BALAS DENDAM LISA

BALAS DENDAM LISA
Tidak Menghiraukan Wartawan


__ADS_3

Para reporter dan wartawan mulai bersahutan untuk memberikan pertanyaan pada Lisa yang baru keluar dari mobilnya.


Lisa pun terus berjalan melalui para wartawan dan reporter di kawal dengan satpam untuk masuk ke kantor jaksa.


Saat Lisa hampir sampai pintu kejaksaan, Sam dan John baru datang dengan mobilnya dan melihat Lisa yang telah masuk ke dalam.


Sam melihat para kerumunan wartawan dan reporter yang memenuhi halaman kantor jaksa, dan tak mungkin baginya saat ini untuk mencegah Lisa masuk ke dalam.


“Sial!! Kita terlambat,” umpat Sam.


“Bukankah dia teman baik Rosa? Bagaimana bisa dia…” ucap Sam yang kaget bahwa wanita itu adalah Lia yang menyamar menjadi Lisa.


Sam mulai mengingat kembali wajah Lisa saat masih kecil yang juga pernah dianiaya dengan Sam saat mengambil paksa perusahaan IKIP.


Sam sangat kesal, karena selama ini ia telah tertipu oleh Lisa.


Sebelum memasuki kantor jaksa, Lisa melihat Sung yang sedang berdiri di taman dan juga melihat ke arahnya.


Lisa menatap tajam mata Sam dan bergumam tanpa suara melalui mulutnya.


“Kamu akan mati.”


Kemudian, Lisa pun masuk ke dalam kantor jaksa untuk melakukan sidang


Sam semakin emosi saat melihat bibir Lisa yang mengatakan itu. Ia hanya bisa menunggu Lisa di luar kantor hingga selesai sidang.


Beberapa saat kemudian, Lisa telah selesai dengan sidang pertamanya.


Para korban IP lainnya pun mengantar Lisa sampai halaman dan mengucapkan terimakasih banyak atas bantuan Lisa yang menggantikan Tin untuk melanjutkan tuntutan itu.

__ADS_1


Para korban IP itu kemudian pamit pada Lisa untuk kembali ke rumahnya masing-masing.


Saat para korban IP telah pergi, Lisa melihat Sam dari kejauhan yang sedang menerima telepon dari seseorang.


Lisa berencana untuk melukai Sam dengan menabraknya saat itu juga.


Lisa bergegas menuju mobilnya dan menuju tempat yang membelakangi Sam.


*TIINN!!!


Lisa menekan klakson mobil yang membelakangi Sam.


Sam kemudian menoleh kebelakang lalu mematikan ponselnya dan melihat siapa orang yang berada di dalam mobil itu.


“Sial. Dasar wanita ******,” ucap Sam yang berjalan mendekati mobil Lisa.


Sam melihat mobil Lisa yang melaju dengan cepat, berusaha untuk menghindarinya.


“Brengsek. Beraninya kamu, wanita ******!!


Naasnya, tubuh Sam terserempet dan jatuh saat ia akan menghindari mobil Lisa.


Lisa yang melihat Sam terjatuh, belum puas dan kembali memutar mobilnya untuk menabrak Sam yang sedang terjatuh.


Setelah memutar kembali mobilnya, Lisa menginjak gas secara untuk menabrak Sam.


*KLAK


“ARRGGGHHHHH!!!!”

__ADS_1


Sam mengerang kesakitan karena ban mobil Lisa tepat melindas kaki kanannya hingga berbunyi.


Lisa yang melihat kesakitan pun keluar dari mobilnya dan menghampiri Sam.


Lisa sangat senang saat melihat Sam menderita kesakitan. Lisa kembali mengingat perbuatan Sam pada ayahnya saat Sam menyiksa ayahnya di depan mata Lisa.


*ARRRRGGGGHHHH”


Lisa kembali menginjak kaki kanan Sam yang telah ia lindas menggunakan mobil.


Lisa mengeluarkan kartu namanya dan menjatuhkannya untuk Sam.


“Telepon aku, Sam! Mari bicara empat mata,” ucap Lisa.


“Dasar wanita…”


“ARRHHGGGG”


Lisa menginjak kaki Sam lebih keras saat Sam hendak mengumpat padanya.


“Sayang?”


Blind yang tiba-tiba muncul di sana, setelah beberapa hari meninggalkan kota.


Lisa berhenti menginjak kaki Sam dan menghampiri Blind.


“Jangan panggil aku sayang. Itu sangat menjijikkan. Aku Lia, bukanlah Lisa, istrimu. Kamu juga harus menanggung akibat dari menjual IKIP secara ilegal.”


“Aku akan mengambil tindakan hukum terhadapmu demi Nisa, lalu enyahlah dari kehidupanku bersama anak itu,” ucap Lisa yang kemudian pergi.

__ADS_1


__ADS_2