahuan suamiku, tapi aku tidak berhasil menangkapnya”


“Jika polisi dapat menangkap pengemudinya, semuanya akan terselesaikan,” lanjut Rosa.

__ADS_1


__ADS_2