BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Pimpinan Perusahaan Terbesar


__ADS_3

“Hhhh. Seorang Pimpinan Perusahaan terbesar di kota ini, mengincar seorang istriku dan kini malah mengancamku? Tamatlah riwayatmu, bajingan. Kehidupanmu akan hancur jika ini tersebar. Kamu tidak tahu itu?” Blind yang semakin marah dengan berteriak-teriak disana.


“Kamu bisa bilang marah dan berteriak seperti itu, karena kamu merupakan suami sahnya. Haruskah aku membawa ini ke pengadilan?” ancam Roy.


“Kamu akan membuat kami bercerai? Begitukah maksudmu?” tanya Blind.


“Aku adalah Pimpinan perusahaan terbesar di kota ini. Aku bisa melakukan apapun yang aku mau serta mengambil semua yang kuinginkan,” ucap Roy yang menyombongkan dirinya.


“Kamu bajingan brengsek! Kamu sungguh gila!” ucap Roy.


“Kamu pun sama gilanya, Pak Blind. Dia berhak untuk dilindungi,” ucap Roy.


“Aku tidak bisa mengakhiri hubungan kita,” Roy mengatakan itu pada Lisa saat Blind masih disana.


“Aku suaminya. Kamu mengatakan itu saat aku ada disini?”


“Sedang apa kamu disana, Sayang? Kemarilah!”


Saat Blind akan menarik tangan Lisa, beberapa pengawal Roy datang dan menyeret Blind keluar gedung.

__ADS_1


“Siapa kalian? Lepaskan aku! Kalian tidak malu punya pimpinan tidak tahu diri? Lepaskan!!!” teriak Blind yang diseret keluar gedung.


Kini tinggal Lisa dan Roy yang masih berada di ruangan itu.


“Aku akan terus menemuimu. Kamu mengerti?” ucap Roy.


“Kamu tidak memikirkan kenyataan? Istrimu bahkan sudah tahu. Apa yang akan kamu lakukan?” bantah Lisa.


“Istriku dan suamimu. Beri aku waktu untuk mengurus mereka,” jawab Roy.


“Memang ada cara untuk mengurus mereka?” tanya Lisa.


“Aku berjanji akan mengurus mereka secepatnya,” jawab Roy.


Sesampainya Lisa di rumahnya, Lisa melihat Blind yang mengambil semua pakaiannya yang pernah ia pakai untuk menemui Roy.


Blind mengumpulkan pakain itu dan menumpuknya di lantai kamarnya. Ia juga mengambil kalung berlian Lisa yang dibeli oleh Roy tempo hari.


“Kamu menemuinya dengan pakaian ini semua, bukak? Buang semuanya dan lupakan dia!” ucap Blind.

__ADS_1


Blind membuka laci meja make up dan mengambil kalung berlian yang dibeli oleh Roy dan menyuruhnya untuk mengembalikan nya.


“Ini. Dia memberimu ini, bukan? Kembalikan! atau aku akan membakar semua ini, agar dia tidak muncul disekitar kita lagi. Sekaligus, aku akan kesana esok hari untuk memberinya pelajaran.”


“Jika kamu terus mengusik nya, dia mungkin bertindak lebih buruk,” jawab Lisa.


“Lalu, haruskah aku diam saja? Dia akan melakukan apapun kepadamu semaunya! Kamu tidak mengerti itu? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi,” ucap Blind yang kemudian keluar membawa pakaian dan kalung berlian untuk dibakar.


Tin pun datang menemui Lisa saat Blind telah keluar dari kamarnya.


“Pernahkah kamu berpikir, jika identitasmu akan terungkap jika terus menyebabkan masalah?” tanya Tin yang khawatir akan identitas Lisa.


“Aku bisa mengakhiri ini semua sebelum identitasku terungkap,” ucap Lisa yang berjalan untuk duduk di kursi make upnya.


“Ada keretakan antara Roy dan Rosa. Aku tetap akan melanjutkan rencanaku,” lanjut Lisa.


“Bagaimana jika mereka tidak jadi bercerai? Kamu punya rencana cadangan?” tanya Tin.


Lisa hanya diam tak mengatakan apapun.

__ADS_1


“Kamu mengambil resiko tanpa rencana cadangan dan menunjukkan rencanamu kepada nya. Apa masih ada strategi yang tersisa?” lanjut Tin.


Akhirnya Tin pergi keluar dari kamar karena tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Lisa.


__ADS_2